Salju tebal menimbun jalanan berbatu di distrik luar ibukota, membungkus dini hari yang kelam dalam kesunyian yang mencengangkan.Cahaya rembulan tertutup gumpalan awan hitam yang berat, membuat pepohonan tanpa daun di sepanjang jalan tampak seperti bayangan raksasa yang menatap bisu.Di tengah badai salju tipis yang berembus dingin, belasan bayangan berzirah hitam bergerak tanpa suara, sepasukan pengawal elit klan Drachen di bawah pimpinan langsung Alistair, Liora, dan Louis.Kediaman pribadi Tabib Valerius berdiri terisolasi di pinggiran hutan birch, sebuah bangunan dua lantai berbatu hitam dengan kepulan asap tipis keluar dari cerobongnya.Lampu temaram melintasi celah jendela lantai dua, menandakan ada aktivitas tergesa-gesa di dalam bangunan yang seharusnya sudah tertidur lelap itu."Bangunan ini sudah dikepung sepenuhnya, My Lord," bisik Louis seraya merapatkan jubah hitamnya.Tangannya menggenggam erat gagang pedang di pinggang. "Tidak ada jalur melarikan diri, bahkan lewat cel
Baca selengkapnya