Megan tercengang.Ia tidak bisa berkata-kata. Mulutnya terbuka, tapi tidak ada suara yang keluar. Matanya masih tertuju pada mobil hitam yang mulai melaju menjauh, membawa pria tua itu pergi, membawa pembunuh ibunya pergi, membawa jawaban yang selama ini ia cari pergi begitu saja. Tiga orang yang mengejarnya pun pergi. Mobil-mobil itu menghilang di tikungan jalan, meninggalkan debu yang berputar-putar di udara, meninggalkan keheningan yang tiba-tiba terasa terlalu berat.Adrian menepuk pelan pundak Megan, sekali, dua kali, sampai perempuan itu tersadar kembali dari keterpukauannya."Megan..." suara Adrian pelan, hati-hati, seperti sedang membangunkan seseorang dari mimpi. "Mereka sudah pergi."Megan menoleh.Matanya masih kosong, masih penuh dengan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Wajahnya lebih pucat dari biasanya dan bibirnya sedikit bergetar.Tanpa sadar, Megan menyadari bahwa ia menahan nafas.Sejak melihat mobil itu, sejak mendengar suara pria tua itu, sejak b
Read more