Semua mata tertuju pada Hugo.Pria berkacamata itu berdiri tenang di samping Dregory, tangannya terselip rapi di belakang punggung. Ekspresinya tidak berubah sedikit pun setelah melontarkan dugaan bahwa ada pihak yang sejak awal tidak menginginkan kemenangan Elvorn.Ia tidak terlihat menantang, tidak pula meminta dukungan. Ia hanya menyampaikan kesimpulan yang menurutnya paling masuk akal.Dregory menghela napas pendek sebelum berkata datar, “Diamlah, Hugo. Kau selalu bicara tanpa memedulikan keadaan.”Hugo menundukkan kepala sedikit sebagai tanda menerima teguran, tetapi tidak menarik kembali ucapannya.Felix justru melangkah setengah langkah ke depan. “Tapi yang dikatakan Hugo benar, Yang Mulia.”Siera yang berdiri di luar barak bersama Mia tanpa sadar menguatkan perkataan itu dalam hati.Hugo memang bukan orang yang banyak bicara. Dalam kebanyakan rapat, ia lebih sering diam sambil mencatat daripada ikut berdebat.Namun setiap kali membuka mulut, kalimatnya biasanya langsung menyen
Read more