"Mengapa kamu mengingkarinya, Al. Bukankah kita telah berjanji akan merayakan hari ulang tahunmu bersama?" Hary meletakkan kue ulang tahun di tangannya di atas meja lalu merebahkan diri di atas ranjang.Pikirnya melayang teringat kisah manis di antara dirinya dan Alda beberapa tahun yang lalu."Kak Hary!" Alda berlari ketika masuk ke dalam apartemen milik Hary. Wajahnya sangat panik melihat Hary tergeletak di lantai."Happy birthday!" Hary membuka matanya lalu memeluk Alda dengan hangat."Jadi, kamu bohongi aku?" Alda melepaskan pelukan Hary dengan kesal.Hary menahan tangan Alda sambil terkekeh."Maaf, Al. Aku hanya bercanda. Aku ingin tahu seberapa cepat kamu datang ketika tahu aku sekarat.""Kamu tertawa? Kamu gak tahu bagaimana paniknya aku? Jantungku rasanya hampir lepas," protes Alda."Cup," Hary mendaratkan bibirnya di bibir Alda. Wajah Alda seketika berubah warna. Pipinya merona karena tersipu malu.Hary mengulanginya dengan memberikan kecupan kedua. Alda membalasnya
Read more