**Sudah lebih dari enam hari.Vega berhenti menghitung waktu setelah hari ketiga. Rasa putus asa seperti membuatnya lumpuh di dalam kamar itu.Tidak ada jendela yang mana ia biasa melihat pemandangan di luar, pun tidak ada sinar matahari yang menerobos lembut ketika pagi datang. Vega tidak tahu apakah saat itu siang atau malam. Keduanya terasa sama saja.Yang menjadi penanda pergantian hari hanyalah sosok Orion.Pria itu selalu datang tiga kali dalam satu hari. Pagi, siang, dan malam.Membawakan makanan dan obat untuknya, dan sesekali buku bacaan yang bahkan tidak pernah disentuh Vega. Minat membacanya musnah sudah. Padahal sebelum ini, buku adalah benda yang sangat Vega cintai..Ruangan itu sendiri sebenarnya tidak pernah kekurangan apa pun. Selain tempat tidur yang empuk, kamar mandi juga sangat bersih. Ada pendingin dan pemanas ruangan, bahkan sebuah rak kecil berisi novel dan tanaman hias.Semuanya terasa nyaman. Bahkan terlalu nyaman sampai Vega merasa ngeri.Bagaimana mungkin s
Read more