Eryx tidak menanggapi pernyataan itu dengan kata-kata. Ketegangan yang sempat menguar dari tubuhnya yang gemetar perlahan runtuh, digantikan oleh kepasrahan yang mendalam. Dengan gerakan yang teramat pelan namun pasti, pemuda itu mengikis jarak di antara mereka. Sebelum Aeri sempat mengantisipasi pergerakannya, Eryx menarik tubuh Aeri dan memeluknya dari belakang, menyandarkan kepalanya yang terasa berat di bahu tegap sang pengawal. "Tetaplah di sisiku, Kak... kumohon," bisik Eryx, suaranya terdengar sangat parau, melemah hingga akhirnya napasnya kembali teratur dan dia tertidur dalam posisi mendekap erat tubuh Aeri. Aeri membeku di tempatnya. Dia tidak berani bergerak, takut jika sedikit saja pergeseran tubuhnya akan membangunkan insting liar pemuda itu lagi. Pada akhirnya, rasa lelah yang luar biasa setelah berhari-hari berjaga membuat pertahanan Aeri runtuh. Masih dalam kungkungan pelukan erat Eryx di atas ranjang medis, Aeri juga tertidur. Di balik keheningan malam, jantungnya b
Magbasa pa