"Paduka, hentikan itu!"Ralph mengerutkan dahi, sepasang alis tebalnya bertaut menatap reaksi defensif yang ditunjukkan wanita di hadapannya."Bahkan kita belum memulainya," sahut Ralph rendah, suaranya tenang namun getaran kekuasaan di dalamnya tak bisa disembunyikan."Maksudku, bualan barusan! Itu mustahil! Sangat mustahil!" Meghan memundurkan langkahnya, dadanya naik turun menahan gelombang emosi yang mendadak menghantam. Menjadi Ratu? Menikahinya? Skenario gila apa lagi yang sedang pria ini susun untuk menghancurkan sisa-sisa kewarasannya?Ralph tidak membiarkan jarak di antara mereka melebar. Ia kembali melangkah maju, memangkas ruang hingga bayangan tubuhnya yang tinggi besar mengurung Meghan di bawah temaram cahaya perapian."Apa yang mustahil bagimu, mudah olehku," ucap Ralph dengan nada mutlak, tanpa keraguan sedikit pun. Di istana ini, di kerajaan ini, titahnya adalah hukum. Jika ia menginginkan seorang selir duduk di tahta tertinggi, maka tidak ada satu pun kepala y
Baca selengkapnya