"Kalau Zahwa belum masuk grup, harusnya salah satu dari kalian ada yang berinisiatif memberi tahu aku atau dia secara langsung, bukan malah menyalahkan kayak gini," bela Devan dengan nada dingin.Irfan berdeham keras, menatap tajam ke arah adik-adiknya, lalu mengibaskan tangan di udara."Sudah, sudah. Nggak perlu diributkan lagi soal baju, yang penting orangnya udah sampai di sini dengan selamat.""kalian." Irfan menunjuk pada Zahwa dan Devan. "Ayo, cepat duduk."Devan dan Zahwa menyalami semua anggota keluarga sebelum ikut duduk di atas sofa.Begitu semua anggota keluarga duduk, Irfan melayangkan sindiran pada Devan."Tumben kali ini kamu bisa pulang, Van? Biasanya kalau Papa suruh pulang, pasti ada aja alasannya. Papa sampai mengira kamu udah lupa jalan pulang."Devan hanya terdiam, nampak tidak berminat untuk menjawab.Debby yang mendengar itu langsung mengusap lengan suaminya. "Sudahlah, Pa... Devan kan sekarang udah pulang, ada Zahwa juga yang menemani. Jangan dimarahi lagi," uca
Terakhir Diperbarui : 2026-05-22 Baca selengkapnya