"Besar banget." Alya dibuat kagum saat masuk ke rumah yang ia survei. Rumahnya besar, dua lantai, dan yang paling membuat Alya merasa kagum adalah kemewahan rumah itu yang terpancar di setiap sudut ruangan. "Ini pasti mahal banget," ucap Alya lagi dengan mata yang takjub.Raka berjalan mendekat, menyusul langkah wanita itu. "Soal harga nggak usah dipikirin, kalau kamu suka, beli aja. Kalau masih mau muter-muter lihat-lihat rumah yang lain, aku temenin," ucap Raka santai. Ia sama sekali tak peduli dengan kondisi fisik rumah atau harganya, hal yang paling ia pikirkan saat ini adalah keamanan perumahan itu untuk Alya dan anak-anak.Alya tampak berpikir, mulai menggigit bibirnya pelan karena bimbang. Tanpa sengaja, Raka melihat gerakan itu."Jangan gigit bibir kamu terus, bisa terluka. Kenapa? Gatal? Mau aku cium?" tanya Raka dengan nada setengah menggoda namun terdengar datar.Alya sontak menutup bibirnya dengan punggung tangan, matanya berkedip menatap Raka dengan penuh kegugupan. "Kamu
Magbasa pa