"Brengsek kamu, Mas! Sudah memegang kendali penuh di Pratama Group, masih saja mau merampas bagianku kelak!" umpat Rendi dengan nafas memburu, matanya memerah penuh dendam.Shinta yang berdiri di dekat jendela hanya terdiam, namun tatapannya tetap menyiratkan ketidakpuasan. "Tapi tetap saja, Ma, Mas... aku merasa ada yang aneh. Bagaimana bisa semuanya terasa begitu pas? Mas Angkasa pergi, Mbak Bintang pergi, lalu sekarang Mas Angkasa bersikap seolah mbak Bintang adalah istrinya.""Sudahlah, Shinta. Kamu jangan memperkeruh suasana," sela Ibu Rahayu dengan nada tidak sabar. "Sekarang fokus kita adalah memastikan Kakek tahu tentang kehamilan ini. Besok Kakek akan datang untuk makan malam keluarga. Rendi, kamu harus bersikap tenang dan tunjukkan pada Kakek kalau kamu adalah calon ayah yang paling baik dan tanggung jawab. Biarkan Angkasa berakting sesukanya, Kakek tidak akan sebodoh itu memberikan hak waris anakmu kepada orang lain."Rendi mengangguk kasar, mencoba menelan bulat-bulat
Terakhir Diperbarui : 2026-06-06 Baca selengkapnya