Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, hingga tak terasa usia kandungan Bintang telah memasuki sembilan bulan. Selama itu pula, situasi di dalam mansion Pratama ibarat bom waktu yang siap meledak kapan saja. Sandiwara dingin terus berjalan, dengan Angkasa yang selalu menjaga Bintang dari balik bayangan.Pagi itu, suasana ruang makan tampak tenang seperti biasanya. Angkasa yang baru saja menyelesaikan sarapannya merapikan jas abu-abu gelapnya, lalu berdiri bersiap untuk berangkat ke kantor. Seperti biasa, dia berpamitan pada ibu tirinya dengan formalitas yang kaku."Saya berangkat dulu," ucap Angkasa datar pada Sang Mama.Sebelum membalikkan tubuh, sepasang mata elang Angkasa bergerak, melirik ke arah Bintang yang duduk di sisi kanannya. Tidak ada kata-kata perpisahan yang terucap di antara mereka, namun tatapan itu sudah lebih dari cukup. Bagai sebuah kode mata yang hanya dimengerti oleh mereka berdua, Angkasa sedang berpamitan pada istri tercintanya.Namun, baru saja Angka
อ่านเพิ่มเติม