Bab 39 "Baiklah," jawabku, lalu kami pun berjalan beriringan menuju restoran hotel bersama-sama. Arthur dengan sigap membukakan pintu untukmu, memberi isyarat agar kamu masuk lebih dulu. Ia mengikuti langkahmu dari belakang, satu tangannya bertumpu lembut di punggungmu sepanjang jalan, menuntunmu menuju sebuah meja dengan pemandangan langsung menghadap ke arah pantai. Setelah kalian duduk, ia mengambil daftar menu dan mulai memindai daftar hidangan yang tersedia dengan ekspresi yang berhati-hati. "Kalau begitu, kira-kira apa yang terlihat enak bagimu, Sayang?" tanyanya pelan. "Aku sedang memikirkan sesuatu yang ringan tapi cukup mengenyangkan, supaya perut terasa nyaman." Matanya beralih menatapmu di balik tepi buku menu, sebuah senyum jahil mulai mengembang di bibirnya. "Atau... bagaimana kalau kita pesan layanan kamar saja sekalian?" usulnya dengan nada menggoda. "Biar hemat waktu... untuk persiap
Last Updated : 2026-07-02 Read more