"Siapa yang mengikuti kita?" tanya Adrian sambil berulang kali melirik kaca spion tengah."Jadi mereka mulai bergerak ..." desis Almira pelan. Suara tenangnya perlahan lenyap, berganti dengan intonasi dingin penuh perhitungan."Tenang, Almira. Mungkin hanya perasaan kamu saja," jawab Adrian berusaha menenangkan, meski tangannya di lingkar kemudi mulai mencengkram erat."Coba saja banting setir kalau tidak percaya," cetus Zena dari kursi belakang dengan nada datar tanpa ekspresi.Adrian melirik ke arah Almira yang duduk di sampingnya. Gadis itu seketika membenahi posisi duduknya dan berusaha memasang wajah setenang dan selugu mungkin."Apa kamu punya tunggakan pinjol yang belum dibayar?" tanya Adrian tiba-tiba.“Ya ampun, biasanya aku yang bicara absurd begitu. Kenapa Dokter Adrian malah ikut-ikutan?” gumam Almira dalam hati, menahan napas."Aku nggak punya cicilan pinjaman online, Dokter!" sahut Almira tak kalah konyol. "Muka imut begini mana cocok dikejar-kejar debt collector!""Ben
Read more