"Apa kamu ingin mengusirku dari sini?"Sarah yang tidak mengerti arah pertanyaan Rama, langsung terlihat agak muram.Melihat Sarah malah berpikir sembarangan, Rama buru-buru melambaikan tangan. "Bukan, bukan! Kamu salah paham.""Lalu apa maksudnya?" tanya Sarah lagi.Rama tersenyum agak jahil. "Nanti kamu renungin aja pas lagi sendirian. Yang jelas, maksudnya bukan mau mengusirmu, aku justru ingin kamu di sini selamanya."Kemudian, Rama berdiri, lalu mengambil bekal yang disiapkan Sarah.Selesai itu, Rama langsung keluar rumah, meninggalkan Sarah yang menatap punggungnya dengan terheran-heran.Setibanya di rumah Wiguna, Rama melihat beberapa pemburu desa sudah berkumpul di halaman.Mereka sedang memeriksa tombak, anak panah, dan berbagai perlengkapan berburu."Rama!" Wiguna melambaikan tangan, "Kau benar-benar datang."Rama tersenyum. "Iya, Paman."Wiguna mengangguk puas, kemudian ia mengernyit. "Sepertinya kamu belum punya busur, ya?"Rama menggeleng. "Iya, Paman. Aku memang nggak pu
Baca selengkapnya