Setelah puas berkeliling dan kaki mulai terasa penat, gurat lelah bercampur lapar mulai tercermin dari wajah kecil Ibrahim. Rangga kemudian mengajak mereka menuju area kuliner. "Maria, kita makan dulu. Aku sudah lapar."Maria mengangguk.Restoran di sana ditata apik dengan konsep modern-industrial, berderet stan makanan lokal hingga internasional yang menyajikan aroma menggoda. Mulai dari bakso malang yang mengepul hangat, jajaran masakan Jepang, hingga wafel manis yang menguar di udara. Saat itu langit Batu mulai menumpahkan gerimis, membuat area kuliner itu menjadi tempat berteduh yang paling diburu pengunjung.Rangga memilih meja bundar di sudut yang agak tenang. "Maria, kamu mau makan apa?""Nasi goreng Taiwan saja, Mas.""Oke. A'im aku pesankan nasi putih dan ikan bakar manis. Dia mau, kan.""Iya," jawab Maria.Akhirnya tak hanya itu saja, Rangga memesan banyak hidangan. Semangkuk bakso urat, dimsum, kentang goreng untuk Ibrahim, serta beberapa cangkir minuman hangat. Rangga mera
Read more