"Apakah engkau, Ethan Vance, bersedia mengambil Tiffany Sinclair sebagai istrimu?" tanya pendeta itu dengan suara yang terdengar jauh lebih hati-hati.Tidak ada jeda dramatis atau tatapan penuh cinta yang saling dilemparkan. Ethan menatap lurus ke arah altar depan, suaranya membelah kesunyian katedral bagaikan pedang baja yang ditarik dari sarungnya."Aku bersedia," jawab Ethan singkat, suaranya berat, tegas, dan bergema kuat menghantam setiap sudut katedral tanpa memerlukan bantuan pelantang suara.Pendeta beralih menatap Tiffany, menunggu jawaban dari wanita yang sejak awal memancarkan ketenangan yang tidak wajar bagi seorang pengantin."Apakah engkau, Tiffany Sinclair, bersedia mengambil Ethan Vance sebagai suamimu?"Tiffany menegakkan dagunya, matanya tidak melirik ke arah Christian yang diam-diam memperhatikan responsnya dari seberang altar. Dia tidak membutuhkan janji cinta yang manis, karena ikatan ini dibangun di atas kertas kontrak yang jauh lebih bernilai dari seribu o
Magbasa pa