Sesampainya di rumah sakit, Citra segera melangkah menuju ruang rawat inap Nayla. Emosi dan kekesalan yang sempat membakar dadanya setelah bertemu Bastian perlahan luruh, tergantikan oleh rasa rindu yang membuncah pada sang putri.Saat pintu kamar dibuka, Citra mendapati Nayla sedang bersandar lemas di ranjangnya. Suster benar-benar menjaganya dengan baik. Suhu tubuh bocah kecil itu memang sudah turun, kulitnya tidak lagi panas seperti tadi malam. Namun, hati Citra mencelos melihat kondisi putrinya. Nayla tampak sangat lemah, matanya sayu, dan wajahnya begitu pias seolah tidak memiliki tenaga bahkan hanya untuk mengangkat tangan mungilnya."Mama..." panggil Nayla lirih, suaranya hampir menyerupai bisikan."Iya, Sayang. Mama di sini," Citra mendekat, menggenggam jemari Nayla yang terasa dingin. Baru saja Citra hendak mengecup kening putrinya, pintu kamar terbuka. Seorang dokter spesialis anak masuk dengan wajah yang tampak sangat serius, didampingi oleh seorang suster."Ibu Citra? Kebe
Terakhir Diperbarui : 2026-06-07 Baca selengkapnya