Pukul sepuluh tepat, Reyhan akhirnya bangkit. Ia membersihkan diri dan melajukan mobilnya menuju kantor. Berdiri menatap gedung tempatnya menghabiskan waktu selama ini, ia menyesap es kopinya, lalu melangkah masuk dengan santai. Hari ini, ia datang untuk mengundurkan diri. “Anda terlambat,” suara mekanis mesin absensi menyapa saat ia menempelkan kartu. Reyhan melenggang santai melewatinya. Keputusannya sudah final. "Kak Rey, kok baru dateng? Pak Indra udah ngamuk dari pagi tadi. Mood-nya lagi hancur parah, mending Kakak pura-pura sakit aja deh biar nggak kena semprot," bisik Nur cemas. "Nggak usah khawatir, Nur. Kamu sendiri gimana? Belum sarapan, kan? Nih, aku bawain makanan buat kamu," ucap Reyhan seraya menyodorkan sekotak nasi. "Wah, makasih banyak, Kak Rey!" Wajah Nur seketika berseri-seri menyambut makanan tersebut. "Makan yang pelan-pelan, jangan sampai keselek," balas Reyhan dengan nada geli. "Semoga beruntung hari ini, Kak Rey," gadis cantik itu memberikan lambaian se
Last Updated : 2026-07-14 Read more