"Sekali ini saja." Mona kembali memohon dengan tatapan berkaca-kaca.Reyhan melepaskan lengan Mona. Reyhan mengusap wajahnya dengan kasar."Saya tidak ingin melihat perdebatan ini lagi, saya ingin proyek yang sedang dijalankan suami saya berjalan lancar dan...,""Ini untuk pertama dan terakhir kalinya," kata Reyhan.Suaranya tegas dan penuh penekanan."Baik." Mona tersenyum.Reyhan bangun dari duduknya. "Apakah hari ini saya perlu mengantar Nyonya pergi?"Mona terdiam, dia mulai berpikir."Saya harus kembali ke kamar, ada yang harus saya urus," katanya.Mona mengangguk paham. "Kau bisa istirahat, saya akan segera transfer uangnya ke...,""Saya tidak ingin uang, jangan kirim uang!" Reyhan menolak."Loh, kenapa?" Mona mengernyitkan dahinya."Saya akan berbohong demi Nyonya, tapi jangan kirim uang pada saya lagi karena uang yang diberikan Tuan pada saya sudah banyak," jelasnya."Hm, baiklah." Mona tidak bisa memaksa.Reyhan membungkuk sopan, setelah itu dia pergi dari ruangan dan meningg
Última actualización : 2026-07-09 Leer más