Share

7. Rencana Musuh

Author: rindiyoon
last update publish date: 2026-07-07 18:46:00

Menit berlalu. Tubuh Reyhan lemas. Reyhan tidak mengerti kenapa pikirannya sangat kotor pada Mona, nyonya muda.

"Brengsek!" Reyhan mengumpat.

Reyhan menyelesaikan mandinya. Setelah itu keluar dengan menggunakan handuk di pinggangnya. Reyhan melangkah menuju meja.

Ponselnya bergetar ada pesan masuk dari seseorang, dan Reyhan segera membuka pesan tersebut.

[Naya: Reyhan, kapan kamu bisa menjenguk adikmu? Dia merindukan kamu.]

Mata Reyhan mulai berkaca-kaca, walaupun tubuhnya besar seperti preman,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bodyguard Kesayangan Nyonya Muda   9. Berbohong

    "Sekali ini saja." Mona kembali memohon dengan tatapan berkaca-kaca.Reyhan melepaskan lengan Mona. Reyhan mengusap wajahnya dengan kasar."Saya tidak ingin melihat perdebatan ini lagi, saya ingin proyek yang sedang dijalankan suami saya berjalan lancar dan...,""Ini untuk pertama dan terakhir kalinya," kata Reyhan.Suaranya tegas dan penuh penekanan."Baik." Mona tersenyum.Reyhan bangun dari duduknya. "Apakah hari ini saya perlu mengantar Nyonya pergi?"Mona terdiam, dia mulai berpikir."Saya harus kembali ke kamar, ada yang harus saya urus," katanya.Mona mengangguk paham. "Kau bisa istirahat, saya akan segera transfer uangnya ke...,""Saya tidak ingin uang, jangan kirim uang!" Reyhan menolak."Loh, kenapa?" Mona mengernyitkan dahinya."Saya akan berbohong demi Nyonya, tapi jangan kirim uang pada saya lagi karena uang yang diberikan Tuan pada saya sudah banyak," jelasnya."Hm, baiklah." Mona tidak bisa memaksa.Reyhan membungkuk sopan, setelah itu dia pergi dari ruangan dan meningg

  • Bodyguard Kesayangan Nyonya Muda   8. Ujian Tak Terduga

    Tanpa malu Mona berjalan menghampiri Reyhan dengan pakaian yang sangat seksi. Rok mini, dengan kaos minim yang memperlihatkan belahan dadanya yang montok sempurna."Apakah semalam kamu menikmatinya, Rey?" Mona berbisik.Saat ini Mona berdiri disamping Reyhan dengan tangan yang menyentuh pundak.Tenggorokan Reyhan terasa tercekat, dia merasa dirinya sedang mendapatkan ujian tak terduga. Ujian yang hanya bisa didapatkan seorang bodyguard sang nyonya muda."Reyhan," bisik Mona lagi.Bibirnya hampir menyentuh kulit telinga Reyhan."Nyo ... Nyonya, jangan seperti ini." Reyhan gugup.Kakinya mulai melangkah mundur, dia ingin menjaga jarak. Apalagi di rumah mewah ini memiliki banyak CCTV, dan Reyhan tidak ingin dirinya masuk ke dalam CCTV tersembunyi yang sengaja dipasang Jordan."Kamu tidak menjawab pertanyaan saya!" Mona menatap tajam."Pertanyaan apa?""Apakah semalam kamu menikmatinya saat kita berdua di kamar?" tanya Mona dengan berbisik lagi."Apakah nyonya mengingat sesuatu?" Bukannya

  • Bodyguard Kesayangan Nyonya Muda   7. Rencana Musuh

    Menit berlalu. Tubuh Reyhan lemas. Reyhan tidak mengerti kenapa pikirannya sangat kotor pada Mona, nyonya muda."Brengsek!" Reyhan mengumpat.Reyhan menyelesaikan mandinya. Setelah itu keluar dengan menggunakan handuk di pinggangnya. Reyhan melangkah menuju meja.Ponselnya bergetar ada pesan masuk dari seseorang, dan Reyhan segera membuka pesan tersebut.[Naya: Reyhan, kapan kamu bisa menjenguk adikmu? Dia merindukan kamu.]Mata Reyhan mulai berkaca-kaca, walaupun tubuhnya besar seperti preman, tapi hatinya hello kitty jika sudah membahas adiknya, Dea.Reyhan segera membalas pesan itu dan menyimpan ponselnya kembali di atas meja. Reyhan melangkah menuju lemari dan memilih pakaian tidurnya."Setelah besok selesai kerja, aku harus menyempatkan diri bertemu Dea," gumamnya.Setelah menggunakan pakaian. Reyhan mulai membaringkan tubuhnya. Reyhan menatap langit-langit kamar yang sudah menjadi temannya selama beberapa tahun.Selama Reyhan menjadi bodyguard di keluarga Henderson, Reyhan tidak

  • Bodyguard Kesayangan Nyonya Muda   6. Nyaris Melupakan Batas

    Mona tidak hanya menduduki tubuh besar Reyhan, tapi Mona menjatuhkan tubuhnya dan menempelkan bibirnya pada bibir Reyhan.Reyhan terkejut setengah mati saat bibirnya saling menempel. Namun, mata Mona terpejam.Sepertinya Mona pingsan, pikir Reyhan."MONA!"Seseorang teriak dari dalam kamar, dan suara itu terdengar sangat familiar ditelinga Reyhan. Reyhan langsung menyingkirkan tubuh Mona ke samping, lalu Reyhan bangun dari baringnya."Reyhan!" Seseorang masuk ke dalam kamar. Reyhan segera menunduk sopan pada seseorang itu."Selamat malam, Tuan Jordan." Reyhan menyapa.Jordan melangkahkan kakinya menuju ranjang. Reyhan mulai melangkah mundur kebelakang, dan keringat dingin keluar dengan cukup banyak dari tubuhnya."Kenapa dengan istri saya? Kenapa kalian ada...,""Maafkan saya, Tuan." Reyhan segera meminta maaf. "Saya baru datang dan melihat Nyonya seperti ini, saya diberitahu oleh temannya Nyonya Mona," jelasnya.Jordan mengusap wajahnya dengan kasar. Jordan segera membenarkan pakaia

  • Bodyguard Kesayangan Nyonya Muda   5. Tak Sadarkan Diri

    Tanpa menoleh, Reyhan mengatakan. "Saya tidak ada tenaga untuk berdebat dengan anda!" Suaranya sangat tegas."Bukankah mengawal Nyonya banyak waktu istirahat? Tidak seperti mengawal Tuan," sindirnya.Reyhan mengepalkan tangannya."Baru hari pertama sudah terlihat lelah, sebenarnya kau mengantar Nyonya ke mana? Ke hotel?" Suaranya mulai pelan.Reyhan langsung membalikkan tubuhnya, bahkan paper bag yang ia bawa mulai terjatuh di lantai."Anton, bisakah kau berhenti mencari masalah dengan saya!"Reyhan menarik kerah baju pria yang ada didepannya. Pria yang sejak tadi sudah memancing amarahnya.Pria yang bernama Anton mulai takut, wajahnya pucat, tapi bibirnya tersenyum miring."Kalau tidak pergi ke hotel, kenapa marah?" Anton tidak jera bahkan tatapannya melirik pada paper bag. "Lihat, baru hari pertama sudah dibelikan banyak barang-barang."Reyhan sudah tidak bisa menahan emosinya. Reyhan hampir saja menghajar Anton, tapi untung saja ada Ane yang menengahi mereka."Ya ampun, kalian ini

  • Bodyguard Kesayangan Nyonya Muda   4. Batasan

    "Maaf Nyonya, saya hanya pengawal, jadi saya berdiri di sini saja," ucap Reyhan.Dengan tubuh kekar dan berdiri tegak, Reyhan memang terlihat seperti prajurit, tapi ia hanya seorang bodyguard. "Baiklah." Mona tidak ingin protes lagi.Mona membuka laptop yang ada di atas meja dan menyalakannya. Sesekali Mona memergoki Reyhan yang sedang mengamati situasi di ruangan. Mona menggeleng-gelengkan kepalanya.Jordan memang tidak salah pilih memilih seorang bodyguard. Reyhan memang kaku dan sangat profesional. Namun, apakah sikap profesional akan selalu diterapkan oleh Reyhan jika majikannya seperti Mona?Entahlah, hanya waktu yang bisa menjawab semuanya."Saya harus meeting online, kau bisa keluar dari ruangan jika merasa bosan," kata Mona."Saya bisa di sini sampai Nyonya selesai.""Hm." Mona hanya berdehem.Suasana di ruangan kembali hening dan tidak ada pembicaraan apapun. Mona mulai melakukan meeting online melalui laptop, dan Reyhan hanya bisa menatap serta mendengarkannya.Reyhan menat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status