"Katakan padaku, Amira... apa kau sengaja memakai parfum murahan untuk merayuku, agar bisa naik ke ranjangku?" "TIDAK YANG MULIA!!" Amira memekik histeris. "Saya tidak pernah memakai apa pun untuk merayu atau apa pun, Yang Mulia! Saya bersumpah!" Amira menunduk cepat, mencoba memalingkan wajahnya dari intimasi yang mengubur kesadarannya.Rayyan bergerak kasar, ibu jarinya mengusap bibir ranum Amira dengan penekanan yang menyakitkan untuk memaksa wajah wanita ini menghadapnya. "Hey, hey... tenanglah, Pelayan. Baiklah. Jika kau menolak mengakuinya, kita tinggal membuktikannya saja sekarang, bukan? Apakah kau memakai parfum atau tidak?"Sebelum Amira sempat memproses kalimat tersebut, Rayyan sudah memajukan wajahnya dengan brutal. Pria itu menyerbu leher jenjang Amira, menenggelamkan wajahnya di sana dan memberikan ciuman serta gigitan yang kasar, menghisap kulit sensitif gadis itu tanpa belas kasihan."Nnghh... l-lepaskan..." Amira memberontak, tangan kecilnya memukul dada Rayyan deng
Last Updated : 2026-06-09 Read more