“Sarah, lo tadi dibantu sama Kafka ya? Sekelas heboh banget,”Panji yang baru saja kembali dari ruang OSIS menghampiri Sarah yang sedang merapikan meja, gadis itu kebagian piket mengelap meja hari ini. Sarah mendongak. “Dipaksa sama Haykal, lagian tuh cowok nginjek buku tulis punya Karina. Apa nggak ngamuk tuh entar nenek lampir?” desis Sarah dengan suara pelan sekali, wajahnya celingukan ke arah belakang, jaga-jaga siapa tau Karina mendengar suaranya.“Ya … tetap aja, gue kira dia bakalan cuek sama lo. Secara kan, Kafka deketnya sama Olivia, mana mau dia bantuin orang lain selain Olivia.” tambah Panji, cowok itu sudah duduk di atas meja milik Sarah.Sarah melihat Panji duduk diatas meja yang baru saja dibersihkan langsung memukul lengan cowok itu kencang. “Panji! Ini baru selesai gue lap, Ihh!” Sarah mendorong tubuh Panji agar turun dari mejanya.“Aduh, Sori. Lupa banget, lap lagi aja.” jawab Panji santai. “Enteng banget tuh mulut ngomong, lo lah! Lo yang duduk, lihat tuh ada bekas p
Baca selengkapnya