"Alesha…"Suara itu terdengar samar, seperti dipanggil dari kejauhan. Perlahan, kelopak mata Alesha bergerak, mencoba membuka diri melawan cahaya lampu kamar yang terasa menyilaukan. Bau minyak kayu putih menyengat di hidungnya, dan ada sesuatu yang dingin menempel di keningnya."Alesha, sayang… kamu dengar Mama?"Suara Helena. Penuh kekhawatiran.Alesha mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya benar-benar terbangun. Ia mendapati dirinya berbaring di ranjangnya sendiri, masih mengenakan gaun pertunangan yang tadi malam ia kenakan dengan penuh harap. Untuk sesaat, pikirannya kosong. Namun begitu ingatan tentang ballroom, tentang Kaivan, tentang Vanessa kembali memenuhi kepalanya satu per satu, dadanya langsung terasa seperti diremas.Ia jatuh pingsan di depan semua orang.Rasa malu yang sempat tertunda saat tubuhnya kehilangan kesadaran kini kembali menghantam, kali ini berlipat ganda."Aku… kenapa aku di sini?" suara Alesha terdengar serak."Kamu pingsan, Sayang. Papa yang menggotongm
Terakhir Diperbarui : 2026-06-16 Baca selengkapnya