“Batalkan pernikahanmu, aku hamil anak calon suamimu!”Senyuman lebar ini perlahan hambar. Tepat satu hari sebelum pernikahanku bersama Nicky, kabar buruk tiba-tiba datang.Ucapan Diana, sahabatku sejak SMA, bagaikan belati yang menusuk dalam. Aku tertawa getir, kugelengkan kepala ini pelan.“Tapi, Di–”“Maaf, Moza. Aku harus jujur, selama ini aku dan Nicky menjalin hubungan di belakangmu. Maaf, diam-diam aku mencintainya!” ucap Diana.“Tidak, Di. Apa kamu pikir aku harus percaya pada semua ucapanmu? Tidak! Besok adalah hari pernikahan kami. Semua persiapan sudah matang, kamu jangan seenaknya mengerjaiku. Ini tidak lucu!” sanggahku.Aku masih bisa berpikir positif, walaupun tidak kupungkiri, hatiku sakit.“Tapi sayangnya kamu harus percaya, Za. Maaf, aku tidak bisa meneruskan rencana pernikahan kita. Ada anak yang harus aku pertanggung jawabkan di dalam perut Diana. Aku minta maaf!” timpal Nicky. Dia baru saja datang dan membenarkan ucapan Diana.Bagai disambar petir, tubuhku seakan t
Terakhir Diperbarui : 2026-06-19 Baca selengkapnya