Malam sudah semakin larut, Arka sudah tertidur lelap di samping Gia. Namun perempuan itu? Matanya seperti enggan terpejam, bukan karena takut jika ia tidak sengaja melewati batas yang ia buat sendiri di kasur ini, tetapi karena pikirannya mulai berputar kemana mana.Malam itu hujan sudah cukup reda dan sudah tidak ada lagi air yang menetes di kamarnya, namun air itu justru berpindah ke mata indah Gia menjadi air mata yang mengalir deras di sana. Perempuan itu hanya menatap langit langit kamar, tapi pikirannya ada di tempat lain."Aku ga nyangka kalau setelah ini aku akan menjadi istri dari kekasihku ini, thank you ya sayang, kamu sudah membuktikan keseriusan kamu sama aku," ujar Gia dengan senyuman mengembang di hari itu saat ia sedang bersama dengan Reynan, kekasihnya. Gia menyandarkan kepalanya pada bahu Reynan, rasanya saat itu ia menjadi wanita paling bahagia di dunia ini. Sambil menatap hamparan rumput hijau dan beberapa bunga di depannya, Gia merasa hidupnya sudah penuh meskipu
Last Updated : 2026-07-22 Read more