Yono tetap bergeming. Tuduhan yang baru saja meluncur dari bibir manis Citra sama sekali tidak membuat kilat kepanikan muncul di sepasang mata gelapnya. Sebagai pria yang sudah kenyang makan asam garam jalanan, ia tahu persis posisinya; ia tidak pernah menyentuh satu rupiah pun uang solar.Namun, karisma dewasa Yono menangkap sesuatu yang lain dari balik ancaman halus itu. Ini bukan soal angka di atas kertas, melainkan sebuah undangan permainan kekuasaan dari seorang wanita yang terbiasa mengatur segalanya.Yono tersenyum sangat tipis, nyaris tak terlihat, membuat rahang tegasnya makin menonjol. "Kalau memang saya salah, silakan proses sesuai aturan, Bu Citra. Saya nggak takut."Citra sedikit tersentak, tidak menyangka sopir truk di hadapannya memiliki mentalitas sekeras baja. Namun, hal itu justru membuat pupil matanya melebar, dipenuhi obsesi yang makin berkobar. Ia melangkah mundur, kembali ke balik mejanya, lalu menatap Yono dengan pandangan yang sarat akan rencana."Terlalu cepat
Last Updated : 2026-06-26 Read more