Pemandangan erotis di depan matanya sempat membuat Wira terpaku selama beberapa detik. Sebagai pria dewasa dengan naluri normal, desiran darah panas itu sempat mengetuk pintu akal sehatnya. Lembaran kain merah tipis yang tenggelam di balik kulit putih bersih milik Rosa adalah jenis racun dunia yang biasa melumpuhkan iman para lelaki. Namun, kilasan memori tentang wanita yang tengah pingsan di kamar belakang, serta beban utang yang esok hari bisa merenggut nyawanya, mendadak menjadi air es yang menyiram habis letupan gairah tersebut. Wira mengalihkan pandangan. Dengan rahang yang mengeras, ia berbalik membelakangi Rosa, berpura-pura sibuk merapikan kembali jajaran jarum tato steril di atas meja stainless steel. "Turunkan rokmu, Rosa," ujar Wira, suaranya terdengar datar dan dingin, mengabaikan debar abnormal di dadanya. Rosa tidak menyerah begitu saja. Penolakan halus dari Wira justru menjadi bensin yang membakar ego dan nafsunya. Alih-alih merapikan pakaiannya, Rosa justr
Last Updated : 2026-07-03 Read more