Aku mulai mencoba membiasakan diri dengan ritme kerja di sini.Pekerjaanku tak banyak berubah. Berkas yang kutangani masih sama, laporan yang disusun pun tak jauh berbeda dengan sebelumnya.Yang berbeda hanyalah suasananya.Di tempat lamaku, aku sudah hafal kebiasaan setiap orang. Siapa yang paling cerewet saat pagi, siapa yang selalu lupa meletakkan berkas, bahkan siapa yang paling rajin mentraktir kopi ketika target bulanan tercapai.Vira rajin menyapaku, terutama saat dia sibuk dengan berkas dan dokumen yang harus di photo copy. Karena kebetulan ada mesin fotocopy di depan ruanganku. Posisinya sama persis seperti dikantor ku yang dulu. Setidaknya, tidak semua orang memandangku dengan tatapan penuh prasangka.Pagi itu, saat aku baru saja mengaktifkan komputer, terdengar suara ketukan di pintu ruanganku."Permisi."Aku mendongak.Irwan berdiri di depan pintu sambil membawa sebuah kotak berwarna cokelat."Selamat pagi, Bu.""Selamat pagi, Pak Irwan."Beliau meletakkan kotak itu di a
Last Updated : 2026-07-17 Read more