Gemuruh mesin jet pribadi ini meredam detak jantungku yang masih bertalu tidak keruan. Aku bisa merasakan lantai di bawah kakiku bergetar lembut saat badan pesawat mulai terangkat, menembus lapisan awan gelap Edinburgh.Di luar jendela, lampu-lampu kota perlahan mengecil, menjauh, dan akhirnya menghilang ditelan kepekatan langit malam. Aku benar-benar pergi, meninggalkan neraka yang hampir merenggut seluruh hidupku."Minum ini, Clara," sebuah suara berat memecah keheningan yang sempat membekukan ruangan.Dominic Moretti berdiri di dekat sebuah meja bar kecil di sudut kamar, memegang sebuah gelas kristal berisi cairan amber. Ia melangkah mendekat, lalu mengulurkan gelas itu dengan gerakan yang sangat tenang namun tidak menerima penolakan.Aku menatap cairan di dalam gelas itu dengan ragu, lalu mendongak menatap sepasang mata abu-abunya yang tajam."Aku, aku tidak biasa minum alkohol, Tuan," cicitku pelan, merapatkan gaun tidur katun yang diberikan pelayannya tadi sebelum pesawat lepas
Last Updated : 2026-06-27 Read more