Bab 4: Jangan PergiAndika merebahkan tubuh Bilqis ke atas pembaringan dengan gerakan yang teramat pelan, seolah sedang meletakkan porselen paling indah sekaligus paling rapuh di dunia. Dengan tangan gemetar, ia menarik selimut tebal, membungkus tubuh polos gadis itu hingga ke batas dada.Pria itu membungkuk, mendaratkan sebuah kecupan hangat di kening Bilqis yang masih basah oleh sisa air mata. Cukup lama. Ada penyesalan, gairah, dan rasa sayang yang teramat pekat di sana.Dia menyesali perbuatannya yang tak sanggup menanggung hasratnya di siang bolong, tepat setelah ia menyelesaikan operasi pentingnya. Seharusnya dia menyusul Bilqis ke tempat acara wisudanya, memeluk gadis itu, mengucapkan selamat atas keberhasilannya. Seharusnya Andika masih punya waktu untuk melakukan itu, namun keinginan biologis yang kuat dalam dirinya telah mengalahkan akal sehatnya.Bagaimana mungkin dia menemui Bilqis, di saat gairahnya terhadap gadis itu begitu memuncak?!Oh, tidak!Bukannya membawa Bilqis
Last Updated : 2026-07-02 Read more