Aku sempat kira tubuhku akan roboh begitu lewati gerbang rumah itu. Aku kira air mataku akan tumpah tanpa henti, hanyutkan aku, namun ternyata nggak.Yang aku rasakan hanyalah kehampaan. Seolah ada orang yang menyusup ke dalam dadaku dengan tangan bersarung, lalu keruk habis segalanya, jantung, paru-paru, bahkan napasku, sisakan rongga dingin yang hanya bisa ditembus angin.HP-ku bergetar.Sebuah pesan dari Martin muncul, ditulis dengan ketepatan dan formalitas layaknya memo bisnis."Aku sudah tarik pengumuman tentang pertunangan kita. Alasan resmi yang diberikan adalah perbedaan yang nggak dapat didamaikan. Mulai saat ini, kita nggak ada hubungan apa pun lagi. Seluruh aset bersama dibekukan hingga proses peninjauan selesai."Belum sempat aku cerna isi pesan itu, notifikasi lain kembali muncul. Saluran terenkripsi milik keluarga, saluran yang biasanya hanya digunakan untuk pemberitahuan keamanan tingkat tinggi.Pesan dari Ayah.[Putriku, Gemma, resmi dicabut dari keanggotaan keluarga k
Baca selengkapnya