Tepat saat cahaya menyelimuti tubuhku, hiruk-pikuk dunia modern, bayangan gedung-gedung tinggi, hingga mobil Viona yang perlahan menjauh, semuanya memudar di depan mataku.Suara klakson yang biasa memenuhi telinga pun menghilang. Yang tersisa hanya deru angin, suara benturan senjata dari kejauhan, serta bisikan rakyat yang samar terdengar.Ketika membuka mata kembali, aku tidak lagi berdiri di atas lantai keramik yang dingin, melainkan di jalan berbatu hijau yang lembap.Tembok kota di kejauhan tampak tua dan lapuk, panji-panji berkibar diterpa angin. Orang-orang dengan pakaian kain kasar berjalan tergesa-gesa, sementara para pedagang di pinggir jalan sibuk menawarkan beras, tepung, dan minyak. Negeri kelahiranku yang begitu kukenal, namun juga terasa asing setelah sepuluh tahun berlalu, akhirnya kembali muncul di hadapanku."Pembaruan misi sistem: Perbaikan bug ruang dan waktu berhasil. Tuan rumah telah kembali ke ruang dan waktu asal. Mengingat tuan rumah telah menetap selama sepuluh
Read more