Apa Syarat Artikel Yang Bisa Menulis Di Kompas Dibayar?

2026-06-29 17:36:13
103
Share
ABO Personality Quiz
Take a quick quiz to find out whether you‘re Alpha, Beta, or Omega.
Start Test
Write Answer
Ask Question

3 Answers

Jade
Jade
Story Interpreter Photographer
Menulis untuk Kompas dan dibayar? Banyak yang nanya ini. Aku dulu coba-coba kirim, dan setelah beberapa kali ditolak, akhirnya ada satu yang tembus. Aku coba share pemahamanku ya.

Pertama, artikel itu harus benar-benar sesuai dengan karakter Kompas. Bukan sekedar opini biasa, tapi tulisan yang berdasar data, riset, atau punya sudut pandang yang kuat dan konstruktif. Bahasa harus formal tapi enggak kaku, bisa dibaca masyarakat umum tapi tetap berkelas. Topiknya bisa nasional, internasional, ekonomi, sosial budaya, atau sains dan teknologi, tapi harus aktual dan relevan.

Yang sering banget aku liat salah, orang kirim tulisan yang terlalu 'blog' atau curhat personal. Kompas butuh analisis, bukan sekadar pengalaman pribadi. Panjang artikel juga diperhatikan, biasanya antara 600 sampai 1500 kata. Trus, mereka punya sistem yang ketat soal plagiarisme, jadi orisinalitas mutlak. Kalau mau, coba baca-baca rubrik 'Opini' di Kompas.id dulu, biar kebayang standarnya gimana. Terus, jangan lupa kirim via email redaksi yang bener dan lampirin data diri singkat.

Mungkin terdengar ribet, tapi kalau diterima, rasanya puas banget, apalagi dibayar. Jangan langsung menyerah kalau ditolak, komentar editornya kadang bisa jadi bahan belajar buat perbaikan.
2026-07-04 03:24:47
7
Vivienne
Vivienne
Plot Explainer Cashier
Gue pikir intinya sih naskah harus punya 'nilai berita' plus analisis. Harus fresh, bukan tema basi. Harus sesuai dengan visi Kompas sebagai korban serius. Bahasa jangan terlalu akademis banget tapi juga jangan sok gaul. Coba deh baca opini mereka soal isu terkini, amati strukturnya. Kirim, tunggu, kalau ditolak ya coba lagi di kesempatan lain atau cari media lain. Gitu aja kok susah.
2026-07-05 17:34:47
6
Emma
Emma
Spoiler Watcher Teacher
Syukur akhir-akhir ini ada yang nanya soal ini, karena aku juga baru aja ngobrol sama seorang kontributor tetap. Menurut beliau, syarat utamanya sih simple tapi sering disepelein: kedalaman wawasan. Bukan cuman modal nulis bagus.

Kompas mencari kontributor yang punya authority di bidang tertentu. Misal, kamu ahli hukum tata negara atau punya pengalaman lapangan di bidang energi terbarukan. Artikelmu harus bisa nambah perspektif baru untuk pembaca, bukan cuman mengulang berita yang udah ada. Sering banget mereka menolak tulisan yang isinya cuma 'saya setuju' atau 'saya tidak setuju' dengan suatu peristiwa, tanpa memberikan alternatif solusi atau analisis yang mendalam.

Selain itu, gaya penulisan harus sesuai dengan pedoman umum jurnalistik mereka, seperti pengecekan fakta yang ketat dan menjaga netralitas (walau opini, tetap harus berimbang). Jadi, jangan harap tulisan yang bernada sangat provokatif tanpa data bakal diterima. Bayarannya sih lumayan, tapi proses seleksinya itu yang bikin orang kapok.
2026-07-05 19:07:10
8
View All Answers
Scan code to download App

Related Books

Related Questions

Bagaimana cara menulis di Kompas dibayar secara resmi?

3 Answers2026-06-29 15:37:09
So you want to get published in Kompas? Let's talk straight. It's not a 'submission portal' like some online platforms. They run a tight ship. First, forget the idea of just emailing a draft to some generic address. You need to understand their sections. For literary pieces, like short stories or poetry, they have specific pages like 'Cerita Pendek' or 'Puisi' that are curated. The call for submissions for these sometimes appears in the paper itself or on their digital platforms. Payment is professional but not discussed upfront; you'll get a fee schedule and a contract if your piece is accepted. The process is slow, deliberate, and very editorial-heavy. Your best shot is to study the type of writing they've published recently—the tone, the themes, the length. It's not about chasing trends, but about fitting into a legacy publication's very distinct voice. I know a writer who got a short story in after a year of trying; the payment came a month after publication via bank transfer. Don't expect a quick reply or a public leaderboard. It's old-school prestige publishing, and the payment is a formal acknowledgment of that.

Berapa tarif standar menulis di Kompas dibayar per artikel?

3 Answers2026-06-29 19:25:42
Rates at big newspapers aren't something they put on a public menu, so you're not going to find an official 'tarif standar' posted. From what I've gathered over the years, it's rarely a flat number for all writers. Your fee depends heavily on who you are, the kind of piece it is, and which section you're writing for. A short op-ed won't pay the same as a major investigative feature. New freelancers likely start at a lower point, while established columnists or well-known contributors can command significantly more. A friend who contributed a travel piece a few years back mentioned a figure that, at the time, felt pretty decent for a one-off. But that's a single data point, and inflation changes everything. The best way to get a current number is to actually pitch an idea you're confident in. Your negotiation power is higher when they want your specific idea and expertise, not when you're just asking for a general rate sheet. You might get a range or a specific offer only after an editor expresses interest.

Tips meningkatkan peluang menulis di Kompas dibayar sukses?

3 Answers2026-06-29 12:46:34
Mengirim naskah ke Kompas itu susah ya. Dari pengalaman teman-teman yang pernah diterbitin, bukan cuma soal tulisan yang bagus aja. Redaksi Kompas itu punya 'selera' yang spesifik banget, kaya mereka suka feature yang mengangkat isu sosial dengan angle yang human interest tapi tetap data-driven. Jadi kamu harus rajin-rabin baca rubrik 'Kompasiana' di korannya atau yang online buat nangkep gaya bahasa dan tema apa yang lagi sering mereka muat. Gak bisa asal nulis lalu kirim. Yang penting juga, kirimnya harus ke email redaksi yang tepat. Jangan sampe naskah feature kamu masuk ke bagian olahraga. Dan sabar, proses seleksinya lama, kadang sampe berbulan-bulan baru ada kabar, kalo gak ya silent rejection aja. Jadi sambil nunggu, mending terus nulis dan kirim ke media lain juga biar gak putus asa.

Bagaimana proses menulis di Kompas dibayar secara resmi?

1 Answers2026-06-29 10:14:45
Membahas proses pembayaran untuk tulisan di Kompas memang menarik karena menyangkut mekanisme formal di media besar. Kompas menerapkan sistem pembayaran honorarium berdasarkan jenis konten dan kolom yang dimuat. Untuk artikel opini, cerpen, atau tulisan feature, umumnya penulis menerima pembayaran setelah tulisan dipublikasikan di koran cetak atau platform digital resmi. Prosesnya biasanya melibatkan pengisian formulir data diri dan rekening bank oleh penulis, yang kemudian diverifikasi oleh bagian keuangan media. Waktu pembayaran bervariasi, bisa beberapa minggu setelah terbit, tergantung sistem administratif internal mereka. Honorariumnya sendiri tidak bersifat tetap, melainkan ditentukan oleh berbagai faktor seperti panjang tulisan, tingkat kesulitan, dan 'bargaining position' penulis. Penulis yang sudah dikenal atau pakar di bidangnya seringkali memiliki nilai tawar lebih tinggi. Pembayaran dilakukan melalui transfer bank dan dilengkapi dengan bukti potongan pajak sesuai ketentuan perpajakan Indonesia. Bagi penulis pemula, penting untuk memahami bahwa proses ini cukup formal dan membutuhkan kesabaran, berbeda dengan platform digital yang bisa memberikan pembayaran lebih cepat namun dengan tarif yang seringkali lebih rendah. Yang cukup krusial adalah komunikasi jelas dengan editor atau bagian yang menangani pembayaran sejak awal. Pastikan semua persyaratan administrasi terpenuhi agar tidak ada kendala. Beberapa penulis berpengalaman menyarankan untuk mendokumentasikan semua komunikasi terkait honorarium, mulai dari email konfirmasi hingga bukti penerbitan, sebagai langkah antisipasi. Sistem di Kompas memang cenderung birokratis, namun relatif terjamin dibandingkan media yang lebih kecil dengan proses kurang transparan. Akhirnya, melihat nominal yang masuk ke rekening memang memberikan kepuasan tersendiri bahwa karya kita dihargai secara profesional.

Apa saja syarat menulis di Kompas dibayar untuk pemula?

1 Answers2026-06-29 12:17:27
Syarat menulis untuk Kompas dan dibayar bagi pemula sebenarnya bergantung pada jenis kontribusi yang ingin kamu lakukan, karena media sebesar itu punya beberapa 'pintu masuk' dengan kriterianya masing-masing. Yang paling umum dan realistis untuk penulis baru adalah melalui rubrik opini atau esai di koran atau platform digital mereka. Biasanya, redaksi mencari tulisan yang aktual, relevan dengan isu terkini, dan ditulis dengan data serta argumen yang kuat. Naskah harus orisinal dan belum pernah dipublikasikan di media mana pun. Panjang tulisan sering kali dibatasi, sekitar 600-1000 kata untuk opini digital. Kamu perlu mengirimkan naskah ke alamat email redaksi yang ditentukan, lengkap dengan data diri dan nomor kontak. Proses seleksinya ketat karena saingannya banyak, tapi kalau tulisanmu benar-benar menawarkan perspektif baru dan ditulis dengan bahasa yang jernih, peluangnya selalu ada. Selain opini, Kompas juga membuka kesempatan untuk kontributor tetap di sektor tertentu, misalnya untuk review buku, perjalanan, atau teknologi. Untuk jalur ini, biasanya dibutuhkan portofolio tulisan sebelumnya yang menunjukkan expertise di bidang tersebut. Sebagai pemula, membangun portofolio di blog pribadi atau media lain bisa jadi langkah awal yang penting. Soal pembayaran, nominalnya bervariasi tergantung jenis tulisan dan panjangnya, dan biasanya dibayarkan setelah tulisanmu dimuat. Penting untuk menyimpan bukti pemuatan dan menanyakan prosedur pembayaran dengan jelas kepada redaksi setelah tulisanmu diterima. Prosesnya memang tidak instan, tapi melihat namamu tercetak di media ternama dan mendapat honorium pertama rasanya cukup membanggakan sebagai langkah awal karier menulis.

Tips meningkatkan peluang menulis di Kompas dibayar cepat diterima

1 Answers2026-06-29 12:54:28
Menembus rubrik fiksi di Kompas membutuhkan lebih dari sekadar keterampilan teknis menulis; itu tentang memahami ekosistem editorial mereka yang sangat spesifik. Sebagai penulis yang beberapa kali lolos seleksi, saya menemukan bahwa persiapan naskah harus dimulai jauh sebelum kata pertama ditulis. Langkah pertama adalah mempelajari dengan cermat karakter cerpen yang sudah terbit di koran tersebut selama minimal enam bulan terakhir. Perhatikan pola tematik—seringkali ada sentilan sosial, human interest dalam konteks lokal, atau refleksi filosofis yang halus tentang relasi manusia. Gaya bahasa mereka cenderung padat, metaforis tanpa berlebihan, dan klimaksnya seringkali tersirat bukan terang-terangan. Membaca edisi Minggu Kompas menjadi ritual wajib; bukan hanya untuk meniru, tapi untuk menangkap 'nafas' dari selera redaksi. Analisis teknis perlu dilanjutkan dengan strategi pengiriman yang cerdas. Pastikan naskah benar-benar tuntas dan telah melalui beberapa putaran penyuntingan mandiri, karena redaksi Kompas terkenal dengan ketelitiannya terhadap kesalahan ketik atau kalimat yang kurang ketat. Kirimkan di pagi hari kerja, bukan menjelang akhir pekan, agar lebih mungkin dibaca saat tim editorial segar. Cantumkan sinopsis singkat (satu paragraf) di badan email, karena editor seringkali memilah ratusan kiriman hanya dari preview pesan. Yang sering dilupakan: jangan pernah mengirim cerpen yang sudah dipublikasikan di media manapun, termasuk blog pribadi, karena mereka mengutamakan karya perdana. Aspek non-teknis tak kalah krusial. Bangun jejak dengan mengirimkan karya ke rubrik lain di Kompas terlebih dahulu, seperti opini kecil atau puisi, sehingga nama Anda mulai dikenal oleh sistem. Ikuti agenda tematik yang mungkin mereka miliki, seperti momen hari besar nasional atau isu aktual, namun sajikan dengan sudut pandang yang segar dan tidak klise. Kesabaran adalah kunci—biasanya respons memakan waktu beberapa minggu, dan penolakan bukanlah akhir. Setiap cerpen yang dikembalikan seringkali mengandung pelajaran tersendiri tentang selera redaksi; simpan baik-baik dan gunakan sebagai bahan koreksi untuk kiriman berikutnya. Proses ini memang seperti maraton, namun momentum ketika naskah akhirnya tercetak memberikan kepuasan yang sepadan dengan segala upaya disiplin tersebut.
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status