3 Jawaban2026-06-29 15:37:09
So you want to get published in Kompas? Let's talk straight. It's not a 'submission portal' like some online platforms. They run a tight ship. First, forget the idea of just emailing a draft to some generic address. You need to understand their sections. For literary pieces, like short stories or poetry, they have specific pages like 'Cerita Pendek' or 'Puisi' that are curated. The call for submissions for these sometimes appears in the paper itself or on their digital platforms.
Payment is professional but not discussed upfront; you'll get a fee schedule and a contract if your piece is accepted. The process is slow, deliberate, and very editorial-heavy. Your best shot is to study the type of writing they've published recently—the tone, the themes, the length. It's not about chasing trends, but about fitting into a legacy publication's very distinct voice. I know a writer who got a short story in after a year of trying; the payment came a month after publication via bank transfer.
Don't expect a quick reply or a public leaderboard. It's old-school prestige publishing, and the payment is a formal acknowledgment of that.
3 Jawaban2026-06-29 17:36:13
Menulis untuk Kompas dan dibayar? Banyak yang nanya ini. Aku dulu coba-coba kirim, dan setelah beberapa kali ditolak, akhirnya ada satu yang tembus. Aku coba share pemahamanku ya.
Pertama, artikel itu harus benar-benar sesuai dengan karakter Kompas. Bukan sekedar opini biasa, tapi tulisan yang berdasar data, riset, atau punya sudut pandang yang kuat dan konstruktif. Bahasa harus formal tapi enggak kaku, bisa dibaca masyarakat umum tapi tetap berkelas. Topiknya bisa nasional, internasional, ekonomi, sosial budaya, atau sains dan teknologi, tapi harus aktual dan relevan.
Yang sering banget aku liat salah, orang kirim tulisan yang terlalu 'blog' atau curhat personal. Kompas butuh analisis, bukan sekadar pengalaman pribadi. Panjang artikel juga diperhatikan, biasanya antara 600 sampai 1500 kata. Trus, mereka punya sistem yang ketat soal plagiarisme, jadi orisinalitas mutlak. Kalau mau, coba baca-baca rubrik 'Opini' di Kompas.id dulu, biar kebayang standarnya gimana. Terus, jangan lupa kirim via email redaksi yang bener dan lampirin data diri singkat.
Mungkin terdengar ribet, tapi kalau diterima, rasanya puas banget, apalagi dibayar. Jangan langsung menyerah kalau ditolak, komentar editornya kadang bisa jadi bahan belajar buat perbaikan.
3 Jawaban2026-06-29 19:25:42
Rates at big newspapers aren't something they put on a public menu, so you're not going to find an official 'tarif standar' posted. From what I've gathered over the years, it's rarely a flat number for all writers. Your fee depends heavily on who you are, the kind of piece it is, and which section you're writing for. A short op-ed won't pay the same as a major investigative feature. New freelancers likely start at a lower point, while established columnists or well-known contributors can command significantly more.
A friend who contributed a travel piece a few years back mentioned a figure that, at the time, felt pretty decent for a one-off. But that's a single data point, and inflation changes everything. The best way to get a current number is to actually pitch an idea you're confident in. Your negotiation power is higher when they want your specific idea and expertise, not when you're just asking for a general rate sheet. You might get a range or a specific offer only after an editor expresses interest.
1 Jawaban2026-06-29 12:17:27
Syarat menulis untuk Kompas dan dibayar bagi pemula sebenarnya bergantung pada jenis kontribusi yang ingin kamu lakukan, karena media sebesar itu punya beberapa 'pintu masuk' dengan kriterianya masing-masing. Yang paling umum dan realistis untuk penulis baru adalah melalui rubrik opini atau esai di koran atau platform digital mereka. Biasanya, redaksi mencari tulisan yang aktual, relevan dengan isu terkini, dan ditulis dengan data serta argumen yang kuat. Naskah harus orisinal dan belum pernah dipublikasikan di media mana pun. Panjang tulisan sering kali dibatasi, sekitar 600-1000 kata untuk opini digital. Kamu perlu mengirimkan naskah ke alamat email redaksi yang ditentukan, lengkap dengan data diri dan nomor kontak. Proses seleksinya ketat karena saingannya banyak, tapi kalau tulisanmu benar-benar menawarkan perspektif baru dan ditulis dengan bahasa yang jernih, peluangnya selalu ada.
Selain opini, Kompas juga membuka kesempatan untuk kontributor tetap di sektor tertentu, misalnya untuk review buku, perjalanan, atau teknologi. Untuk jalur ini, biasanya dibutuhkan portofolio tulisan sebelumnya yang menunjukkan expertise di bidang tersebut. Sebagai pemula, membangun portofolio di blog pribadi atau media lain bisa jadi langkah awal yang penting. Soal pembayaran, nominalnya bervariasi tergantung jenis tulisan dan panjangnya, dan biasanya dibayarkan setelah tulisanmu dimuat. Penting untuk menyimpan bukti pemuatan dan menanyakan prosedur pembayaran dengan jelas kepada redaksi setelah tulisanmu diterima. Prosesnya memang tidak instan, tapi melihat namamu tercetak di media ternama dan mendapat honorium pertama rasanya cukup membanggakan sebagai langkah awal karier menulis.