5 Respuestas2026-07-16 21:50:38
Ada sesuatu yang menggelitik tentang pertanyaan ini. Aku sempat kepo juga soal Akun TikTok Ah Mas Ramlih, tapi setelah nge-scroll dan tanya ke beberapa teman yang rajin kulineran, kayaknya belum ada akun resmi beliau. Yang sering muncul malah akun fans atau konten repost dari videonya di platform lain. Kalo pun ada, harus hati-hati sama akun palsu yang pake nama beliau buat promo produk atau bahkan scam. Mungkin suatu saat nanti beliau bakal buka akun sendiri, siapa tau? Aku sih bakal langsung follow kalo beneran ada.
Btw, konten kuliner street food ala Malaysia kayak gini emang lagi hits banget di TikTok. Jadi wajar aja banyak yang penasaran sama sosok seperti Ah Mas Ramlih. Aku sendiri suka banget liat video masak-masak gitu, apalagi kalo ada cerita dibaliknya.
5 Respuestas2026-07-16 08:28:59
Pernah lihat video abang-abang jualan nasi goreng yang tiba-tiba bisa nyanyi kayak penyanyi opera? Itu dia Ah Mas Ramlih! Awalnya cuma pedagang nasi goreng biasa di Malaysia, tapi karena satu video where he belted out 'Con Te Partirò' sambil menggoreng, langsung meledak di TikTok. Suaranya yang dalem banget kontras banget sama penampilannya yang santai, bikin orang-orang auto ngumpulin frame itu.
Yang bikin lebih seru, dia tetep rendah hati dan selalu bilang ini cuma 'rezeki dari Tuhan'. Kerennya lagi, dia malah jadi brand ambassador beberapa produk karena aura positifnya. Dari gerobak nasi goreng langsung ke panggung besar—kayak plot sinetron yang beneran terjadi!
5 Respuestas2026-07-16 19:05:40
Kalau ngomongin Ah Mas Ramlih, yang paling viral pasti video 'Jualan Nasgor Pakai Wajan Besar' di pasar malam. Aku pertama kali nemu videonya pas lagi scroll TikTok, terus langsung ketagihan. Gaya masaknya yang ceplas-ceplos ditambah ekspresinya yang natural bikin orang nggak bisa berhenti nonton. Komentar section-nya selalu penuh dengan orang yang ngerespon candaannya atau minta resep. Kocaknya, ada yang sampe bikin versi remix sound effect 'dug-dug' dari woknya!
Yang bikin beda dari kontennya itu aura 'kampung' yang genuine. Nggak ada setting mewah atau dialog scripted—pure street food vibe. Sekarang setiap ada video baru, pasti langsung trending di FYP. Aku sendiri suka nonton ulang videonya pas lagi butuh mood booster.
4 Respuestas2026-07-06 09:06:45
Personal brand Mas Ramli itu terbangun dari kombinasi autentisitas dan konsistensi yang jarang ditemukan. Dari awal, dia enggak cuma jualan martabak, tapi juga jualan cerita dan interaksi. Cara dia ngobrol dengan pelanggan itu kayak ngobrol sama teman lama—casual, ada canda, tapi tetep professional.
Yang bikin makin memorable itu tagline 'Ah Mantap' yang jadi semacam signature. Itu enggak cuma sekadar slogan, tapi udah jadi identitas. Dia pake itu di setiap konten, mulai dari video pendek sampai live streaming, sehingga orang langsung connect. Plus, dia pinter banget manfaatkan media sosial buat memperluas reach tanpa kehilangan 'rasa' lokalnya.
5 Respuestas2026-07-16 23:19:53
Ada satu momen di akhir 2020 yang bikin nama Ah Mas Ramlih tiba-tiba nge-trend di TikTok. Awalnya sih cuma video-video masak biasa di warung nasi padang, tapi gaya bicaranya yang ceplas-ceplos plus ekspresinya yang polos itu bikin orang-orang auto senyum. Yang bikin viral itu pas dia bilang 'Pedasnya nggak main-main' sambil mukanya merah padam—itu video dishare sampe ratusan ribu kali!
Dari situ, netizen pada mulai bikin meme, remix, sampai duet video masaknya. Uniknya, dia nggak ngikutin trend buat jadi influencer, tetap aja jualan nasi padang sambil sesekali ngobrol sama pelanggan yang sengaja dateng buat ketemu langsung. Kesederhanaannya itu justru jadi daya tarik utama.
5 Respuestas2026-07-16 05:04:24
Mengamati bagaimana Ah Mas Ramlih membangun kontennya adalah pengalaman yang menarik. Dia punya cara khas memadukan humor dengan cerita sehari-hari yang relatable. Misalnya, dia sering pakai ekspresi wajah berlebihan dan intonasi suara yang naik-turun untuk memberi penekanan. Yang bikin beda, dia nggak cuma lucu, tapi juga suka selipin pesan moral atau kritik sosial halus. Coba perhatikan timing-nya saat bercerita—dia selalu tahu kapan harus berhenti sejenak buat efek dramatis.
Kalau mau latihan, rekam diri sendiri lalu bandingkan dengan videonya. Perhatikan juga bagaimana dia memilih topik sederhana tapi diolah dengan sudut pandang unik. Kuncinya: jangan cuma menjiplak, tapi temukan versi terbaik dari gaya kita sendiri dengan mengambil inspirasi darinya.
4 Respuestas2026-01-21 18:23:26
Baru saja lagi scroll feed dan nemu postingan Fatimah yang lagi promo—jadi teringat betapa seringnya dia kolab sama brand-brand besar. Menurut pengamatan aku, dia kerap muncul bareng brand kosmetik lokal kayak Wardah dan Emina; itu masuk akal karena vibe-nya memang pas buat make-up natural dan pasar remaja sampai dewasa muda. Selain itu, banyak juga konten endorsenya untuk platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia, yang sering pakai influencer keluarga Halilintar untuk kampanye sale mereka.
Di ranah fashion hijab, namanya sering dikaitkan dengan label-label modest wear seperti Zoya atau Elzatta—entah itu untuk peluncuran koleksi atau lookbook. Dia juga sempat terlihat berkolaborasi dengan marketplace kecantikan seperti Sociolla; maklum, yang ngikutin dia pasti cari rekomendasi produk skincare dan makeup dari orang yang gaya hidupnya relatable. Intinya, Fatimah cukup fleksibel: dari kosmetik, fashion hijab, sampai e-commerce besar—itu tipe kolaborasi yang sering aku lihat di feednya, dan semuanya terasa sesuai dengan audiensnya. Aku suka gimana dia tetap konsisten gaya sambil kerja bareng banyak brand yang benar-benar cocok sama personal branding-nya.