Ada kegembiraan yang nggak bisa disembunyikan setiap kali ada kabar tentang film lokal yang bikin penasaran. Film 'Ah Mantap Mas Ramri' ini termasuk yang banyak ditunggu karena dari trailernya aja udah keluar vibe komedi segar yang jarang ditemuin di layar kaca kita. Kabarnya, film ini bakal tayang di bioskop mulai 15 Desember 2023. Udah deh, tanggal itu bakal aku tandain di kalender dengan spidol neon biar nggak kelewat. Dari beberapa sneak peek yang beredar, akting Mas Ramri kayaknya bakal jadi bumbu utama yang bikin film ini beda dari yang lain.
Yang bikin semakin greget, ini film digarap oleh rumah produksi yang emang punya track record bagus dalam ngolah humor tanpa kehilangan esensi cerita. Jadi, nggak cuma sekadar guyonan receh, tapi ada alur yang bisa bikin penonton terhubung. Aku sendiri udah ngajak temen-temen buat nonton bareng, karena komedi itu lebih seru kalau ditonton ramai-ramai. Semoga aja film ini bisa memenuhi ekspektasi, soalnya jarang-jarang komedi lokal yang beneran bikin ketawa ngakak dari awal sampai akhir.
Ada sesuatu yang menular dari cara Nas Ramli menyelipkan 'ah mantap' dalam obrolannya. Rasanya seperti dia menemukan mantra kecil yang langsung mencairkan suasana. Aku perhatikan itu muncul di momen-momen spontan, kadang sebagai ekspresi kagum, kadang justru untuk bercanda. Bisa jadi itu refleksi kepribadiannya yang easygoing dan apa adanya.
Dari pengamatan di berbagai kontennya, frasa itu berkembang jadi semacam trademark alami. Bukan sekadar catchphrase kosong, tapi semacam jembatan antara dia dan penonton. Lucunya, semakin sering dipakai, semakin terasa autentik - seperti inside joke yang semua orang langsung nyambung.
Ada sesuatu yang segar dari 'Ah Mantap Mas Ramri' yang bikin aku langsung tertarik sejak pertama lihat trailernya. Film ini mengisahkan Ramri, seorang pria biasa yang tiba-tiba dianggap sebagai 'jawara' setelah video aksinya viral. Tapi di balik citra heroiknya, ternyata dia justru sering ketakutan dan awkward dalam situasi nyata. Plotnya berputar sekitar bagaimana Ramri berusaha mempertahankan image-nya sambil menghadapi ekspektasi masyarakat yang makin tinggi. Yang bikin lucu, semua masalahnya justru datang dari kesalahpahaman kecil yang terus meruncing.
Di tengah cerita, ada juga hubungannya dengan seorang wanita yang awalnya skeptis tapi perlahan-lahan melihat sisi humanis Ramri. Endingnya nggak terlalu bombastis, justru lebih ke penyelesaian sederhana yang bikin senyum-senyum sendiri. Film ini berhasil mengemas tema 'kepahlawanan modern' dengan humor cerdas dan sedikit satire tentang budaya viral di media sosial.