Membuat horeg yang enak dan autentik dimulai dari pemilihan bahan yang segar. Aku selalu memastikan ikan yang digunakan benar-benar masih dalam kondisi baik, tidak berbau amis, dan teksturnya masih kenyal. Selain itu, rempah-rempah seperti kunyit, jahe, dan serai harus diiris tipis atau dihaluskan untuk menciptakan aroma yang menggugah selera. Proses memasaknya juga harus perlahan dengan api kecil agar bumbu meresap sempurna ke dalam ikan.
Salah satu rahasia yang kupelajari dari nenek adalah menambahkan sedikit asam jawa atau air jeruk nipis untuk menetralkan bau amis dan memberikan sentuhan segar. Jangan lupa untuk menambahkan santan kental di akhir proses memasak agar kuahnya lebih gurih dan kental. Terakhir, taburan daun kemangi atau daun kunyit muda bisa memberikan aroma tambahan yang membuat horeg semakin autentik dan menggoda.
Horeg adalah salah satu masakan tradisional yang selalu bikin kangen. Aku suka versi yang kuahnya sedikit pedas dengan tambahan cabai rawit utuh. Kuncinya ada di bumbu halusnya: bawang merah, bawang putih, kemiri, dan ketumbar harus ditumis sampai benar-benar harum sebelum ikan dimasukkan. Ini bikin dasar rasa horeg jadi lebih dalam dan kompleks.
Aku juga menemukan trik menarik dari seorang penjual horeg di pasar tradisional - menggunakan ikan kembung atau tongkol sebagai pilihan utama karena dagingnya tebal dan tidak mudah hancur. Penting juga untuk tidak terlalu sering mengaduknya saat dimasak agar ikan tetap utuh. Kalau mau lebih nikmat, biarkan horeg semalaman di kulkas karena rasanya akan semakin meresap keesokan harinya.
Pernah dapat resep horeg dari seorang teman yang berasal dari daerah penghasil horeg terbaik, dan sejak itu resep ini selalu jadi favorit. Yang membedakan adalah penggunaan rempah-rempah segar yang langsung ditumbuk kasar, bukan bubuk. Juga, penting untuk memilih ikan yang tepat - biasanya ikan berkulit tebal seperti kakap atau kerapu. Proses memasaknya tidak boleh terburu-buru, biarkan perlahan sampai bumbu benar-benar meresap. Sentuhan terakhir dengan daun limau purut memberikan aroma segar yang unik.
2026-06-12 07:02:35
16
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Dimanjakan Kelima Saudari Tiriku Yang Cantik
Coco
10
9.2K
“Ah…kak…sudah, Viona tidak bisa lagi…hah.” Suara pekikan yang menggema. Diujung keinginan yang begitu terbakar.
Dirinya tahu ini salah. Tapi ini juga begitu menggoda, sebuah jeritan pelan, disaat bersamaan membalas cumbuannya.
***
Ibu tirinya ingin Rafael menikahi saudari tirinya sendiri. Ada banyak rahasia dalam keluarga konglomerat, termasuk ketidak percayaan pada orang lain.
Ada kalanya sang ibu tiri berkata.
“Rafael, ibu dan ayahmu sudah bercerai. Jadi nikahi dan hamili adikmu, buatlah penerus keluarga Andita. Karena, ibu tidak percaya pada pria lain untuk menjaga adik-adikmu.”
Begitu banyak rahasia, termasuk Rafael yang juga mengalami kelahiran kembali.
“Tapi…jika hanya untuk menjaga mereka—” Kalimat Rafael disela.
“Percayalah…mereka juga menginginkan ini.” Bisikan sang ibu tiri, tersenyum menyeringai pada putra tirinya.
Seorang rekan kerja wanita di kantor pergi ke tempat pijat lima kali dalam seminggu. Tiap kali setelah pergi ke sana, keesokan harinya dia selalu datang ke kantor dengan semangat yang tinggi. Aku tidak bisa menahan diri untuk bertanya padanya, "Apa teknik pijat di tempat itu benar-benar sebagus itu? Kamu sampai pergi lima kali seminggu ke sana?"
Dia menjawab sambil tersenyum, "Tekniknya benar-benar bagus. Kamu akan mengerti setelah mencobanya sendiri."
Akhirnya, aku mengikuti rekan kerja wanita itu ke tempat pijat bernama "Arinda" tersebut. Sejak saat itu, aku juga jadi tidak bisa melepaskan diri.
Tiga tahun kami menikah, suamiku terlihat setia, namun nyatanya dia selingkuh.
Langsung melabraknya adalah hal kolokan, lebih baik aku main cantik dulu
Saat menyewa rumah, apa kalian pernah bertemu dengan pemilik rumah yang cantik?
Aku dan pemilik rumah tinggal berseberangan. Awalnya, aku mengira dia adalah perempuan cantik yang sifatnya cukup dingin. Namun, suatu hari aku benar-benar melihatnya memutar pinggangnya saat menyapu tangga.
Belakangan, kami menjadi akrab satu sama lain, bahkan dia dengan ramahnya mengundangku mengunjungi rumahnya.
Hingga suatu hari, aku bersembunyi di lemari di rumahnya, menyaksikan dia dan suaminya saling bercengkerama dengan mata kepala sendiri.
Aku tak pernah menyangka suami sempurnaku ternyata berniat menduakanku bahkan sebelum pernikahan kami berlangsung, setelah bertahun menjalani kehidupan rumah tangga ideal bak cerita dari negeri dongeng akhirnya harus kuterima kenyataan yang meluluh lantakan impian menua bersama berdua selamaya,sanggupkah aku menjalaninya?
Ada satu tempat di Bandung yang selalu membuatku rindu dengan horegnya, namanya 'Hoream'. Lokasinya agak tersembunyi di sekitar Jalan Sultan Agung, tapi begitu masuk, aroma khas gorengan dan kuah kacangnya langsung menyergap. Mereka punya varian horeg dengan isian daging cincang dan telur puyuh yang legit banget. Tekstur kulitnya pas, tidak terlalu tebal tapi cukup untuk menahan isian yang juicy. Kuah kacangnya juga gurih dengan sentuhan pedas yang bisa disesuaikan. Aku sering ke sana sambil baca novel 'Laskar Pelangi' karena suasana warungnya yang cozy.
Kalau mau alternatif, di Jogja ada 'Horeg Mbah Satinem' dekat Malioboro. Di sini, horegnya lebih tradisional dengan bumbu rempah yang kuat. Isiannya sederhana—tahu dan wortel—tapi racikan bumbunya bikin nagih. Mereka juga menyajikannya dengan lontong atau nasi hangat. Aku suka duduk di bangku panjang sambil ngobrol sama pemilik warung yang ceritanya sudah berjualan sejak era 90-an. Rasanya seperti kembali ke masa kecil.