Membicarakan geguritan gagrag anyar selalu bikin semangat. Ciri utamanya adalah keberanian melanggar konvensi. Bentuknya bisa pendek-pendek seperti haiku atau panjang seperti prosa lirik. Yang menarik, penggunaan diksinya sering mengejutkan—campuran bahasa Jawa halus dengan kasar, atau sisipan bahasa Indonesia/Inggris.
Metaforanya juga lebih segar, kadang mengambil referensi pop culture. Misalnya membandingkan kerinduan dengan buffering video atau lika-liku hidup dengan game level up. Penyair muda sekarang memang kreatif dalam meracik kata!
Kalau mau mengenali geguritan gagrag anyar, lihat saja bagaimana penyairnya bermain-main dengan kata. Iramanya kadang tidak teratur, tetapi punya musikalitas sendiri. Isinya sering merupakan potret kehidupan urban atau refleksi personal yang ditulis dengan gaya santai. Bahasanya tetap Jawa, tetapi dengan vocabulary yang diperluas—mirip bagaimana bahasa sehari-hari kita sekarang.
Geguritan gaya baru ini cirinya mirip seperti percakapan zaman now—langsung, apa adanya, tapi penuh makna tersembunyi. Nggak heran banyak yang suka karena mudah dicerna tetapi tetap dalam. Penyairnya seperti bercerita dengan pembaca, bukan menggurui. Kadang ada unsur humor atau ironi halus yang bikin senyum-senyum sendiri.
Geguritan gagrag anyar itu seperti angin segar di dunia sastra Jawa. Bahasa yang dipakai biasanya lebih cair, nggak terlalu kaku dengan pakem-pakem lama. Uniknya, meski bentuknya bebas, tetap ada ritme tertentu yang membuatnya enak dibaca. Tema-temanya juga lebih beragam, dari yang ringan sampai berat, tapi selalu ada sentuhan kekinian. Aku suka karena rasanya lebih dekat dengan kehidupan kita sekarang.
Ada sesuatu yang segar dalam geguritan gagrag anyar yang bikin aku selalu penasaran. Kalau dilihat dari struktur, biasanya lebih fleksibel dibanding geguritan tradisional. Nggak terikat sama aturan guru lagu atau guru wilangan yang ketat. Isinya sering lebih personal, kadang nyeleneh, tapi justru itu yang bikin relatable.
Bahasa yang dipakai juga lebih modern, kadang campur dengan slang atau istilah kekinian. Tema-temanya sering tentang kehidupan sehari-hari, masalah sosial, atau bahkan kritik halus yang dikemas dengan kreatif. Yang jelas, geguritan model gini lebih 'hidup' dan gampang dinikmati anak muda.
2026-06-26 03:42:05
2
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Buku Terkait
Bercerai Dari Kaisar!
Lalapoo
9.2
18.7K
Laticia Valcrren akhirnya setuju bercerai setelah kedua orang tuanya mati dieksekusi karena tuduhan pengkhianatan. Namun lelaki yang menghancurkan hidupnya—suaminya sendiri, sang kaisar—menolak melepaskannya.
Tidak lagi memiliki cinta yang tersisa, Laticia bersumpah akan menghancurkan pria itu, bahkan jika ia harus menyeret seluruh kekaisaran jatuh bersamanya.
Aku jenius yang menguasai segalanya. Tapi apa gunanya… jika aku hanya punya satu bulan untuk hidup?
Li Mingzi adalah anomali dalam dunia kultivasi. Di usia 22 tahun, dia telah menguasai beladiri, feng shui, pengobatan, racun, hingga formasi kuno, pencapaian yang biasanya membutuhkan ratusan tahun.
Dia ditakdirkan menjadi pewaris Aula Bintang.
Lalu kutukan itu datang.
Darah Emas, kekuatan yang seharusnya menjadi berkah, justru berubah menjadi racun yang menggerogoti tubuhnya dari dalam.
Waktu tersisa tiga puluh hari.
Satu-satunya cara untuk bertahan hidup… adalah melalui kultivasi ganda dengan tujuh wanita yang telah ditentukan sejak lama.
Masalahnya?
Li Mingzi, yang tak terkalahkan dalam pertempuran dan tak tertandingi dalam ilmu… tidak tahu apa-apa tentang hati wanita.
Tujuh wanita. Tujuh rintangan. Satu nyawa yang terus terkikis.
Di saat yang sama, bayang-bayang masa lalu mulai bangkit, pengkhianat di Aula Bintang, musuh yang bergerak dalam diam, dan rahasia ribuan tahun yang perlahan terkuak.
Li Mingzi bisa menaklukkan musuh mana pun.
Tapi kali ini… bisakah dia menaklukkan tujuh hati sebelum waktunya habis?
Nayla Pratama diharuskan menikah dengan Zavier yang mengalami cedera otak dan koma, karena dia membutuhkan biaya pengobatan adiknya dan sebagai imbalan, semua itu akan ditanggung oleh keluarga Abraham.
Selama dua tahun merawat Zavier di rumah terpisah dengan keluarga besar Abraham, Nayla mulai mencintai laki-laki itu dan merawatnya dengan tulus, bahkan tak lagi memikirkan imbalan apa yang akan ia terima dari keluarga Abraham.
Dua tahun berlalu setelah siuman, dan selama itu pula Nayla merasa, Zavier hanya memanfaatkan tubuhnya sebagai pelampiasan nafsunya tanpa dapat memberikan perasaan cinta yang selama ini dia berikan pada Zavier sepenuh hati.
Bahkan, Zavier selalu mengunjungi Sefia Putri, mantan kekasihnya yang tetap dipertahankan oleh Zavier, sebab ia masih yakin jika Sefia-lah orang yang selama ini merawatnya dan menganggap Nayla hanya seorang istri bayaran yang hanya membutuhkan uang.
Nayla akhirnya menuntut cerai pada Zavier sebab ia tak kuasa lagi menahan perasaan cinta tak berbalas yang selama ini ia berikan. Apakah Zavier menerima Perceraian ini?
Tentu saja tidak!
Simak ceritanya lebih lanjut, bagaimana mereka akan dipertemukan dan menghadapi konflik yang membuat emosi Anda naik turun!
Istriku selalu tidak suka membawa kunci. Namun kali ini, dia mengganti kunci pintu rumah dari kunci sandi menjadi kunci model lama yang harus diputar dengan anak kunci. Bahkan saat mandi pun dia akan mengunci pintu rumah.
Setiap kali aku pulang, aku harus meneleponnya dulu, setelah dia membukakan, barulah aku bisa masuk.
Aku tidak bisa menerima penghinaan seperti ini.
Di acara kumpul keluarga, aku pun mengeluarkan surat perjanjian cerai.
Semua orang mengira aku hanya mabuk dan sedang bercanda.
Istriku menampar wajahku dengan keras, lalu menatapku dengan penuh amarah.
"Cuma menelepon dulu saja, susah sekali? Bukankah dulu kamu berjanji akan menghormatiku seumur hidup!"
Aku menatapnya dengan dingin, lalu tersenyum sinis.
"Kalau sudah bercerai dan aku langsung nggak pulang lagi, bukankah itu justru lebih menghormatimu?"
Arga meminta ijin untuk menikah lagi dengan mantan tunangannya yang sempat hilang. Sebagai syarat, Naima, istri Arga meminta waktu tiga puluh hari. Seharusnya Arga bahagia dan senang, karena setelah tiga puluh hari, Naima memberinya ijin untuk menikah lagi. Namun ternyata, dalam waktu tiga puluh hari, banyak sesuatu yang tak pernah Arga ketahui tiba-tiba terungkap satu demi satu. Ada rahasia yang Naima sembunyikan. Akankah Arga melanjutkan pernikahan keduanya setelah mengetahui rahasia tersebut? Rahasia apa yang disembunyikan Naima dari Arga?
"Jangan gerak! Jangan gerak sembarangan lagi."
Di hari ulang tahun ke-20 ini, aku sengaja mengenakan celana dalam tali hitam dengan kain yang sangat minim, lalu berterus terang kepada waliku yang dingin, Garry Adnan, di tepi kolam renang pribadi.
Dia membungkusku rapat dengan handuk mandi, sementara di sisi lain dia berganti celana renang dan mengajariku cara mengapung secara langsung di dalam air. Di balik baju renang ketat yang kolot itu tidak ada kawat yang menahan, sehingga di tengah riak air yang bergelombang, dadaku yang padat bergesekan tanpa celah dengan otot perut miliknya yang kokoh.
Di tengah kepanikan yang membuat kami saling membelit, aku layaknya gurita yang ketakutan lalu memeluk pinggangnya erat dengan kedua kaki. Terhalang oleh dua lapis kain yang basah kuyup, bagian bawah perutnya yang sangat panas terbangun dengan cepat, lalu menekan kasar di antara pangkal pahaku dan tertanam dalam di sela-sela bagian tubuhku yang paling lembut.
Menhera itu istilah slang yang sering dipakai di komunitas Jepang buat ngejelasin orang yang punya tanda-tanda gangguan mental, tapi enggak sampai level diagnosa resmi. Aku pertama kenal istilah ini lewat karakter anime kayak 'Neon Genesis Evangelion' yang Shinji-nya suka overthinking dan menarik diri. Cirinya bisa macam-macam: dari sering panik tanpa alasan jelas, sampe kebiasaan self-harm yang disembunyiin di balik senyum manis. Mereka sering banget pura-pura happy di depan orang, tapi pas sendiri langsung collapse. Yang bikin miris, banyak menhera di anime/manga justru jadi bahan candaan—kayak 'Watamote' yang awalnya lucu tapi ternyata dalemnya depressi banget.
Aku sendiri pernah ngerasain fase kayak gini waktu SMA. Tiap hari pake topeng 'anak normal', padahal dalam hati rasanya kayak dikepung bayang-bayang sendiri. Kalau lo nemuin temen yang tiba-tiba sering bercanda tentang kematian atau tiba-tiba nangis tanpa sebab, mungkin itu salah satu cirinya. Tapi inget, label 'menhera' enggak bisa dipake sembarangan—yang paling penting itu empati, bukan judgment.
Geguritan gagrag anyar adalah salah satu bentuk puisi tradisional Jawa yang mengalami modernisasi, dan salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam menghidupkan kembali bentuk ini adalah Mpu Tanakung. Karyanya tidak hanya mempertahankan estetika klasik tetapi juga menyuntikkan nuansa kontemporer yang membuatnya lebih mudah dinikmati generasi sekarang.
Yang menarik dari Mpu Tanakung adalah kemampuannya menggabungkan filosofi Jawa kuno dengan isu-isu modern, seperti lingkungan atau teknologi, tanpa kehilangan esensi sastra. Geguritan-guritannya sering dibawakan dalam acara budaya atau bahkan diadaptasi menjadi lagu, menunjukkan betapa karyanya masih relevan. Kreativitasnya dalam memainkan diksi dan ritme membuat karyanya cocok baik untuk dibaca sendiri maupun dipertunjukkan.
Dongeng tradisional itu punya ciri khas yang bikin kita langsung tahu itu berasal dari zaman dulu. Pertama, biasanya tokohnya sederhana, kayak si cerdik atau si rakus, tanpa penjelasan detail soal latar belakangnya. Alurnya sering linear dan mudah diikuti, dengan ending yang jelas—baik menang melawan kejahatan atau dapat pelajaran moral.
Selain itu, unsur magis atau supernatural selalu ada, entah itu penyihir, makhluk gaib, atau benda ajaib. Dongeng juga sering diwariskan secara lisan, makanya kadang ada beberapa versi cerita yang agak berbeda. Yang paling kentara sih pesan moralnya, selalu diselipkan buat ngajarin nilai-nilai baik ke anak-anak.
Baru saja menemukan perbendaharaan menarik untuk geguritan gagrag anyar di beberapa platform digital. Situs seperti 'sastra.xyz' atau 'puisidigital.com' sering memuat karya-karya kontemporer dengan gaya penulisan segar. Beberapa grup Facebook seperti 'Komunitas Geguritan Modern' juga aktif membagikan karya anggota.
Yang menarik, platform seperti Instagram malah jadi ruang eksperimen baru. Banyak akun seperti '@geguritananyar' memadukan visual estetik dengan puisi pendek. Kalau mau yang lebih terstruktur, coba cek arsip digital majalah 'Jembatan Puisi'—mereka punya edisi khusus untuk gaya baru ini.