Dari semua literatur yang pernah kubaca tentang Dinasti Maurya, angka 16 istri Bindusara muncul paling konsisten. 'Mahavamsa', teks Sri Lanka abad ke-5 Masehi, menjadi acuan utama banyak sejarawan modern. Tapi jangan lupa, catatan Tiongkok kuno tentang India justru memberikan gambaran berbeda sama sekali. Aku pribadi lebih percaya pada versi 'Mahavamsa' karena detail silsilah yang diberikan cukup komprehensif, meski tetap harus dibaca dengan kritis.
Kalau ngomongin Bindusara, aku langsung teringat diskusi panas di subreddit sejarah India tempo hari. Sebagian besar anggota sepakat bahwa kitab 'Mahavamsa' menyebut 16 permaisuri, tapi ada juga yang bilang jumlahnya mencapai 20 berdasarkan interpretasi tertentu. Anehnya, justru kitab-kitab Jainisme jarang membahas detail ini. Menurutku, ketidakpastian ini malah bikin penasaran - seperti misteri yang sengaja dibiarkan terbuka untuk diteliti lebih jauh.
Membaca tentang Bindusara selalu mengingatkanku pada kompleksitas sejarah India kuno. Menurut beberapa teks Buddhis seperti 'Mahavamsa', disebutkan bahwa Bindusara memiliki 16 istri. Namun, sumber lain seperti 'Dipavamsa' memberikan angka yang berbeda. Ini menunjukkan bagaimana catatan sejarah seringkali tidak konsisten.
Yang menarik, dalam banyak literatur, perdebatan tentang jumlah pasti istri raja Maurya ini masih berlanjut. Sebagai penggemar sejarah, aku justru terpesona oleh bagaimana satu figur bisa memiliki interpretasi yang beragam tergantung sumbernya. Mungkin inilah mengapa sejarah selalu memicu diskusi seru di forum-forum online!
Bindusara? Ah, raja yang sering kujadikan bahan debat seru dengan teman-teman komunitas sejarah kami. Selama ini kami merujuk pada 'Mahavamsa' yang menyebut 16 permaisuri. Tapi pernah juga nemuin manuskrip tua yang bilang 18. Kebetulan aku sedang dalam proses membandingkan berbagai sumber untuk proyek pribadi tentang keluarga Maurya. Seru sih, meski kadang bikin pusing sendiri!
2026-04-08 18:45:20
15
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Kehamilan yang Kusembunyikan
Yuki
9.7
458.4K
"Ayo cerai, dia sudah kembali."
Setelah 2 tahun menikah, Alya Kartika ditinggalkan begitu saja oleh Rizki Saputra.
Diam-diam dia meremas hasil pemeriksaan kehamilannya, lalu menghilang tanpa jejak.
Siapa sangka, sejak hari itu Rizki menjadi gila dan terus mencari Alya ke mana-mana.
Suatu hari, Rizki melihat wanita yang telah lama dicarinya itu. Wanita itu tampak memegang tangan seorang anak kecil dengan bahagia.
Rizki berteriak dengan matanya yang memerah, "Anak siapa ini?"
Dengan alasan tak kunjung bisa memberikannya keturunan, Binar dikhianati sang suami di tahun kedua pernikahannya. Binar murka bahkan tanpa belas kasihan dia mengusir mertua dan suaminya untuk pergi dari rumahnya.
Alih-alih merasa trauma karena dikhianati, dia justru bertekad untuk
menikah lagi dan menunjukkan dirinya bisa memiliki anak. Seorang duda tanpa anak bernama Kalandara pada akhirnya menjadi pilihannya. Namun pernikahan keduanya juga tidak semudah yang dibayangkan. Kalandra, masih menyimpan rasa dengan orang di masa lalu.
Kisah Binar dan Kalandra, kini dimulai.
***
Cover supported and edited by Canva Pro
Ayumi terkejut menemukan kedua orang tuanya memutuskan bercerai di usia senja. Ditambah lagi, sang kekasih tiba-tiba memutuskannya dan karier hancur karena fitnah. Saat mencoba bangkit, sang ayah mendadak ingin menikahkannya dengan sahabat ayahnya yang telah beristri.
Lantas, bagaimana nasib Ayumi?
[Sumatera Barat, 1900]
Nenek Kamsiah membawa lari Nurlian dalam gendongannya tepat setelah melihat putri semata wayangnya dibakar hidup-hidup oleh warga desa. Dalam pelariannya, wanita itu bertemu orang Bunian.
Di tengah keputusasaan yang mendera, Nenek Kamsiah memutuskan untuk melakukan ritual yang mengubah dirinya menjadi orang Bunian. Sayangnya, Nurlian –yang masih bayi—tidak dapat melakukan apa pun. Nurlian harus berusia di atas 17 tahun untuk berubah menjadi sama seperti neneknya.
[Tujuh belas tahun berlalu]
Nurlian telah tumbuh menjadi gadis cantik. Dia tidak sengaja bertemu dengan seorang manusia Bernama Aswir. Keputusan untuk berubah menjadi orang Bunian, Dendam, Cinta, dan Restu harus ditempuh Nurlian. Bagaimana Nurlian menghadapi semuanya? Terlebih, ternyata Aswir adalah putra dari orang yang membuat Ibunya mati tragis …
Intan sama sekali tak menyangka, jika dirinya dijadikan istri kedua oleh suaminya-- Ihsan. Menjadi istri kedua, bukanlah hal yang diinginkan oleh Intan. Semua orang menyakahkan nya, dan menganggap nya sebagai perusak rumah tangga orang. Kedua orang tua Intan tak mau mengakuinya sebagai anak, karena mereka malu putri mereka menikah dengan Pria yang sudah beristri.
Pertemuan nya dengan Ihsan berlangsung begitu cepat. Hanya butuh waktu 5 bulan saja, Ihsan akhirnya mantap untuk melamar Intan. Sebelumnya, Intan pernah bertanya, apakah Ihsan sudah memiliki istri, tapi Ihsan menjawab dia belum pernah menikah.
Intan terpaksa bertahan, dan menghadapi sikap istri pertama Ihsan, yang setiap hari selalu menghina dirinya, bahkan memperlakukan nya seperti pembantu. Aida-- Istri pertama Ihsan. Dia selalu menganggap Intan sebagai saingannya. Berbagai cara dia lakukan, untuk membuat Intan jatuh dimata Ihsan.
Ihsan sangat mencintai Intan. Dia tak mudah percaya begitu saja dengan yang dikatakan oleh Aida. Bu Eni-- Ibu Ihsan. Beliau juga sangat menyukai Intan. Hal itu semakin membuat Aida terbakar api cemburu. Puncaknya adalah saat ia membawa lari bayi Intan dan Ihsan, lalu membuangnya begitu saja ke sungai.
Menjadi korban pelecehan, dan diasingkan dari desa. Aku di selamatkan oleh mas Zulkifli, seorang ustad dari kota.
Hingga lelaki yang menjadi pahlawanku itu menjadikanku seorang istri kedua, karena dari istri pertamanya tak memiliki keturunan.
bagaimana aku bisa menjalani hidup menjadi istri kedua?
Menelusuri sejarah India kuno selalu menarik, terutama soal Dinasti Maurya. Bindusara, ayah Ashoka Agung, memang tokoh penting, tetapi informasi tentang kehidupan pribadinya—termasuk lokasi makam istrinya—sangat terbatas. Sejarawan seperti Romila Thapar menyebutkan bahwa arkeologi belum menemukan bukti konkret tentang situs pemakaman keluarga kerajaan Maurya selain Ashoka sendiri. Ada spekulasi makam-macam itu mungkin berada di sekitar Pataliputra (modern Patna), tapi ini masih jadi perdebatan akademis.
Yang bikin penasaran, banyak catatan tentang Bindusara justru berasal dari teks Buddhis dan Jain yang lebih fokus pada politik ketimbang detail domestik. Jadi, meskipun kita tahu dia punya beberapa permaisuri, jejak fisik mereka seolah hilang ditelan zaman. Mungkin suatu hari temuan arkeologi akan mengungkap rahasia ini, tapi untuk sekarang, pertanyaan ini tetap jadi misteri yang menggoda.
Membaca sejarah India kuno selalu menarik, terutama tentang Dinasti Maurya. Dari yang kupahami, Bindusara memang memiliki banyak istri, tapi Subhadrangi atau Dharma (nama lain Durdhara) sering disebut sebagai ibu Ashoka dalam beberapa teks Buddhis. Namun, ada perdebatan karena sumber sejarah seperti 'Dipavamsa' dan 'Mahavamsa' tidak konsisten. Beberapa bahkan menyebut Ratu Rani Devi sebagai ibunya. Aku lebih cenderung percaya versi Subhadrangi karena cerita tentang Ashoka kecil yang diasingkan mirip dengan narasi ibunya yang 'tidak disukai'.
Tapi ini menarik karena menunjukkan bagaimana sejarah sering kali ditulis oleh sudut pandang pemenang. Ashoka sendiri mungkin mempromosikan cerita tertentu untuk legitimasi kekuasaannya. Aku pernah baca novel 'Ashoka: The Great' yang menggambarkan hubungan ini dengan dramatis, meski fiksi.
Membaca tentang Bindusara, raja Maurya kedua, selalu membuatku penasaran dengan kehidupan pribadinya yang kurang terdokumentasi. Dalam beberapa teks kuno seperti 'Purana', disebutkan bahwa ia memiliki beberapa istri, tetapi hanya satu yang namanya sempat tercatat: Subhadrangi. Konon, dia adalah ibu dari Ashoka yang agung. Aku terkesan bagaimana figur perempuan seperti Subhadrangi bisa memainkan peran krusial dalam sejarah meskipun jarang diungkap. Mungkin karena dia berasal dari keluarga Brahmana yang sederhana, kisahnya jadi lebih tersamar dibanding permaisuri lainnya.
Yang menarik, beberapa sejarawan justru meragukan keberadaan Subhadrangi karena kurangnya bukti arkeologi. Tapi menurutku, ketidakpastian ini malah menambah daya tarik misteri di balik dinasti Maurya. Aku sering membayangkan bagaimana dinamika keluarga kerajaan saat itu, dengan segala intrik dan perebutan kekuasaan yang mungkin memengaruhi nasib Subhadrangi.
Melihat sejarah kehidupan Nabi Muhammad, beliau memiliki 11 istri yang tercatat dengan jelas dalam literatur Islam. Setiap pernikahannya memiliki konteks sosial dan spiritual yang mendalam, jauh dari sekadar hubungan biasa. Misalnya, pernikahan dengan Khadijah mencerminkan kesetiaan dan cinta yang langka, sementara pernikahan dengan Aisyah menunjukkan pentingnya pendidikan dan penyebaran ilmu.
Yang menarik, banyak dari pernikahan ini juga berkaitan dengan upaya menyatukan suku atau membantu janda yang kesulitan. Ini bukan sekadar angka, tapi tentang bagaimana setiap hubungan membentuk teladan dalam berkeluarga dan bermasyarakat. Bagi yang ingin memahami lebih dalam, kisah masing-masing istri beliau bisa jadi pelajaran hidup yang sangat berharga.