Pas pertama kali baca novel 'The Courtesan and the Sadhu' yang mengangkat era Maurya, aku kaget karena penulisnya menggambarkan istri Bindusara sebagai perempuan licik bernama Noor. Ternyata ini fiksi belaka sih! Setelah cek sumber akademik, baru tahu bahwa historiografi India kuno emang sering ambigu soal detail keluarga raja. Yang jelas, siapapun perempuan di samping Bindusara pasti punya pengaruh besar dalam membentuk Ashoka jadi legenda. Aku malah penasaran apakah ada relief atau prasasti yang belum ditemukan yang bisa menjawab teka-teki ini.
Dulu pernah nemu thread forum yang bahas silsilah Bindusara, dan banyak yang debat soal ini. Yang paling sering disebut sih Dharmā atau Dhamma, tapi ini juga masih spekulasi. Aku pribadi lebih percaya versi yang bilang dia menikah dengan putri dari keluarga bangsawan Yunani Seleucid - mungkin Antiochus I kasih salah satu anak perempuannya buat pernikahan politik. Tapi ya namanya sejarah kuno, susah cari bukti konkretnya. Keren sih bisa ngobrolin detail gini, kayak ngorek-ngorek trivia keluarga kerajaan zaman now.
Membaca tentang Bindusara, raja Maurya kedua, selalu membuatku penasaran dengan kehidupan pribadinya yang kurang terdokumentasi. Dalam beberapa teks kuno seperti 'Purana', disebutkan bahwa ia memiliki beberapa istri, tetapi hanya satu yang namanya sempat tercatat: Subhadrangi. Konon, dia adalah ibu dari Ashoka yang agung. Aku terkesan bagaimana figur perempuan seperti Subhadrangi bisa memainkan peran krusial dalam sejarah meskipun jarang diungkap. Mungkin karena dia berasal dari keluarga Brahmana yang sederhana, kisahnya jadi lebih tersamar dibanding permaisuri lainnya.
Yang menarik, beberapa sejarawan justru meragukan keberadaan Subhadrangi karena kurangnya bukti arkeologi. Tapi menurutku, ketidakpastian ini malah menambah daya tarik misteri di balik dinasti Maurya. Aku sering membayangkan bagaimana dinamika keluarga kerajaan saat itu, dengan segala intrik dan perebutan kekuasaan yang mungkin memengaruhi nasib Subhadrangi.
Kalau ngomongin istri Bindusara, aku langsung teringat diskusi seru di kelas sejarah India dulu. Dosenku bilang sumber paling valid itu dari teks Buddhis seperti 'Dipavamsa' yang nyebut nama Devi atau Dharma. Tapi ada twist menarik: dalam versi Jainisme, disebutkan bahwa Bindusara punya permaisuri utama bernama Queen Ashoka (iya, sama kayak nama anaknya!). Aku suka bagian ini karena menunjukkan bagaimana satu tokoh bisa punya banyak versi cerita tergantung sudut pandang penulisnya. Mungkin ini juga pengaruh bias politik atau agama di masa lalu yang membentuk narasi sejarah.
2026-04-09 19:54:02
2
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Buku Terkait
Terlahir Kembali: Menolak Cinta Putra Bangsawan
Citra Lestari
9.8
249.3K
Di kehidupan sebelumnya, Eliska telah mencurahkan seluruh cintanya. Dia berhasil merebut hati Arjuna, pewaris Keluarga Raja Kawiswara yang merupakan dambaan semua wanita bangsawan.
Tuan muda yang tiada duanya di dunia ini.
Namun, setelah benar-benar menikah dengannya, barulah Eliska sadar. Memaksakan pernikahan dengan seorang penguasa tak akan pernah bisa menghangatkan hatinya.
Kecuali saat bermesraan dengannya saat malam, selain dari itu, hati Arjuna sama sekali tidak pernah menempatkan Eliska di hatinya.
Konon, sang pewaris itu memiliki seorang wanita simpanan di wilayah utara. Saat itulah Eliska akhirnya memutuskan untuk bercerai dan memberi tempat pada wanita dambaan suaminya itu.
Namun siapa sangka, dia justru terlahir kembali ke usianya yang ke-14. Tepat pada momen saat dia baru saja diselamatkan oleh Arjuna.
Di kehidupan ini, Eliska pun memutuskan. Dia rela menikah dengan siapa pun, asalkan bukan Arjuna.
Seorang jenderal muda yang pendiam, pangeran kerajaan yang tampan dan anggun, atau putra ketiga Keluarga Nismara yang berbakat ... semua pria itu tampaknya tertarik pada Eliska.
Namun, saat Eliska hendak melemparkan sapu tangannya dengan bersemangat, tatapan Arjuna padanya justru semakin aneh.
Arjuna yang perlahan mengingat kehidupan masa lalunya berkata, "Mau kabur dariku? Jangan harap!"
Lucas Alexander Bhaskara, CEO muda yang mengejar cinta pertamanya Freya Nawilla Gayatri sampai harus menyembunyikan identitasnya. Pertemuan awal mereka yang unik dan berkesan membawa perasaan di hati Lucas yang mati suri kembali hidup lagi. CEO dingin ini bahkan sekuat tenaga merengkuh Freya dalam genggamannya, bagaimanapun caranya.
Dengan alasan tak kunjung bisa memberikannya keturunan, Binar dikhianati sang suami di tahun kedua pernikahannya. Binar murka bahkan tanpa belas kasihan dia mengusir mertua dan suaminya untuk pergi dari rumahnya.
Alih-alih merasa trauma karena dikhianati, dia justru bertekad untuk
menikah lagi dan menunjukkan dirinya bisa memiliki anak. Seorang duda tanpa anak bernama Kalandara pada akhirnya menjadi pilihannya. Namun pernikahan keduanya juga tidak semudah yang dibayangkan. Kalandra, masih menyimpan rasa dengan orang di masa lalu.
Kisah Binar dan Kalandra, kini dimulai.
***
Cover supported and edited by Canva Pro
Ayumi terkejut menemukan kedua orang tuanya memutuskan bercerai di usia senja. Ditambah lagi, sang kekasih tiba-tiba memutuskannya dan karier hancur karena fitnah. Saat mencoba bangkit, sang ayah mendadak ingin menikahkannya dengan sahabat ayahnya yang telah beristri.
Lantas, bagaimana nasib Ayumi?
"Datanglah kembali bersama ayahmu, agar kami bisa mengenal calon besan...."
Arjuna, seorang CEO sukses, ditolak melamar Citrangada hanya karena tak bisa menunjukkan siapa ayahnya. Satu-satunya petunjuk adalah sebilah kujang emas yang ditinggalkan di malam terkutuk itu.
Kujang itu membawanya melintasi waktu ke masa pasca runtuhnya Kerajaan Pajajaran di mana situasi sedang kacau-balau, memberinya warisan ilmu kuno, dan mempertemukannya dengan pemilik asli.
Kini Arjuna dihadapkan pada pilihan sulit, membantu ayahnya merebut kembali kekuasaan, atau membawa dia pulang demi memenuhi syarat lamaran?
[Sumatera Barat, 1900]
Nenek Kamsiah membawa lari Nurlian dalam gendongannya tepat setelah melihat putri semata wayangnya dibakar hidup-hidup oleh warga desa. Dalam pelariannya, wanita itu bertemu orang Bunian.
Di tengah keputusasaan yang mendera, Nenek Kamsiah memutuskan untuk melakukan ritual yang mengubah dirinya menjadi orang Bunian. Sayangnya, Nurlian –yang masih bayi—tidak dapat melakukan apa pun. Nurlian harus berusia di atas 17 tahun untuk berubah menjadi sama seperti neneknya.
[Tujuh belas tahun berlalu]
Nurlian telah tumbuh menjadi gadis cantik. Dia tidak sengaja bertemu dengan seorang manusia Bernama Aswir. Keputusan untuk berubah menjadi orang Bunian, Dendam, Cinta, dan Restu harus ditempuh Nurlian. Bagaimana Nurlian menghadapi semuanya? Terlebih, ternyata Aswir adalah putra dari orang yang membuat Ibunya mati tragis …
Menelusuri sejarah India kuno selalu menarik, terutama soal Dinasti Maurya. Bindusara, ayah Ashoka Agung, memang tokoh penting, tetapi informasi tentang kehidupan pribadinya—termasuk lokasi makam istrinya—sangat terbatas. Sejarawan seperti Romila Thapar menyebutkan bahwa arkeologi belum menemukan bukti konkret tentang situs pemakaman keluarga kerajaan Maurya selain Ashoka sendiri. Ada spekulasi makam-macam itu mungkin berada di sekitar Pataliputra (modern Patna), tapi ini masih jadi perdebatan akademis.
Yang bikin penasaran, banyak catatan tentang Bindusara justru berasal dari teks Buddhis dan Jain yang lebih fokus pada politik ketimbang detail domestik. Jadi, meskipun kita tahu dia punya beberapa permaisuri, jejak fisik mereka seolah hilang ditelan zaman. Mungkin suatu hari temuan arkeologi akan mengungkap rahasia ini, tapi untuk sekarang, pertanyaan ini tetap jadi misteri yang menggoda.
Membayangkan kehidupan istri Bindusara di kerajaan Maurya seperti mencoba melihat lukisan yang sebagian telah pudar. Sebagai permaisuri salah satu raja terbesar dalam sejarah India, dia pasti hidup dalam lingkungan penuh intrik politik dan kemewahan istana. Istana Pataliputra yang megah dengan taman-taman indah dan paviliun marmer menjadi setting kehidupannya sehari-hari.
Namun sumber sejarah tentang dirinya sangat terbatas, membuat kita hanya bisa berspekulasi. Mungkin dia menghabiskan waktu dengan mengurus pendidikan anak-anaknya, termasuk Ashoka yang kelak menjadi legenda. Kehidupan harem dengan rivalitas antar selir pasti menjadi bagian dari realitanya. Yang jelas, sebagai ibu dari raja berikutnya, pengaruhnya terhadap dinasti Maurya tidak bisa diremehkan.
Membaca sejarah India kuno selalu menarik, terutama tentang Dinasti Maurya. Dari yang kupahami, Bindusara memang memiliki banyak istri, tapi Subhadrangi atau Dharma (nama lain Durdhara) sering disebut sebagai ibu Ashoka dalam beberapa teks Buddhis. Namun, ada perdebatan karena sumber sejarah seperti 'Dipavamsa' dan 'Mahavamsa' tidak konsisten. Beberapa bahkan menyebut Ratu Rani Devi sebagai ibunya. Aku lebih cenderung percaya versi Subhadrangi karena cerita tentang Ashoka kecil yang diasingkan mirip dengan narasi ibunya yang 'tidak disukai'.
Tapi ini menarik karena menunjukkan bagaimana sejarah sering kali ditulis oleh sudut pandang pemenang. Ashoka sendiri mungkin mempromosikan cerita tertentu untuk legitimasi kekuasaannya. Aku pernah baca novel 'Ashoka: The Great' yang menggambarkan hubungan ini dengan dramatis, meski fiksi.
Membaca tentang Bindusara selalu mengingatkanku pada kompleksitas sejarah India kuno. Menurut beberapa teks Buddhis seperti 'Mahavamsa', disebutkan bahwa Bindusara memiliki 16 istri. Namun, sumber lain seperti 'Dipavamsa' memberikan angka yang berbeda. Ini menunjukkan bagaimana catatan sejarah seringkali tidak konsisten.
Yang menarik, dalam banyak literatur, perdebatan tentang jumlah pasti istri raja Maurya ini masih berlanjut. Sebagai penggemar sejarah, aku justru terpesona oleh bagaimana satu figur bisa memiliki interpretasi yang beragam tergantung sumbernya. Mungkin inilah mengapa sejarah selalu memicu diskusi seru di forum-forum online!