Untuk event tahunan yang tetap meriah, Persami (Perkemahan Sabtu Minggu) selalu jadi favorit. Meski durasinya singkat, acaranya padat banget mulai dari hiking, games, sampai api unggun. Biasanya diadakan serentak oleh berbagai gugus depan se-Indonesia. Meski skalanya lokal, tapi semangatnya gak kalah sama event nasional. Yang paling berkesan itu tradisi api unggunnya - suasana kompak sambil nyanyi-nyanyi lagu Pramuka itu susah dilupain.
Kalau mau cari yang benar-benar megah, Jambore Dunia adalah jawabannya. Event internasional ini diadakan tiap empat tahun dan Indonesia termasuk peserta aktif. Tahun 2019 saja, lebih dari 3 ribu anggota Pramuka kita berangkat ke Amerika Serikat buat ikutan. Skalanya benar-benar global, dengan peserta dari hampir semua negara di dunia. Yang seru dari event ini adalah bisa kenalan sama budaya berbeda sambil tetep menjalankan nilai-nilai kepramukaan yang universal.
Bicara soal event besar Pramuka, yang paling sering disebut pasti Jambore Nasional. Acara ini biasanya digelar setiap lima tahun sekali dan jadi semacam pesta akbar buat seluruh anggota Pramuka di Indonesia. Lokasinya selalu berpindah-pindah, tiap edisi punya ciri khas sendiri. Yang terakhir diadain di Cibubur tahun 2022, ramai banget sampai puluhan ribu peserta datang dari seluruh penjuru negeri.
Yang bikin Jambore Nasional spesial itu atmosfernya - bayangin aja, ribuan tenda berdiri, api unggun raksasa, plus berbagai kegiatan mulai dari jelajah alam sampai pentas budaya. Buat yang pernah ikut, pasti inget banget pengalaman tidur di alam terbuka sambil bonding sama teman-teman baru dari daerah lain.
Di level daerah, ada juga Raimuna yang cukup besar. Meski skalanya lebih kecil dari Jambore Nasional, event ini punya keunikan tersendiri. Biasanya diadakan tiap dua sampai tiga tahun tergantung provinsi. Kegiatannya lebih intensif, banyak focus pada skill development dan leadership training. Beberapa teman yang pernah ikut bilang pengalaman di Raimuna lebih personal karena jumlah pesertanya tidak sebanyak Jambore tapi justru lebih dalam dalam hal pembentukan karakter.
2026-06-21 03:53:59
20
View All Answers
Scan code to download App
Related Books
Prajurit Khusus Terkuat Di Dunia
AgamYupi02
0
3.3K
Brian Won—prajurit khusus termuda yang dijuluki sebagai yang terkuat—terpaksa meninggalkan dunia militer dan kembali ke kehidupan sipil di sebuah kota besar.
Keputusan itu bukan tanpa alasan. Menjelang ajalnya, Wan Juna menitipkan satu janji terakhir: melindungi Vivian, adik perempuan satu-satunya. Janji itu kini menjadi sumpah yang tak boleh dilanggar.
Namun, perlindungan hanyalah awal. Di balik kematian Wan Juna tersembunyi bayang-bayang organisasi terkuat di dunia—musuh yang juga menjadi target balas dendam Brian.
Mampukah satu orang Brian Won menghadapi kekuatan sebesar itu?
Dengan ketenangan dan perhitungan matang, Brian bergerak selangkah demi selangkah. Ia kembali meniti rantai kekuatan, menempa diri hingga melampaui batas manusia biasa, mendaki tanpa henti menuju puncak tertinggi.
Dalam perjalanannya, Brian akan bertemu banyak wanita luar biasa—termasuk Dewi, sosok yang kelak menjadi kunci penting dalam peningkatan dirinya.
Dosen universitas, mahasiswi muda, CEO perempuan berhati dingin, selebritas kelas dunia, bahkan seorang ratu dari sebuah kerajaan—semuanya akan memiliki hubungan yang ambigu dengan Brian Won.
Dan ketika akhirnya ia berdiri sendirian di puncak tertinggi kekuatan, Brian Won tidak lagi sendirian…
Di sekelilingnya, para wanita cantik dengan takdir yang saling terikat akan menyaksikan legenda itu terwujud.
Lyra Renata Valmont harus bertemu lagi dengan cinta pertamanya, Adhikara Bramantya yang sudah hampir dia lupakan setelah ibunya menikah lagi.
Nyatanya hidupnya berubah menjadi mimpi buruk sepenuhnya setelah sebuah kecelakaan yang merenggut Dipta Bramantya, suami baru ibunya sekaligus ayah dari Adhikara.
Di bawah atap yang sama dengan Adhikara Bramantya, ia harus hidup dalam ancaman, dendam, dan hasrat yang tak seharusnya ada.
Adhikara membencinya namun dia juga belum bisa sepenuhnya menghapus perasaan yang sulit untuk dia kendalikan.
Satu rahasia, ancaman, dan kesalahan di masa lalu mengikat mereka dalam hubungan gelap yang semakin sulit dilepaskan.
Pria Tampan yang optimis, arogan macho. Yang jago di segala bidang olah raga terutama bela diri, woooo, tidak terkalhakan pada masa jayanya.
Apakah Pria seperti ini pantas dijuluki pris terdahsyat pada masanya?????
Pada hari pesta pernikahan dilangsungkan, wanita yang dicintai oleh pacarku selama sepuluh tahun mengatakan bahwa dia akan menggantikanku menikah dengan pacarku.
Dia mengenakan gaun pengantin dan cincin milikku sambil menangis tersedu-sedu.
"Kak Erika, aku sakit parah. Kamu bakal menjalani seluruh hidupmu bersama Kak Bimo. Biarkan aku yang melakukan pesta pernikahan ini."
Pacarku yang bernama Bimo menimpali, "Erika, kamu lagi hamil anakku, kita juga sudah dapat buku nikah. Kamu sudah punya banyak hal, jadi nggak penting apakah kamu bakal melangsungkan pesta pernikahan ini atau nggak."
Para tamu di atas panggung mulai menuding, membuat pengantin wanita sepertiku menjadi bahan lelucon.
Namun, saat itu aku tidak membuat masalah. Aku memutuskan membuat janji untuk melakukan aborsi, lalu tersenyum ramah pada wanita kesayangan Bimo.
"Boleh saja. Aku berikan pernikahan ini untukmu, aku juga akan memberimu pria bajingan yang sudah aku pacari selama sepuluh tahun!"
Pria muda berhasil menjadi kelompok rahasia yang bertugas memberantas kejahatan. Dia yang sudah di takdirkan untuk berjalan di antara kegelapan menyelesaikan setiap masalah dengan ketelitian juga kepekaan. Kemampuannya untuk memecahkan setiap kasus yang ada di sekitarnya. Membuatnya lebih mudah untuk naik perlahan untuk mencapai kepala utama dari kelompok rahasia kerajaan. Namun sebuah konspirasi besar membuat setiap langkahnya menjadi jalan buntu. Menyudutkannya tanpa bisa bergerak bebas. Sahabat, saudara, keluarga, berusaha menjatuhkannya membuatnya menjadi penghianat negara.
Hidup Sandra Aiman berubah 180 derajat dari apa yang diingatnya saat dia terbangun dari tidurnya.
Semua terasa mimpi dan tak ada satupun yang dia kenal.
"Nyonya Prakoso", sebuah panggilan yang disematkan padanya secara tiba-tiba membuatnya ingin bangun dari kenyataan itu.
Dari mana datangnya suami jika dia menikah saja belum?
"Sayang, maafkan aku yang tak bisa datang bersamamu," ucap suara lelaki di sebelahnya sambil mengusap puncak kepala Sandra.
Sandra yang sedang memegang gelas minuman, kesal bukan main menoleh dengan cepat untuk memakinya. Lelaki yang katanya suaminya itu.
Tapi kemudian dia terpaku, "Kamu?"
Suaranya tercekat di tenggorokan.
Tangannya yang memegang gelas bergetar hebat.
Tak mungkin dia tak tahu! Dia sangat tahu siapa yang ada di depannya dan sedang menatapnya bingung ini.
"Kenapa harus kau, Aditya Prakoso?"
Sebagai penggemar berat 'Kaguya-sama: Love is War', aku selalu terkesan dengan bagaimana anggota Kitri Pramuka menyedot perhatian. Chika Fujiwara jelas jadi bintang utama dengan energi konyolnya yang bisa mengubah suasana tegang jadi komedi. Miyuki Shirogane juga menonjol karena kecerdasannya yang diimbangi sisi kikuknya. Tak lupa Kaguya sendiri, yang punya aura misterius bercampur keimutan. Mereka bertiga sering jadi pusat cerita, tapi karakter pendukung seperti Ai Hayasaka juga punya basis penggemar loyal berkat kepribadiannya yang serba bisa.
Yang menarik, popularitas ini nggak cuma dari manga/anime-nya aja. Komunitas cosplay sering banget mengangkat mereka, apalagi Chika dengan dance iconiknya. Kalau lihat poll karakter favorit di berbagai forum, nama mereka selalu masuk top 10. Lucu sih, karena di ceritanya mereka ini klub kecil yang nggak terlalu dianggap, tapi di dunia nyata justru jadi paling dikenang.
Ada sesuatu yang nostalgik tentang lokasi perkumpulan Pramuka Kitri yang selalu terasa seperti 'rumah kedua'. Di kota kecil tempatku dibesarkan, mereka biasa berkumpul di aula serbaguna dekat alun-alun utama. Tempatnya sederhana, dengan dinding kayu yang dipenuhi foto-foto kegiatan tahunan dan bendera regu. Aroma tanah lapang di sore hari selalu bercampur dengan suara tawa riang dari latihan baris-berbaris. Lokasinya strategis—tepat di belakang kantor kecamatan, jadi mudah dikenali siapa pun yang baru pertama kali datang.
Yang bikin spesial, setiap Jumat sore area itu berubah jadi pusat kreativitas. Dari tenda darurat buatan sendiri sampai pentas kecil untuk latihan drama, energi positifnya selalu mengalir. Aku ingat betul bagaimana tempat itu menjadi saksi bisu tumbuhnya rasa percaya diri dan persahabatan di antara kami dulu.
Ada satu momen yang bikin aku terkesan banget sama kegiatan Kitri Pramuka: mereka suka bikin 'survival challenge' ala-ala scout version! Bayangin aja, mereka diajarin buat bikin bivak dari bahan alami, tracking jejak pake tanda alam, bahkan masak nasi di bambu. Yang keren, semua itu dikemas kayak adventure game seru dengan poin-poin reward. Pernah liat video mereka bikin jebakan darurat dari tongkat dan tali? Kreativitasnya level dewa!
Yang beda lagi, mereka punya tradisi 'malam pentas seni' dengan twist pramuka—nyanyi lagu daerah pake kode morse, teater bertema konservasi alam, atau even cosplay tokoh sejarah pake atribut daur ulang. Ini bukan sekadar tampil biasa, tapi betul-betul ngasah kemampuan improvisasi dan teamwork. Gue sendiri pernah kepo banget sampe ikut open trip mereka buat ngalami langsung.