Sebenarnya, aku baru saja ngecek ulang info ini karena penasaran banget soal proses kreatif di balik lagu-lagu Eric Chou. Ternyata, lirik 'What's Wrong' ditulis oleh Eric Chou sendiri bersama Andrew Tan! Kolaborasi mereka selalu menghasilkan karya yang dalem banget, apalagi di lagu ini yang bener-bener nyentuh hati. Aku suka gimana liriknya bisa nangkep perasaan galau dengan jujur tapi tetep poetic.
Yang menarik, Eric emang sering terlibat langsung dalam penulisan lirik lagunya, jadi rasanya lebih personal. Di 'What's Wrong', ada kombinasi antara kesedihan yang universal tapi dikemas dengan metafora yang segar. Aku pernah baca wawancaranya di suatu majalah musik, dia bilang lagu ini terinspirasi dari pengalaman pribadi dan observasi terhadap orang-orang di sekitarnya. Makes sense banget pas dengerin lagunya sambil baca lirik!
Baru kemarin aku lagi deep dive ke discography Eric Chou dan nemu fakta menarik: dia itu nggak cuma nyanyi tapi juga aktif nulis lirik, termasuk buat 'What's Wrong' yang dia garap bareng Andrew Tan. Kolaborasi mereka emang selalu solid! Lirik lagu ini tuh bener-bencer nangkep essence of heartbreak dengan cara yang fresh.
Aku selalu suka cara Eric Chou ngolah kata-kata sederhana jadi sesuatu yang bikin merinding. Di 'What's Wrong', ada banyak line yang awalnya keliatan biasa tapi pas didenger dalam konteks lagu jadi dalem banget. Kayaknya ini salah satu kelebihan duet kreatif mereka - bisa bikin lirik yang instantly memorable tapi tetep punya kedalaman. Pas pertama denger lagu ini, langsung ngeh bahwa ini bukan sekedar lagu sedih biasa, tapi lebih seperti cerita yang disampaikan dengan jujur.
Aku tuh selalu penasaran sama orang-orang di balik layar karya musik, dan pas nemu info soal lirik 'What's Wrong', langsung excited! Eric Chou co-wrote lagu ini bersama Andrew Tan - duo yang emang udah sering collab menghasilkan hits. Yang bikin aku respect, mereka berdua itu paham banget cara bikin lirik yang relatable tapi nggak klise.
Dengerin lagu ini pas lagi down itu rasanya kayak dikasih pelukan musikal, gitu. Liriknya sederhana tapi powerful, apalagi bagian pre-chorus yang bikin merinding. Menurutku kelebihan Eric Chou itu bisa nyampurin pengaruh Mandarin pop klasik dengan sentuhan modern, dan Andrew Tan itu master dalam ngemas emosi kompleks jadi kalimat yang flow-nya enak. Pernah coba nyanyi ulang lagu ini sambil liat liriknya? Bakal ngerasa kayak lagi baca puisi yang diiringi melody hauntingly beautiful.
2026-04-25 10:21:56
9
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Buku Terkait
Dia yang Terluka
Henny Djayadi
9.5
559.8K
Nadia ingin berbagi kebahagiaan atas kehamilannya pada kedua orang tua dan Nabila saudaranya. Betapa terkejutnya Nadia saat melihat keluarganya bahagia atas kehamilan Nabila yang ia ketahui belum menikah, dan yang lebih mengejutkan lagi lelaki yang menjadi ayah dari anak yang dikandung Nabila adalah Rama suaminya. Talak akhirnya terucap dari bibir Rama.
Nadia pergi dalam kekalutan hingga mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dia keguguran. Nadia yang merasakannya sakit raga dan hatinya masih harus berhadapan dengan Gio pemilik mobil mewah yang ia tabrak. Dan sebagai ganti rugi yang tak sedikit Gio meminta Nadia menjadi istrinya. Padahal Gio adalah pemilik perusahaan tempat Rama bekerja.
Terbesit balas dendam, tapi ternyata menikah dengan Gio bagaikan memasuki neraka dunia yang lain.
Karena kebenciannya pada ayahnya, Siena tidak mau menemui ayahnya, dia memilih menutupi jati dirinya yang sebagai pewaris tunggal. Bukan hanya benci dengan ayahnya, dia juga benci menjadi keturunan Adyaksa. Namun, keadaannya justru dimanfaatkan ART-nya yang mengaku sebagai dirinya. Akankah Siena sadar akan kesalahannya?
Lima tahun pernikahan, Zahra dan Ammar sangat bahagia. Masalah datang saat Ammar tanpa sengaja menabrak Adelia dalam satu perjalanan dinas. Adelia lumpuh dan dunianya terhenti karena tunangannya menolak melanjutkan rencana pernikahan.
Keluarga Adelia minta Ammar menikahi Adelia sebagai bentuk pertanggungjawaban atau jeruji besi menanti. Sementara Zahra tidak mau suaminya mendua. Wanita itu lebih memilih berpisah daripada hidup dimadu walau Ammar terpaksa.
Ammar yang selama ini membiayai hidup Ibu dan kedua adiknya kebingungan. Kalau sampai dia dipenjara, pekerjaan hilang, siapa yang akan menanggung semua?
Asri tak pernah menyangka pernikahannya akan menjadi neraka. Dicap pembawa sial, dihina, dan dijadikan babu oleh keluarga suaminya sendiri, ia terperangkap dalam hubungan toksik yang menggerogoti jiwanya. Luka batin itu dipendam Asri dalam diam, di bawah atap yang sama dengan para pencaci.
Namun, di titik terendahnya, takdir berbalik. Sebuah peristiwa tak terduga mengubah segalanya, mengangkat Asri ke puncak kesuksesan yang membuat semua orang terkesima. Mereka yang dulu mencibir, kini merapat penuh harap. Tapi Asri yang lama telah mati. Ia bangkit, tangguh, dan siap membalas dendam setimpal.
Aku yang tulus mencintai suamiku namun malah di jadikan sapi perah olehnya dan ibu mertua, pengabdianku selama dua tahun tidak membuat mereka menyayangiku malah semakin bertingkah. Aku lelah dengan menuruti semua kemauan suami dan mertua.
Hingga puncaknya suami meminta izin untuk menikah lagi. Hancur sudah perasaanku, aku yang banting tulang mereka yang menikmatinya serta ingin membawa benalu baru.
Maaf mas!aku tidak sebucin itu! Tak ada kata mau di madu! Sorry! Ku hempaskan kau ke tempat asalmu di kolong jembatan.
Clara selalu percaya bahwa pernikahannya dengan David adalah segalanya—sampai ia menemukan kenyataan pahit bahwa suaminya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Dikhianati oleh dua orang terdekat, Clara merasakan amarah dan sakit hati yang begitu dalam.
Dalam kebingungan dan keputusasaan, ia bertemu kembali dengan Erick, mantan kekasihnya yang pernah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Didorong oleh rasa sakit dan keinginan untuk membalas dendam, Clara pun membiarkan dirinya larut dalam hubungan terlarang bersama Erick. Namun, yang awalnya hanya pelarian berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Clara menyadari bahwa cintanya pada Erick tidak pernah benar-benar padam.
Ketika David akhirnya menyesali kesalahannya dan memohon kesempatan kedua, Clara dihadapkan pada pilihan sulit: kembali ke suaminya yang menyesal atau mengikuti kata hatinya yang telah jatuh cinta lagi pada Erick. Dalam pergulatan antara cinta, pengkhianatan, dan penebusan, Clara harus menemukan jawaban atas pertanyaan terbesar dalam hidupnya—siapa yang sebenarnya memiliki hatinya?
Sebuah kisah penuh emosi tentang kehilangan, penyesalan, dan cinta yang lahir dari luka terdalam.
follow akun gn : BalqizAzzahra
follow IG author : Fatmawati1472
follow FB author : I'ts
cover by : Maya lephtyatie Maysaroh ( FB )
Ada satu konsep yang selalu terngiang di kepala setiap dengar 'What's Wrong' versi Eric Chou: fragmen hubungan yang retak tapi masih dipaksakan bertahan. Bayangkan adegan slow motion dua orang berjalan di taman malam, lampu jalan berkedip-kedip, tapi mereka berjalan berjauhan meski masih dalam satu frame. Potongan memori flashback saat mereka tertawa bareng di kafe itu kontras banget dengan ekspresi datar mereka sekarang.
Untuk klimaks, mungkin scene di mana salah satu karakter akhirnya berbalik dan pergi tanpa kata-kata, sementara karakter lain berdiri diam dengan air mata yang nggak keluar. Cocok banget sama lirik tentang kebingungan dan penyesalan yang tersirat. Ending-nya bisa black screen dengan teks 'Maybe some questions are better left unanswered' buat manambah efek melankolis.
Ada sesuatu yang menyentuh tentang bagaimana Eric Chou menyampaikan kebingungan dalam hubungan lewat 'What's Wrong'. Lagu ini bercerita tentang pasangan yang mulai kehilangan komunikasi, di mana satu pihak merasa ada yang tidak beres tapi tidak bisa menunjukkannya secara jelas. Aku sering merasakan vibe 'unspoken tension' ini dalam hubunganku sendiri—ketika kedua belah pihak tahu ada masalah, tapi entah kenapa sulit sekali membicarakannya.
Lirik seperti 'Why can’t we just be honest?' menggambarkan frustrasi yang universal. Aku melihatnya sebagai jeritan hati dari seseorang yang ingin memperbaiki hubungan tapi terjebak dalam lingkaran salah paham. Musiknya yang melankolis benar-benar memperkuat perasaan ini, membuatku berpikir tentang betapa sering kita menyakiti orang yang kita sayang hanya karena gagal mengungkapkan perasaan.
Ada sesuatu yang sangat personal dan dalam dari lirik 'What's Wrong' yang membuatku selalu kembali mendengarnya. Eric Chou seolah menuangkan perasaan galau tentang hubungan yang rumit, di mana kedua pihak saling mencintai tapi juga saling menyakiti. Kata-kata seperti 'Why do we keep breaking each other’s heart?' menggambarkan siklus toxic yang sulit dihentikan.
Aku juga melihat bagaimana lagu ini bicara tentang ketakutan untuk jujur pada perasaan sendiri. Ada baris 'I’m scared to say I love you, scared to say I need you' yang menurutku mewakili keraguan banyak orang ketika hubungan sudah terlalu dalam. Terkadang, kita justru menjauh karena takut kehilangan.
Ada beberapa tempat yang bisa dicoba untuk menemukan terjemahan lirik 'What's Wrong' dari Eric Chou. Pertama, coba cek situs seperti Genius atau LyricTranslate—biasanya komunitas penggemar musik Asia cukup aktif menerjemahkan lirik lagu populer di sana. Aku sendiri pernah menemukan versi terjemahan Inggris-Indonesia di forum Kaskus atau grup Facebook penggemar mandopop.
Kalau mau lebih akurat, bisa juga pakai aplikasi seperti Musixmatch yang kadang menyediakan terjemahan sync dengan lagu. Atau cari video lyric video di YouTube dengan keyword 'What's Wrong Eric Chou lyrics indonesia'—beberapa kreator sering menambahkan subtitle terjemahan manual.