Ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa jijik selain 'so disgusting', tergantung konteksnya. Kalau mau lebih kasar, bisa pakai 'revolting' atau 'vile', yang rasanya seperti melihat sampah membusuk di tengah hari. Tapi kalau mau agak halus tapi tetap tegas, 'repulsive' atau 'nauseating' bisa jadi pilihan—seperti adegan di 'Tokyo Ghoul' ketika Kaneki pertama kali makan daging manusia.
Untuk situasi sehari-hari, aku suka pakai 'gross' karena lebih casual. Misalnya, 'The bathroom is gross' terdengar lebih natural daripada pakai kata berat. Atau 'icky' kalau lagi becanda, kayak waktu ngomongin makanan eksperimen temen yang gagal total. Intinya, pilih kata yang match dengan level jijik dan audiensnya!
Kalo di komik atau anime, ekspresi jijik sering banget diungkapin dengan hiperbola. Contohnya 'kimoi' (kimo-i) dari bahasa Jepang yang artinya 'creepy disgusting'. Atau 'meccha yabai' buat hal yang jijik tapi somehow menarik, kayak karakter Hisoka di 'Hunter x Hunter'. Bahasa gaul Indonesia juga punya 'jijay' atau 'njir' buat kasual. Tergantung mau seberapa dramatis—'abomination' keren buat scene fantasi, tapi 'eww' cukup buat chat sehari-hari.
Pernah ngerasain jijik sampai lidah kelu? Aku pernah pas lihat episode 'The Promised Neverland' where the kids realize the truth. Kata-kata seperti 'abhorrent' atau 'loathsome' cocok buat rasa jijik yang dalem banget, kayak ketemu pengkhianatan. Tapi buat hal-hal fisik kayak bau atau kotoran, 'foul' atau 'putrid' lebih deskriptif. Kadang aku malah pakai metafora ala novel: 'rasanya seperti menelan minyak tanah'—lebay, tapi efektif bikin pembaca merinding!
Di dunia game, terutama horror seperti 'Resident Evil', karakter sering teriak 'disgusting!' pas lihat mutant. Tapi kalo mau variasi, coba 'grotesque' buat monster atau 'sickening' untuk kekejaman. Atau ambil inspirasi dari komentar YouTuber: 'That’s nasty!' lebih enerjik. Aku sendiri suka mencampur bahasa, kayak 'It’s vomit-inducing level of yuck!'—expressif dan personal.
2025-12-17 18:29:40
8
Lihat Semua Jawaban
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Buku Terkait
Nikah Yuk!
Erna Azura
9.3
34.6K
Jazziel Kaivan Gunadhya, pria yang ketampanannya setara aktor Korea dan merupakan cucu dari pemilik kerajaan bisnis di Negaranya itu tengah patah hati oleh seorang gadis cantik blasteran Belanda.
Imelda Valencia-gadis yang dipacarinya selama tiga belas tahun tiba-tiba memutuskan membatalkan pernikahannya dengan Kaivan hanya dalam rentang waktu satu bulan sebelum pesta digelar.
Beberapa bulan kemudian tanpa sengaja Kaivan bertemu dengan Zhafira Malaika, seorang customer service priority Banking yang diutus sebuah Bank untuk menjelaskan perkembangan Portofolio simpanan pribadinya.
Selain memiliki paras cantik—gadis yang kerap disapa Fira itu juga memiliki tutur kata lembut dan hati yang tulus.
Kaivan jatuh cinta pada pandangan pertama dan mengupayakan Zhafira agar menjadi istrinya.
Namun, apakah Kaivan benar-benar mencintai Zhafira atau hanya menjadikan gadis itu sebagai pelarian sementara dari sakit hati yang Imelda torehkan?
‘Zhafira adalah satu-satunya cewek di dunia ini yang hanya dengan menatap wajahnya dan mendengar suaranya ngebuat gue pengen nikahin dia.’ ~Kaivan
"Kak, jangan kayak gini, ini sakit!"
"Pelan-pelan, Aria, nanti bakal enak, kok, tahan dikit, ya!"
***
Aku sedih mengetahui ibuku menikah lagi, tapi itu membuatku memiliki empat kakak tiri yang seksi.
Awalnya aku takut dengan mereka, karena mereka terlihat membenciku. Lalu entah kenapa, mereka yang awalnya dingin dan nyaris tidak peduli perlahan menjadi kakak yang posesif tingkat tinggi?
Mereka jadi siap melindungiku kapanpun dan di manapun aku, mereka siap menjadi malaikatku!
Demi uang, aku bersedia menjaga anak orang kaya yang idiot.
Tak disangka, selain harus menemaninya ke kamar mandi, malamnya aku juga harus mengenakan gaun tidur yang sexy.
Siapa sangka, ternyata si idiot ini tahu begitu banyak gaya….
Sudah kukatakan, kamu belum cukup terlatih untuk menjadi pelakor. Apalagi harus berhadapan dengan istri sah sepertiku!
Yuk, baca kisahnya. Istri cerdik, kok dilawan!
Kakak tiriku sangat membenciku.
Dia membenci kedatanganku dan ibuku, membenci kami karena merusak keluarganya yang terlihat harmonis.
Setiap kali melihatku, dia akan selalu menunjukkan wajah dingin. Dia akan mengatakan bahwa aku menjijikkan, lalu dengan kejam bertanya kapan aku akan mati.
Pada akhirnya, aku memenuhi keinginannya.
Namun, dia menyesalinya. Dia menangis, memohon agar aku bisa kembali. Dia mengatakan bahwa dia seharusnya tidak putus denganku, tidak seharusnya memperlakukanku dengan kasar.
Hanya saja, aku sudah mati. Untuk apa lagi dia menunjukkan sikap penuh kasih seperti ini?
Seakan takdir tak mau membuatnya bahagia, perintah sang Mama itu pun membuatnya kembali ketakutan. Nampak sekali bahwa sepasang mata bulat itu ingin menangis.
Ada satu momen di 'Attack on Titan' yang bener-bener bikin aku bilang 'so disgusting'—pas karakter favoritku mati dengan cara yang nggak manusiawi. Adegan itu digambar begitu detail sampai aku ngerasa sakit sendiri ngeliatnya. Nggak cuma itu, dialog antagonisnya yang nyinyir bikin emosi. Ini salah satu scene yang nempel di kepala lama banget, dan setiap ngobrolin itu, pasti ada yang nyahut, 'Iya, so disgusting bener!'
Contoh lain dari pengalaman pribadi: waktu pertama kali main 'The Last of Us Part II', ada bagian where Ellie melakukan sesuatu yang brutal banget. Aku sampai pause game dan ngomong ke temen lewat Discord, 'Bro, this is so disgusting... but kinda satisfying?' Reaksinya polarizing banget di komunitas, dan itu yang bikin diskusi seru.
Dalam perjalanan belajar bahasa Inggris, aku sering menemui kata-kata dengan nuansa emosi yang kuat seperti 'disgust'. Terjemahan langsungnya ke bahasa Indonesia memang 'jijik' atau 'muak', tapi rasanya lebih dalam dari sekadar itu. Aku ingat pertama kali nonton film 'Parasite' dan melihat ekspresi aktornya ketika menemukan bau busuk - itu bukan sekadar tidak suka, melainkan reaksi fisik yang spontan.
Menurut pengalamanku, 'disgust' itu seperti perpaduan antara rasa jijik, geli, dan ingin menjauh yang muncul secara naluriah. Misalnya ketika melihat makanan basi atau adegan tertentu di anime 'Tokyo Ghoul'. Sensasinya lebih intens daripada sekadar 'tidak suka', dan seringkali disertai reaksi tubuh seperti mual atau merinding.
Ada begitu banyak cara untuk mengungkapkan ketidaksopanan dalam bahasa Inggris, dan pilihannya benar-benar tergantung pada nuansa yang ingin kamu sampaikan. 'Disrespectful' adalah pilihan klasik yang cocok untuk situasi formal maupun kasual, sementara 'impolite' terdengar lebih halus tapi tetap tegas. Kalau mau lebih kasar, 'insolent' atau 'impertinent' bisa dipakai, terutama untuk menggambarkan sikap yang sengaja menantang. Jangan lupa 'uncivil' yang kurang umum tapi punya daya pukau literer.
Untuk percakapan sehari-hari, aku sering pakai 'cheeky' kalau maksudnya lebih ke sikap kurang ajar yang masih bisa dimaklumi. Tapi kalau benar-benar emosi, 'downright nasty' atau 'vile' lebih memuaskan. Lucunya, budaya pop sering mempopulerkan alternatif kreatif seperti 'toxic' atau 'salty' yang sekarang sering dipakai di komunitas game dan media sosial.