Beda Kalimat Aktif Dan Pasif

Kuis Kepribadian ABO
Ikuti kuis singkat untuk mengetahui apakah Anda Alpha, Beta, atau Omega.
Aroma
Kepribadian
Pola Cinta Ideal
Keinginan Rahasia
Sisi Gelap Anda
Mulai Tes

Buku Terkait

Bukan Prioritas

Bukan Prioritas

Untuk ke-99 kalinya, pacarku salah menekan tombol lift hingga kami berhenti di lantai tempat sahabatku tinggal. Bukannya meminta maaf, dia malah menatapku dan bertanya dengan nada menyalahkan, "Kenapa kamu nggak ngingetin aku? Ah sudahlah. Mumpung sudah sampai sini, sekalian saja ganti bohlam di apartemen Winna." Aku hanya terpaku sesaat sebelum memaksakan seulas senyum tipis. Lagi-lagi kalimat itu. "Mumpung sudah sampai sini." Sejak Winna Satriya pindah ke unit tepat di atas apartemenku setahun yang lalu, pacarku selalu saja "tak sengaja" menekan tombol lift ke lantai yang salah. Kalau kami berencana menonton film, dia akan mampir dulu ke apartemen Winna sambil membawa dua gelas teh susu. Saat aku demam tinggi dan memintanya mengantarkan obat, obat itu justru berakhir di tangan Winna yang sedang datang bulan. Alhasil, kencan kami yang seharusnya berdua berubah jadi bertiga, sementara obat penurun demamnya malah dipakai sebagai obat pereda nyeri haid. Bahkan saat ulang tahunku, dia lebih dulu membawa kue ke apartemen Winna. "Mumpung sudah sampai sini, anggap saja sekalian merayakan 300 hari persahabatan kalian." "Mumpung sudah sampai sini, kebetulan saluran air di apartemen Winna mampet. Sekalian bantu benerin, ya." Dan sekarang, saat kulihat dia melangkah masuk ke apartemen sahabatku tanpa sekali pun menoleh ke belakang, aku menekan tombol tutup lift dengan wajah dingin.
0 9 Bab
STATUS ISTRIKU DI AKUN FACEBOOKNYA

STATUS ISTRIKU DI AKUN FACEBOOKNYA

Karena kemalasan Revan, Rina iseng membuat status di akun fesbuknya. Dia membuat status seolah menjual suaminya karena malas bekerja. Sudah tiga tahun, Revan tidak menafkahi Rina istrinya, membuat Rina kesal pada Revan. Jauh sebelum tiga tahun lamanya Revan tidak bekerja, Rina sudah sempat ingin berpisah dengan Revan, Namun saat itu orang tua Rina tidak mengizinkan, dengan alasan Revan pasti akan berubah. Karena sampai saat ini tidak ada perubahan, keputusan Rina sudah bulat untuk bercerai dengan Revan. Selain Revan yang pemalas, Kakak iparnya juga sangat nyebelin. Kali ini orang tuanya pun, setuju. Luka-liku hidup, di alami oleh Revan setelah ia bercerai, sampai titik dimana ia bisa merubah sifat pemalasnya itu.
10 20 Bab
Kaya sih, tapi Pelit!

Kaya sih, tapi Pelit!

"Hidup bakal enak, jika menikahi pria yang sudah mapan." Pepatah itu nyatanya tidak semua benar. Menikah dengan pria yang sudah mapan tidak menjamin hidup Hilya_gadis yang akhirnya diasingkan dari keluarga karena terbilang pelit hidup bercukupan, meski sudah menikahi pria kaya. Aksa_suaminya adalah seorang pengusaha yang memiliki toko pakaian. Usahanya cukup ramai dan mereka sudah termasuk keluarga dengan taraf ekonomi menengah ke atas. Namun ternyata, siapa sangka kalau hidup Hilya jauh dari kata bahagia. Hilya hanya diperbolehkan mengurus rumah tanpa diberi jatah uang. Ia menggunakan barang-barang yang dibelikan suaminya saja, tanpa bisa meminta lebih. Urusan makan pun tergantung pada apa yang dibelikan Aksa, seringnya ia bahkan makan lauk sisa suaminya. Hilya tidak habis pikir apa yang meracuni pikiran suaminya, Aksa terbilang mampu dan bisa membeli barang-barang mewah serta makanan yang cukup untuk keduanya. Akan tetapi, Aksa justru enggan melakukan itu, ia bahkan menolak pemberian ibunya yang simpati kepada Hilya karena hidup mereka yang jauh dari berkecukupan. Hilya tidak tahan lagi dan mencoba berontak, namun ternyata ia mendapatkan sebuah fakta mengejutkan. Pria yang menikahinya ternyata mengidap sebuah penyakit akibat dari kenangan buruk masa lalu. Dalam kondisi gonjang-ganjing pernikahannya yang di ujung tanduk, Hilya berusaha untuk mengeluarkan suaminya dari trauma masa lalu yang membuatnya sakit seperti sekarang ini. Mampukah Hilya menyembuhkan penyakit suaminya itu, dan mempertahankan pernikahan mereka? Mari baca cerita lengkapnya di cerbung 'Kaya sih, tapi pelit!'
10 35 Bab
CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

Perjalanan cinta seorang Alif Pratama tak sesederhana yang ia bayangkan sebelumnya, dalam pikirannya jika telah bertemu seseorang yang cocok maka tahap untuk menuju sebuah pernikahan bisa berjalan dengan baik. Alif dipertemukan oleh Nurul di masa pendidikan dan latihan bagi pegawai negeri yang baru mengabdi. Alif dibuat penasaran oleh kehadiran sosok Nurul saat bertemu di meja registrasi. Sandi dan Bagus, dua teman kamarnya menjadi lakon utama yang membuat Alif dan Nurul saling beradu pandang di lift hingga membuat Alif mati kutu saat berhadapan dengan Nurul. Selesai masa diklat, saat Alif kembali bertugas di Sumur Ujung Kulon Banten, hubungan keduanya berlanjut. Beberapa kejadian mulai dari ke tempat wisata danau yang ternyata sudah tutup saat mereka datangi, kejadian tidak menyenangkan di KRL, hingga keseriusan yang Alif tunjukan membuat Nurul yakin dengan sosok Alif, di matanya Alif seperti cinta pertamanya, yaitu bapaknya. Alif dan Nurul telah sepakat untuk ke tahap serius, yaitu berumah tangga. Saat Alif akan menemui orang tua Nurul, seseorang dari masa lalu Alif muncul. Khairunnisa, gadis yang ia kejar dahulu kini datang menyatakan isi hatinya. Alif sepenuhnya yakin dengan Nurul, tapi saat keyakinan Alif untuk memperistri Nurul telah diutarakan, pak Handoko belum bisa melepas putrinya. Di tengah perjuangan Alif berupaya mendapatkan restu dari orang tua Nurul, Nurul malah menjaga jarak. Saat Nurul meminta waktu untuk sendiri dengan alasan memikirkan hubungannya dengan Alif muncul pengakuan tak terduga. Alif terpukul, sebelumnya ia telah memilih Nurul dan mengabaikan Nisa yang mencoba datang kembali dalam hidupnya. Alif dalam masa pemulihan hati dan mental, ia kembali ke tempat tugasnya di Sumur Ujung Kulon. Alif sedang tidak dalam keinginan membuka hati untuk wanita dalam waktu dekat, Nisa tiba-tiba datang ke rumahnya.
10 95 Bab
Menjadi Kupu-Kupu Menyertaimu

Menjadi Kupu-Kupu Menyertaimu

Orang tuaku meninggal saat aku masih kelas 3 SMA, hanya meninggalkan rumah bata yang reyot untukku. Namun, aku menemukan seorang adik laki-laki di tempat sampah. Dia adalah siswa teladan kelas 2 SMA di sekolahku. Namun, semua orang meremehkannya. Bahkan ketika dia ditindas di sekolah, para guru juga menutup mata. Karena meskipun orang lain tidak memukulnya, ayahnya yang pecandu alkohol akan memukulinya setiap hari, dan ibunya yang pengecut tidak pernah berani melawan. Dengan susah payah aku menyeretnya pulang, membalutnya, dan merawatnya selama beberapa hari. Kemudian, ibunya dipukuli sampai mati, dan aku menelepon polisi untuk menangkap ayahnya. "Hei, tinggallah bersamaku mulai sekarang. Aku nggak punya keluarga lagi. Panggil aku kakak, dan akan kubayar uang sekolahmu!" Dia ingin kuliah di universitas bergengsi, jadi aku putus sekolah dan mulai bisnis kios jalanan, menjual darah, bahkan melakukan pekerjaan ilegal. Setelah lulus, dia bilang ingin memulai bisnis, jadi aku memberinya semua tabunganku. Hari itu, dia dan seorang wanita muda yang cantik berdiri di atas panggung yang gemerlap untuk menerima Penghargaan Kewirausahaan Muda. Aku menatap diagnosis kanker di tanganku. Aku tersenyum kecut. Aku telah membesarkannya menjadi seseorang yang tidak pantas untukku. Sudah waktunya aku pergi.
10 10 Bab
Sumpah Palsu Suami Siri

Sumpah Palsu Suami Siri

Setelah menghilang 3 tahun lamanya, Kang Wirna kutemukan menjadi seorang pengamen buta di sebuah pasar kaget. Ia menyanyikan sebuah lagu yang sering ia putar di telepon genggamnya ketika kami masih bersama 3 tahun yang lalu. Bersamanya ada seorang bocah lelaki yang tangan kirinya buntung. Apa yang terjadi dengan laki-laki yang sampai sekarang masih menyandang status suami siriku itu? Waktu 3 tahun ternyata telah banyak membawa perubahan pada dirinya yang menghilang dariku tanpa alasan. "Bagaimana kalau suatu saat nanti Abi meninggalkan Ami?" tanyaku risau setelah 2 bulan aku menikah dengannya. "Abi tidak akan pernah meninggalkan Ami walau apapun yang terjadi. Jika itu Abi lakukan, demi Allah, hidup Abi akan sengsara selamanya dan mati dalam keadaan sesat." Kang Wirna mengulangi lagi sumpah yang memang sering ia ucapkan kepadaku. "Lalu jika suatu saat Abi kembali kepada mantan istri Abi, gimana?" lanjutku bertanya. Dan lagi-lagi ia mengulangi sumpahnya. "Itu tidak akan pernah terjadi, Mi..! Jika itu terjadi maka Abi mengangkat sumpah agar Allah menyengsarakan hidup Abi dan seluruh keturunan Abi." "Jangan main-main dengan sumpah, Bi! Bahaya..!" ucapku mengingatkannya kala itu. "Abi sadar kalau Abi telah mengangkat sumpah yang paling tinggi di antara semua sumpah anak manusia dibumi. Abi sudah siap dengan segala konsekwensi dan resikonya. Karena itu tolong Ami percaya kepada Abi." ucapnya berulang kali di banyak malam. Namun bulan kedelapan pernikahan kami Kang Wirna menghilang. Yuk pembaca... ! Kita simak bersama curahan hati seorang istri yang didustakan dan akibat bagi seorang suami yang mempermainkan pernikahan dan menganggap sepele sumpah dan janji.
0 89 Bab

Apa perbedaan kalimat aktif dan pasif dalam bahasa Indonesia?

4 Jawaban2026-06-01 05:40:30
Baru kemarin aku lagi diskusi seru sama temen tentang struktur kalimat nih. Jadi gini, kalimat aktif itu subjeknya beraksi langsung, kayak 'Aku makan nasi goreng'. Si 'aku' di sini jelas ngelakuin aksi makannya. Sedangkan pasif dibalik, subjeknya malah dikenain aksi, contohnya 'Nasi goreng dimakan aku'. Bedanya nggak cuma urutan kata aja lho, tapi juga nuansanya. Aktif terasa lebih langsung dan energik, sementara pasif sering dipake buat ngehalusin pernyataan atau fokusin perhatian ke objeknya.

Yang lucu itu waktu ngobrolin novel-novel terjemahan. Kadang terjemahan Inggris ke Indonesia suka kaku karena translator maksa pake struktur pasif terus. Padahal dalam percakapan sehari-hari, naturalnya kita lebih banyak pake aktif. Misal di dialog 'The door was opened by me' lebih enak diterjemahin 'Aku buka pintunya' daripada 'Pintu dibuka oleh aku' yang kedengeran kaku banget.

Apa ciri-ciri kalimat aktif dan pasif dalam teks?

4 Jawaban2026-06-01 13:26:31
Kalimat aktif dan pasif itu seperti dua sisi mata uang yang selalu menarik untuk dibahas. Dalam kalimat aktif, subjek berperan sebagai pelaku tindakan, misalnya 'Aku membaca buku'—di sini, 'aku' jelas melakukan aksi membaca. Sementara pada kalimat pasif, subjek justru menjadi penerima aksi, seperti 'Buku dibaca oleh aku'. Perubahan struktur ini sering pakai kata kerja berawalan di- atau ter-, dan kadang disertai frasa 'oleh'. Yang bikin seru, kalimat pasif bisa membuat narasi terasa lebih objektif atau dramatis, tergantung konteksnya.

Contoh lain, 'Tim memenangkan pertandingan' (aktif) vs 'Pertandingan dimenangkan oleh tim' (pasif). Perbedaannya bukan cuma soal tata bahasa, tapi juga nuansa yang dihasilkan. Kalimat aktif biasanya lebih langsung dan energik, sementara pasif memberi kesan lebih halus atau formal. Kadang, penulis sengaja memilih pasif untuk menyembunyikan pelaku, misalnya 'Kue itu sudah dimakan'—siapa yang makan? Rahasia!

Manakah yang lebih efektif: kalimat aktif atau pasif?

4 Jawaban2026-06-01 06:04:20
Ada sesuatu yang menarik ketika kita mulai membandingkan gaya penulisan aktif dan pasif. Sebagai seseorang yang sering menulis ulasan film, aku merasa kalimat aktif jauh lebih mudah 'menyentuh' pembaca. Misalnya, 'Sang sutradara menghancurkan ekspektasi penonton di adegan ketiga' terasa lebih personal dan dinamis daripada 'Ekspektasi penonton dihancurkan oleh sutradara...'.

Tapi bukan berarti pasif selalu buruk. Dalam konteks tertentu, seperti laporan akademis atau berita formal, kalimat pasif justru memberi kesan objektif. Aku sering memilih pasif saat ingin menonjolkan hasil suatu peristiwa, bukan pelakunya. Intinya, efektivitas tergantung pada tujuan dan audiens—aktif untuk keterlibatan emosional, pasif untuk penyampaian fakta tanpa bias.

Contoh kalimat aktif dan pasif dalam percakapan sehari-hari?

4 Jawaban2026-06-01 14:37:59
Kemarin temanku bercerita tentang betapa seringnya kita tanpa sadar menggunakan kalimat aktif dan pasif dalam obrolan sehari-hari. Misalnya, ketika bilang 'Aku makan nasi goreng tadi malam' (aktif) vs 'Nasi goreng dimakan olehku tadi malam' (pasif). Yang pertama terasa lebih natural kan? Tapi kadang pasif justru lebih sopan, seperti 'Ruangan ini sudah dibersihkan' terdengar lebih halus daripada 'Aku membersihkan ruangan ini'.

Lucunya, di grup WhatsApp keluarga, ibuku selalu pakai kalimat pasif untuk permintaan: 'Sayur ini harus dihabiskan!' lebih efektif daripada 'Habiskan sayur ini!'. Pola ini bikin aku sadar betapa fleksibelnya bahasa Indonesia dalam menyesuaikan nuansa percakapan.

Bagaimana mengubah kalimat aktif menjadi pasif dengan mudah?

4 Jawaban2026-06-01 00:27:50
Pernah ngebayangin gimana caranya bikin kalimat pasif tanpa bikin kepala pusing? Aku dulu sering bingung, tapi ternyata triknya simpel banget. Pertama, cari dulu siapa pelaku dan objek dalam kalimat aktif. Misal, 'Ani memetik bunga' – Ani subjek, bunga objek. Nah, buat pasifnya, objek jadi subjek: 'Bunga dipetik Ani'. Kata kerja diubah pake awalan 'di-' atau 'ter-' tergantung konteks.

Yang keren, struktur ini bisa dipake buat bikin tulisan lebih variatif. Kadang kalimat pasif justru bikin aliran cerita lebih natural, apalagi kalo mau fokusin perhatian pembaca ke objek daripada pelakunya. Cuma perlu diingat, jangan kebanyakan pake kalimat pasif biar nggak monoton. Aku sendiri suka campur antara aktif-pasif biar ritme tulisan lebih enak dibaca.

Apa perbedaan kalimat pasif dan aktif dalam dialog film?

5 Jawaban2026-06-03 11:58:42
Ada sesuatu yang magis tentang bagaimana dialog dalam film bisa menghidupkan karakter. Kalimat aktif, seperti 'Dia menendang bola,' langsung memberi energi pada adegan karena subjek jelas melakukan aksi. Sementara kalimat pasif, 'Bola ditendang olehnya,' terasa lebih formal dan sering dipakai untuk efek dramatis atau ketika pelaku tidak penting. Sutradara seperti Christopher Nolan sering memainkan ini—adegan action pakai aktif biar tense, tapi flashback pakai pasif untuk nuansa reflektif.

Contoh lucunya di 'The Dark Knight,' Joker bicara dengan aktif ('I’m gonna make this pencil disappear') yang bikin charisma-nya meledak. Bandingkan dengan narasi pasif di 'Fight Club' ('The rules were broken by us') yang bikin suasana terasa lebih gelap. Tergantung tujuan emosi yang ingin disampaikan, keduanya punya kekuatan masing-masing.

Apa perbedaan 5 kalimat pasif dan aktif dalam buku cerita?

3 Jawaban2026-06-27 05:37:51
Membaca buku cerita selalu membuka wawasan baru tentang bagaimana penulis menyampaikan cerita, terutama dalam penggunaan kalimat aktif dan pasif. Kalimat aktif biasanya lebih langsung dan dinamis, seperti 'Raja memimpin pasukannya dengan gagah berani,' di mana subjek (Raja) melakukan tindakan secara jelas. Sementara kalimat pasif, misalnya 'Pasukannya dipimpin oleh raja dengan gagah berani,' lebih menekankan objek atau hasil tindakan. Perbedaan ini bisa memengaruhi tempo cerita—kalimat aktif cocok untuk adegan cepat, sedangkan pasif memberi nuansa reflektif atau formal.

Dalam 'Harry Potter,' Rowling sering menggunakan aktif untuk adegan aksi, seperti 'Harry mengejar snitch,' yang membuat pembaca merasakan ketegangan. Tapi di adegan flashback, pasif seperti 'Snitch itu akhirnya ditangkap oleh Harry' memberi kesan nostalgia. Penulis berpengalaman tahu kapan harus beralih antara keduanya untuk menciptakan ritme yang pas.

Kapan harus menggunakan kalimat pasif dalam tulisan?

4 Jawaban2026-06-01 06:04:38
Menggunakan kalimat pasif itu seperti memilih bumbu tertentu dalam masakan—tidak selalu dominan, tapi bisa jadi penyedap yang pas di situasi tepat. Aku sering memakainya ketika ingin menonjolkan objek atau korban dalam cerita, bukan pelakunya. Misalnya, dalam narasi misteri, 'Surat itu disembunyikan di laci' lebih memberi kesan intrigu daripada 'Dia menyembunyikan surat di laci'. Juga berguna saat pelaku tidak diketahui atau tidak relevan, seperti laporan berita 'Kota kecil diterjang badai'.

Di dunia akademik atau teknis, pasif sering dipakai untuk objektivitas. Tapi hati-hati, kebanyakan pasif bikin tulisan terasa kaku dan jauh. Kuncinya adalah menyeimbangkan—gunakan saat ingin mengalihkan fokus pembaca atau menciptakan nuansa tertentu, tapi jangan sampai menghilangkan energi dari tulisan.

Bagaimana cara mengubah kalimat aktif ke pasif dalam cerpen?

5 Jawaban2026-06-03 11:43:24
Mengubah kalimat aktif ke pasif dalam cerpen sebenarnya lebih dari sekadar teknik gramatikal—itu tentang menciptakan nuansa. Misalnya, kalimat 'Ani memecahkan vas' bisa diubah menjadi 'Vas itu pecah oleh Ani', tapi terdengar kaku. Aku lebih suka pendekatan sastra seperti 'Vas itu terpecah, tersungkur di lantai oleh sentuhan ceroboh Ani'. Dengan begitu, objek jadi lebih hidup, dan cerita dapat menekankan dampak emosional.

Dalam 'The Great Gatsby', Fitzgerald sering memakai pasif untuk menyoroti keadaan daripada pelaku ('The bar was crowded with faces...'). Itu memberiku inspirasi untuk bermain dengan ritme. Kalau mau atmosfer lebih melankolis atau misterius, pasif bisa jadi alat yang powerful. Tapi jangan kebanyakan, nanti ceritanya terasa datar dan jauh.

Bagaimana membuat kalimat pasif yang menarik dalam cerita?

5 Jawaban2026-06-03 01:40:33
Kalimat pasif sering dianggap membosankan, tapi sebenarnya bisa jadi alat narasi yang powerful kalau dipakai dengan kreatif. Salah satu trik favoritku adalah memanfaatkannya untuk menciptakan suspense—misalnya, 'Kotak itu dibuka perlahan-lahan, tapi tak ada yang berani melihat isinya.' Kalimat ini sengaja menempatkan objek ('kotak') sebagai subjek untuk menarik perhatian pembaca ke benda misterius itu, bukan ke pelaku yang membukanya.

Dalam adegan flashback, pasif juga efektif untuk menyampaikan perasaan korban: 'Tangannya diikat erat, suara teriakan itu hanya terdengar samar.' Struktur pasif di sini membuat pembaca langsung merasakan helplessness karakter tanpa perlu menjelaskan siapa antagonisnya. Kuncinya adalah variasi; selingi dengan kalimat aktif biar ritmenya tidak monoton.

Pencarian Terkait

Populer
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status