Kalimat Pasif Adalah

Cuestionario de Personalidad ABO
Responde este cuestionario rápido para descubrir si eres Alfa, Beta u Omega.
Esencia
Personalidad
Patrón de amor ideal
Deseo secreto
Tu lado oscuro
Comenzar el test

Related Books

Bukan Prioritas

Bukan Prioritas

Untuk ke-99 kalinya, pacarku salah menekan tombol lift hingga kami berhenti di lantai tempat sahabatku tinggal. Bukannya meminta maaf, dia malah menatapku dan bertanya dengan nada menyalahkan, "Kenapa kamu nggak ngingetin aku? Ah sudahlah. Mumpung sudah sampai sini, sekalian saja ganti bohlam di apartemen Winna." Aku hanya terpaku sesaat sebelum memaksakan seulas senyum tipis. Lagi-lagi kalimat itu. "Mumpung sudah sampai sini." Sejak Winna Satriya pindah ke unit tepat di atas apartemenku setahun yang lalu, pacarku selalu saja "tak sengaja" menekan tombol lift ke lantai yang salah. Kalau kami berencana menonton film, dia akan mampir dulu ke apartemen Winna sambil membawa dua gelas teh susu. Saat aku demam tinggi dan memintanya mengantarkan obat, obat itu justru berakhir di tangan Winna yang sedang datang bulan. Alhasil, kencan kami yang seharusnya berdua berubah jadi bertiga, sementara obat penurun demamnya malah dipakai sebagai obat pereda nyeri haid. Bahkan saat ulang tahunku, dia lebih dulu membawa kue ke apartemen Winna. "Mumpung sudah sampai sini, anggap saja sekalian merayakan 300 hari persahabatan kalian." "Mumpung sudah sampai sini, kebetulan saluran air di apartemen Winna mampet. Sekalian bantu benerin, ya." Dan sekarang, saat kulihat dia melangkah masuk ke apartemen sahabatku tanpa sekali pun menoleh ke belakang, aku menekan tombol tutup lift dengan wajah dingin.
0 9 Capítulos
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Suamiku, seorang komandan resimen, akhirnya setuju aku ikut ke kesatuan, dengan satu syarat… Anak kami tak boleh memanggilnya ayah. Delapan tahun kami menjalani pernikahan rahasia. Delapan tahun pula aku tinggal di desa, merawat kedua orang tuanya. Setelah kedua mertuaku meninggal dunia, aku dan anakku memohon padanya agar kami bisa ikut bersamanya ke kesatuan. Dia setuju… Tapi dengan satu syarat! “Setibanya di kesatuan nanti, status kalian hanyalah kerabatku dari kampung,” ucapnya dingin. Saat itulah aku mengerti… Ternyata, di kesatuan sana, dia sudah memiliki keluarga lain. Akhirnya, aku membawa anakku pergi tanpa menoleh sedikit pun. Dan pria yang dikenal dingin itu… Justru tampak panik.
10 10 Capítulos
Hanya Istri Pelampiasan

Hanya Istri Pelampiasan

"Kenapa? Kalau emang nggak ada rasa, kenapa masih harus melakukannya?" Lelaki bertubuh atletis itu berbalik dengan tatapan tajam yang sama. "Pria lebih banyak menggunakan logika dibanding hatinya. Cuma orang munafik yang menyinyiakan kesempatan, hanya karena alasan nggak cinta!" Malam pengantin tak pernah seindah yang Melody bayangkan. Pengalaman pertama yang seharusnya berkesan justru terasa menyakitkan saat dia berakhir di atas pembaringan sebagai pelampiasan lelaki yang tadi siang bersanding dengannya di pelaminan. Sebab, meski raga lelaki itu sepenuhnya milik dia, hati dan jiwanya seperti ada di tempat lain.
10 39 Capítulos
Kesendirian

Kesendirian

Di suatu kota ada seorang gadis yang cantik, kuat, dan pemberani. Dia hidup sebatang kara di kota tersebut, dan dia menghadapi banyak rintangan hidup juga pemendam rasa terhadap seseorang. Seiring berjalannya waktu dia menemukan suatu hal aneh di kota tersebut. Mimpi-mimpinya harus bisa tercapai dan dia memiliki tekad yang kuat. Tapi yang anehnya, dia tidak mudah berbaur dengan yang lainnya. Dia suka menyendiri dan suka pergi ke suatu tempat dengan sendiri juga tanpa ada teman. Karena kesendirian membuat dia nyaman tanpa menggangu kehidupan orang lain. Tapi hal ini tidak baik dengan dirinya sendiri. Tapi dia berargumen masa bodoh dan cuek sekali pada kehidupan sekitar. Dia suka menyendiri dan mandiri melakukan tentang hal apapun itu. Baginya perjuangan itu harus dan dia tidak mau di repotkan dan jika ada minta pertolongan dia langsung segera untuk menolong. Dia memiliki jiwa seni yang tinggi juga rasa kepedulian yang tinggi. Dia cuek karena menggangap suatu hal tidak penting baginya untuk itu dia melakukan semuanya sendiri. Dia sudah terbiasa dalam menghadapi hidup yang rumit, dan hal ini membuat dia bisa bertahan, untuk mencapai hal itu memang tidak mudah, harus optimis dan bekerja secara cerdas juga tetap berserah padaNya. Dia yakin semua hal yang dia lakukan adalah untuk membuat dia belajar memaknai hidup juga dia tidak pernah mengeluh, dan tetap bersyukur. Dia di besarkan di keluarga yang sangat sederhana dan hanya memiliki seorang Ibu yang baik hati dan memiliki sifat kerja keras dan sama dengan dirinya sendiri. Dia sudah menyelesaikan sekolah di perguruan swasta terbaik selama 4 tahun dan kini meranjak untuk merantau kembali ke negeri orang untuk meningkatkan hidupnya dan membuat ibunda tercinta bangga terhadap dirinya. Dia seorang gadis berumur 25 tahun, dan hobi menulis juga memasak. Berkarya dan selalu berkarya adalah impian terbesarnya. Karena berkarya membuat dia bisa menginspirasi semua orang termasuk bagi keluarganya sendiri.
10 6 Capítulos
Dua Tahun, Tapi Dia Pilih yang Polos

Dua Tahun, Tapi Dia Pilih yang Polos

Karena kemampuan tertentu yang sangat kuat dari pacarku, kami selalu berusaha mencari hal-hal baru untuk dilakukan selama bercinta. Untuk itu, dia tidak hanya sekali membujukku dengan kata-kata manis, "Kita akan menikah setelah kamu lulus." Bodohnya, aku percaya padanya. Jadi, aku berjuang mati-matian menyelesaikan SKS agar bisa lulus lebih cepat. Aku juga diam-diam membaca berbagai materi dan mempelajari teknik, hanya untuk memuaskan tubuhnya. Sampai suatu hari, karena belajar sampai larut dan melewatkan jam malam asrama, aku pergi ke bar untuk mencarinya. Tanpa sengaja, aku mendengar dia berbicara dengan teman-temannya. "Kak Aidan, apa pacarmu benar-benar segatal itu?" "Ya jelas, masa nggak? Dia dilatih oleh Kak Aidan sendiri." "Kalau Lira gimana?" Aidan Jace mengembuskan asap rokok, tatapannya lembut. "Dia beda, dia sangat polos." Saat itu juga, aku mulai membencinya. Sesampainya di kampus, aku langsung menelepon profesor. "Proyek rahasia yang Bapak sebut waktu itu... saya ingin daftar." Mulai dari hari itu, seluruh hidupku hanya untuk bangsa dan negara.
10 10 Capítulos
Musim Semi yang Telat Itu Bukan Untukmu

Musim Semi yang Telat Itu Bukan Untukmu

Selama lima tahun menjalani pernikahan, Justin Giovano menghabiskan separuh waktunya menginap di apartemen di seberang sungai. Katanya, kakak laki-lakinya meninggal muda, meninggalkan Sarah Lunandi seorang diri tanpa tempat bergantung. Sebagai adik, sudah menjadi tanggung jawabnya untuk menjaga kedua keluarga. Saat itu, dengan bodohnya aku benar-benar mempercayai semua ucapannya. Demi memenuhi rasa tanggung jawabnya, aku rela menerima ketidakhadirannya di setiap hari raya, rela membagi makan malam Tahun Baru menjadi dua, bahkan rela menjadi bahan cibiran orang-orang yang diam-diam menyebutku perempuan yang berbagi suami. Namun, setiap kali berbicara denganku, nada bicaranya selalu terdengar dingin dan penuh jarak. Hingga pada hari itu, sebuah kecelakaan beruntun membuat mobil kami ringsek. Sambil melindungi kandunganku, aku mati-matian menggedor jendela mobil. "Justin, tolong selamatkan anak kita ...." Dia merangkak keluar dari kursi pengemudi. Tatapannya sempat menyapu bagian bawah tubuhku yang berlumuran darah, tetapi sesaat kemudian dia berbalik dan mendobrak pintu kursi belakang. Justin memeluk Sarah erat-erat di dadanya, padahal dia hanya mengalami luka lecet di dahi, "Jangan lihat. Nggak apa-apa. Aku di sini." Dia terus mengulang kalimat itu untuk menenangkan Sarah. Sementara itu, pintu mobil di sisiku sudah ringsek parah hingga benar-benar macet dan tak bisa dibuka. Baru saat itulah aku sadar. Selama ini Justin bukan sedang menunaikan amanat atau membalas budi kepada mendiang kakaknya. Dia hanya tidak sanggup melihat Sarah menderita sedikit pun.
0 9 Capítulos

Kapan harus menggunakan kalimat pasif dalam tulisan?

4 Respuestas2026-06-01 06:04:38
Menggunakan kalimat pasif itu seperti memilih bumbu tertentu dalam masakan—tidak selalu dominan, tapi bisa jadi penyedap yang pas di situasi tepat. Aku sering memakainya ketika ingin menonjolkan objek atau korban dalam cerita, bukan pelakunya. Misalnya, dalam narasi misteri, 'Surat itu disembunyikan di laci' lebih memberi kesan intrigu daripada 'Dia menyembunyikan surat di laci'. Juga berguna saat pelaku tidak diketahui atau tidak relevan, seperti laporan berita 'Kota kecil diterjang badai'.

Di dunia akademik atau teknis, pasif sering dipakai untuk objektivitas. Tapi hati-hati, kebanyakan pasif bikin tulisan terasa kaku dan jauh. Kuncinya adalah menyeimbangkan—gunakan saat ingin mengalihkan fokus pembaca atau menciptakan nuansa tertentu, tapi jangan sampai menghilangkan energi dari tulisan.

Apa ciri-ciri kalimat aktif dan pasif dalam teks?

4 Respuestas2026-06-01 13:26:31
Kalimat aktif dan pasif itu seperti dua sisi mata uang yang selalu menarik untuk dibahas. Dalam kalimat aktif, subjek berperan sebagai pelaku tindakan, misalnya 'Aku membaca buku'—di sini, 'aku' jelas melakukan aksi membaca. Sementara pada kalimat pasif, subjek justru menjadi penerima aksi, seperti 'Buku dibaca oleh aku'. Perubahan struktur ini sering pakai kata kerja berawalan di- atau ter-, dan kadang disertai frasa 'oleh'. Yang bikin seru, kalimat pasif bisa membuat narasi terasa lebih objektif atau dramatis, tergantung konteksnya.

Contoh lain, 'Tim memenangkan pertandingan' (aktif) vs 'Pertandingan dimenangkan oleh tim' (pasif). Perbedaannya bukan cuma soal tata bahasa, tapi juga nuansa yang dihasilkan. Kalimat aktif biasanya lebih langsung dan energik, sementara pasif memberi kesan lebih halus atau formal. Kadang, penulis sengaja memilih pasif untuk menyembunyikan pelaku, misalnya 'Kue itu sudah dimakan'—siapa yang makan? Rahasia!

Manakah yang lebih efektif: kalimat aktif atau pasif?

4 Respuestas2026-06-01 06:04:20
Ada sesuatu yang menarik ketika kita mulai membandingkan gaya penulisan aktif dan pasif. Sebagai seseorang yang sering menulis ulasan film, aku merasa kalimat aktif jauh lebih mudah 'menyentuh' pembaca. Misalnya, 'Sang sutradara menghancurkan ekspektasi penonton di adegan ketiga' terasa lebih personal dan dinamis daripada 'Ekspektasi penonton dihancurkan oleh sutradara...'.

Tapi bukan berarti pasif selalu buruk. Dalam konteks tertentu, seperti laporan akademis atau berita formal, kalimat pasif justru memberi kesan objektif. Aku sering memilih pasif saat ingin menonjolkan hasil suatu peristiwa, bukan pelakunya. Intinya, efektivitas tergantung pada tujuan dan audiens—aktif untuk keterlibatan emosional, pasif untuk penyampaian fakta tanpa bias.

Bagaimana mengubah kalimat aktif menjadi pasif dengan mudah?

4 Respuestas2026-06-01 00:27:50
Pernah ngebayangin gimana caranya bikin kalimat pasif tanpa bikin kepala pusing? Aku dulu sering bingung, tapi ternyata triknya simpel banget. Pertama, cari dulu siapa pelaku dan objek dalam kalimat aktif. Misal, 'Ani memetik bunga' – Ani subjek, bunga objek. Nah, buat pasifnya, objek jadi subjek: 'Bunga dipetik Ani'. Kata kerja diubah pake awalan 'di-' atau 'ter-' tergantung konteks.

Yang keren, struktur ini bisa dipake buat bikin tulisan lebih variatif. Kadang kalimat pasif justru bikin aliran cerita lebih natural, apalagi kalo mau fokusin perhatian pembaca ke objek daripada pelakunya. Cuma perlu diingat, jangan kebanyakan pake kalimat pasif biar nggak monoton. Aku sendiri suka campur antara aktif-pasif biar ritme tulisan lebih enak dibaca.

Contoh kalimat aktif dan pasif dalam percakapan sehari-hari?

4 Respuestas2026-06-01 14:37:59
Kemarin temanku bercerita tentang betapa seringnya kita tanpa sadar menggunakan kalimat aktif dan pasif dalam obrolan sehari-hari. Misalnya, ketika bilang 'Aku makan nasi goreng tadi malam' (aktif) vs 'Nasi goreng dimakan olehku tadi malam' (pasif). Yang pertama terasa lebih natural kan? Tapi kadang pasif justru lebih sopan, seperti 'Ruangan ini sudah dibersihkan' terdengar lebih halus daripada 'Aku membersihkan ruangan ini'.

Lucunya, di grup WhatsApp keluarga, ibuku selalu pakai kalimat pasif untuk permintaan: 'Sayur ini harus dihabiskan!' lebih efektif daripada 'Habiskan sayur ini!'. Pola ini bikin aku sadar betapa fleksibelnya bahasa Indonesia dalam menyesuaikan nuansa percakapan.

Apa perbedaan kalimat aktif dan pasif dalam bahasa Indonesia?

4 Respuestas2026-06-01 05:40:30
Baru kemarin aku lagi diskusi seru sama temen tentang struktur kalimat nih. Jadi gini, kalimat aktif itu subjeknya beraksi langsung, kayak 'Aku makan nasi goreng'. Si 'aku' di sini jelas ngelakuin aksi makannya. Sedangkan pasif dibalik, subjeknya malah dikenain aksi, contohnya 'Nasi goreng dimakan aku'. Bedanya nggak cuma urutan kata aja lho, tapi juga nuansanya. Aktif terasa lebih langsung dan energik, sementara pasif sering dipake buat ngehalusin pernyataan atau fokusin perhatian ke objeknya.

Yang lucu itu waktu ngobrolin novel-novel terjemahan. Kadang terjemahan Inggris ke Indonesia suka kaku karena translator maksa pake struktur pasif terus. Padahal dalam percakapan sehari-hari, naturalnya kita lebih banyak pake aktif. Misal di dialog 'The door was opened by me' lebih enak diterjemahin 'Aku buka pintunya' daripada 'Pintu dibuka oleh aku' yang kedengeran kaku banget.

Apa perbedaan kalimat pasif dan aktif dalam dialog film?

5 Respuestas2026-06-03 11:58:42
Ada sesuatu yang magis tentang bagaimana dialog dalam film bisa menghidupkan karakter. Kalimat aktif, seperti 'Dia menendang bola,' langsung memberi energi pada adegan karena subjek jelas melakukan aksi. Sementara kalimat pasif, 'Bola ditendang olehnya,' terasa lebih formal dan sering dipakai untuk efek dramatis atau ketika pelaku tidak penting. Sutradara seperti Christopher Nolan sering memainkan ini—adegan action pakai aktif biar tense, tapi flashback pakai pasif untuk nuansa reflektif.

Contoh lucunya di 'The Dark Knight,' Joker bicara dengan aktif ('I’m gonna make this pencil disappear') yang bikin charisma-nya meledak. Bandingkan dengan narasi pasif di 'Fight Club' ('The rules were broken by us') yang bikin suasana terasa lebih gelap. Tergantung tujuan emosi yang ingin disampaikan, keduanya punya kekuatan masing-masing.

Bagaimana membuat kalimat pasif yang menarik dalam cerita?

5 Respuestas2026-06-03 01:40:33
Kalimat pasif sering dianggap membosankan, tapi sebenarnya bisa jadi alat narasi yang powerful kalau dipakai dengan kreatif. Salah satu trik favoritku adalah memanfaatkannya untuk menciptakan suspense—misalnya, 'Kotak itu dibuka perlahan-lahan, tapi tak ada yang berani melihat isinya.' Kalimat ini sengaja menempatkan objek ('kotak') sebagai subjek untuk menarik perhatian pembaca ke benda misterius itu, bukan ke pelaku yang membukanya.

Dalam adegan flashback, pasif juga efektif untuk menyampaikan perasaan korban: 'Tangannya diikat erat, suara teriakan itu hanya terdengar samar.' Struktur pasif di sini membuat pembaca langsung merasakan helplessness karakter tanpa perlu menjelaskan siapa antagonisnya. Kuncinya adalah variasi; selingi dengan kalimat aktif biar ritmenya tidak monoton.

Apa fungsi kalimat pasif dalam naskah drama televisi?

5 Respuestas2026-06-03 17:48:04
Kalimat pasif dalam naskah drama televisi seringkali menjadi alat untuk menciptakan nuansa misteri atau ketegangan. Bayangkan adegan di mana karakter utama menemukan ruangan berantakan—'Meja digulingkan, dokumen-dokumen berserakan.' Dengan struktur pasif, penonton langsung merasakan ada sesuatu yang salah tanpa perlu tahu pelakunya. Ini memancing rasa penasaran dan mempertahankan momentum cerita.

Di sisi lain, kalimat pasif juga berguna untuk menghindari repetisi. Jika adegan sebelumnya sudah menampilkan antagonis merusak ruangan, menggunakan pasif di adegan berikutnya ('Layar komputer dihancurkan') membuat dialog tetap efisien. Penulis bisa fokus pada reaksi karakter ketimbang mengulang informasi yang sudah diketahui penonton.

Pembaca bertanya awaits artinya saat menghadapi kalimat pasif?

3 Respuestas2025-11-03 18:53:28
Ada trik kecil yang sering kusoroti saat membahas kata 'awaits' — orang sering bingung karena bentuknya terlihat seperti kata kerja pasif padahal biasanya aktif.

'Awaits' adalah bentuk present tense orang ketiga tunggal dari kata kerja 'await', yang bermakna 'menunggu' atau 'menanti'. Dalam kalimat aktif struktur dasarnya: subjek + awaits + objek. Contohnya: "He awaits the letter." = "Dia menunggu surat itu." Kalau mau ubah ke pasif, objek itu menjadi subjek dan kita pakai 'is/are + awaited': "The letter is awaited by him." = "Surat itu ditunggu olehnya." Perhatikan: dalam praktik sehari-hari versi pasif kadang terasa kaku, jadi penerjemah atau penutur sering memilih terjemahan yang lebih alami seperti "Surat itu sedang dinanti." atau cukup "Dia menunggu surat itu."

Ada juga bentuk participle 'awaited' yang sering dipakai sebagai kata sifat, misalnya 'the long-awaited sequel' yang diterjemahkan jadi 'sekuel yang telah lama dinantikan'. Selain itu bentuk progresif 'is awaiting' juga dipakai: "She is awaiting results." = "Dia sedang menunggu hasilnya." Singkatnya, kalau nemu 'awaits' di kalimat pasif, baca pola 'is/are awaited' sebagai padanan 'ditunggu' — dan pilih terjemahan yang paling enak didengar dalam konteks. Aku sering pakai contoh-contoh ini saat bantu teman ngerti teks bahasa Inggris karena rasanya lebih gampang nempel kalau ada contoh nyata.

Búsquedas relacionadas

Popular
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status