Sinopsis Robohnya Surau Kami

Kuis Kepribadian ABO
Ikuti kuis singkat untuk mengetahui apakah Anda Alpha, Beta, atau Omega.
Aroma
Kepribadian
Pola Cinta Ideal
Keinginan Rahasia
Sisi Gelap Anda
Mulai Tes

Buku Terkait

Satria Roh Suci

Satria Roh Suci

Rawai Tingkis merupakan korban dalam percobaan gila para ilmuan Negri Indra Pura untuk menciptakan mesin pembunuh tanpa emosi. Bocah itu harus menerima serangkaian penyiksaan selama dua tahun, hanya untuk melihat apakah tubuhnya mampu beradaptasi dan jiwanya cukup kuat untuk bertahan. Penggunaan darah Roh Suci yang terbelenggu ratusan tahun lamanya, merupakan puncak dari percobaan itu, yang dikenal sebagai Percobaan Kelas S. Ketika semua anak mati pada puncak percobaan Kelas S, jasad mereka dibuang ke sungai, tapi secara tak terduga Rawai Tingkis mampu bertahan. Dia ditemukan oleh Tabib Rabiah yang merupakan ahli pedang bebas, tapi Rawai Tingkis memaksanya untuk menjadi seorang guru. Saat guru dan desanya dihancurkan oleh pembunuh bayaran, Rawai Tingkis akhirnya menyadari bahwa dia bukan satu-satunya manusia yang memiliki Roh Suci, pada akhirnya dia menyatakan musuh bagi semua Satria Roh Suci yang berada di jalur hitam.
9.7 260 Bab
MISTERI SUMUR TUA

MISTERI SUMUR TUA

Reina gadis 18 tahun, memutuskan pindah ke Pelombo, suatu desa terpencil di Gunungkidul bersama keluarganya. Disana Reina dan keluarga tinggal di rumah nenek mereka, Nenek Iroh. Namun warga desa tidak suka dengan keberadaan keluarga Reina, warga pun mengucilkannya. Mereka menganggap keluarga Reina dapat membawa malapetaka. Suatu hari Reina mengumpat dan meludahi sumur tua di rumah neneknya itu, dari sini mulai lah kejadian-kejadian mistis terjadi. Reina di hantui oleh mahkluk halus, Nenek Iroh jatuh sakit dan badannya seperti mayat hidup. Akhirnya Pak Arya (Papanya Reina) menemui Mbah Darmo, dukun yang terkenal sakti di desa itu untuk memusnahkan mahkluk halus yang mengganggu keluarganya. Sayangnya Mbah Darmo tewas, tak mampu mengalahkan mahkluk itu. Kemal (Adiknya Reina) juga hilang secara misterius. Membuat Bu Mirna (Mamanya Reina) hampir gila. Reina memutuskan mencari Kemal bersama Bagas, teman baru Reina di desa itu. Secara diam-diam mereka juga mencoba menguak misteri sumur tua itu. Mereka bertemu dengan Nenek Bejo, adik dari Nenek Iroh. Nenek bejo menceritakan semua kejadian di masa lalu yang penuh dendam. Sumur tua itu ternyata sarang iblis jahat yang mempunyai dendam di masa lalu. Nenek Bejo ingin menyerahkan nyawanya kepada iblis itu untuk di tukar dengan raga Kemal agar Kemal kembali kepada keluarganya. Hal itu Nenek Bejo lakukan untuk menebus kesalahannya di masa lalu kepada Nenek Iroh.
10 16 Bab
MISTERI RUMAH KONTRAKAN

MISTERI RUMAH KONTRAKAN

Kisah seorang pelayan dan seorang Nyonya yang diteror oleh makhluk yang tidak kasat mata, membuat sang pelayan mencari jalan keluar menyelamatkan majikannya. Berlanjut dengan kisah penghuni sebelumnya yang mengalami teror dengan berusaha melawan. Kemudian mundur lima belas tahun tentang kisah pemilik asal rumah kontrakan , dan sebab terjadinya teror oleh makhluk penunggu rumah itu.
10 21 Bab
Misteri Rumah Tua di Sudut Jalan

Misteri Rumah Tua di Sudut Jalan

"Misteri Rumah Tua di Sudut Jalan" Rina, seorang penulis lepas, tiba di sebuah kota kecil yang penuh dengan rahasia kelam. Tertarik dengan cerita mistis tentang rumah tua di sudut jalan yang konon angker, ia memutuskan untuk menyelidikinya lebih lanjut. Penduduk lokal memberikan peringatan agar menjauhi rumah tersebut, namun rasa ingin tahu Rina mengalahkan rasa takutnya. Saat pertama kali memasuki rumah itu, Rina langsung disambut oleh pengalaman mencekam: suara-suara aneh dan perasaan bahwa dia sedang diawasi. Seiring penyelidikan yang lebih mendalam, Rina menemukan sejarah kelam rumah itu dan penghuninya. Ia menemukan sebuah buku harian tua yang mengungkapkan insiden-insiden mengerikan yang terjadi bertahun-tahun lalu, termasuk hilangnya seorang anak kecil secara misterius. Rina mulai diganggu oleh mimpi buruk dan fenomena poltergeist, dan merasa bahwa ada entitas yang mencoba berkomunikasi dengannya. Kejadian-kejadian aneh semakin intens saat Rina menggali lebih dalam, dan ia mulai menyadari bahwa beberapa penduduk kota tidak sepenuhnya jujur. Teror meningkat saat Rina bertemu dengan seorang medium dan mengadakan sesi pemanggilan arwah, yang membuka pintu ke dunia yang lebih gelap. Melalui petunjuk yang ditemukan, Rina akhirnya mengetahui bahwa rumah tua tersebut menjadi saksi ritual gelap yang dilakukan oleh sekte rahasia. Dalam pencariannya untuk mengungkap kebenaran, Rina bertemu dengan keturunan sekte yang mencoba mengakhiri teror di rumah itu untuk selamanya. Namun, kekuatan jahat yang mereka hadapi ternyata lebih kuat dari yang mereka duga. Dengan bantuan sekutu baru, Rina berencana untuk melakukan konfrontasi terakhir dengan entitas jahat di rumah tua tersebut. Setelah pertempuran yang sengit, mereka berhasil mengusir roh-roh jahat dengan pengorbanan besar. Namun, meski ancaman telah berlalu, Rina masih dihantui oleh kenangan dan misteri yang belum sepenuhnya terpecahkan, meninggalkan pintu terbuka bagi kelanjutan cerita yang lebih mendalam.
0 71 Bab
MISTERI RUMAH ASHWABIMA

MISTERI RUMAH ASHWABIMA

Radi Ashwabima tumbuh bak budak dalam asuhan keras ibu angkatnya yang merupakan tuan tanah berkuasa di desa. Namun tanpa disadari, ia jatuh hati pada Kinanti, salah satu saudari angkatnya yang memperlakukannya dengan baik. Sayang, Kinanti mendadak menghilang setelah Radi menyatakan cinta. Radi pun berusaha keras untuk bangkit. Dia bahkan pasrah untuk dinikahkan dengan Andari, anak lain sang ibu angkat. Setelahnya, semua berjalan normal, sampai suatu hari ia menemukan ada gubuk rahasia di sudut halaman belakang rumah Artiyah! Ada pula suara orang memanggil namanya dari gubuk itu..... Penasaran, Radi pun mulai mencari tahu. Siapa sangka, ia akan menemukan banyak rahasia mengerikan yang sepertinya disembunyikan oleh sang ibu angkat? Dari misteri hilangnya Kinanti, hingga teka-teki tentang orangtua kandung Radi yang tewas mengenaskan 30 tahun lalu!
0 30 Bab
KERUMUNAN ADALAH NERAKA

KERUMUNAN ADALAH NERAKA

Pandemi COVID-19 menerjang, mengubah Desa Gayam yang tenteram menjadi "neraka" yang penuh ketakutan dan saling curiga. Gotong royong memudar, desas-desus dedemit bergentayangan, dan kejadian aneh menghantui desa. Mudra, pemuda desa yang menjunjung tinggi kebersamaan, menyaksikan "kerumunan" yang dulu hangat kini berubah menakutkan. Ia bertemu Vanua, sukarelawan medis yang datang dari kota yang lebih dulu merasakan "neraka" pandemi. Vanua percaya bahwa "kerumunan adalah neraka," terinspirasi dari Sartre dan Le Bon. Mudra dan Vanua, dengan pandangan berbeda tentang "kerumunan," bekerja sama mengungkap misteri desa. Mereka bertemu Sari, pewaris tradisi yang memahami kekuatan gaib. Bersama, mereka dipandu Ki Rajendra, guru spiritual yang menguasai ilmu tarot, untuk melawan kekuatan jahat dan menghadapi "neraka kerumunan" dalam berbagai bentuk. Perjalanan ini menguji persahabatan, cinta, dan keyakinan mereka. Siapakah dedemit Ni Grenjeng? Apa hubungannya dengan para Kepala Desa di Desa Gayam, Kampung Tujuh, dan kerumunan di berbagai wilayah?
0 52 Bab

Apa sinopsis lengkap cerpen Robohnya Surau Kami?

4 Jawaban2026-05-04 02:58:41
Cerpen 'Robohnya Surau Kami' karya A.A. Navis adalah potret ironi kehidupan beragama yang dibungkus dalam narasi sederhana namun menusuk. Berkisah tentang seorang penjaga surau tua bernama Kakek, yang seumur hidupnya taat beribadah namun justru dianggap 'kafir' oleh malaikat setelah kematiannya karena tidak pernah bekerja mencari nafkah. Konflik batinnya muncul ketika ia menyadari ibadahnya selama ini sia-sia—ditambah lagi surau yang dijaganya roboh karena dianggap tidak bermanfaat bagi masyarakat.

Yang menarik, Navis menggunakan simbol surau sebagai kritik halus terhadap praktik keagamaan yang hanya berhenti pada ritual tanpa aksi nyata. Adegan dimana Kakek diusir dari surga menjadi metafora kuat tentang keseimbangan antara spiritualitas dan tanggung jawab sosial. Cerita ini meninggalkan aftertaste pahit: apakah kita ibarat Kakek yang sibuk 'mengurusi surga' tetapi lupa mengurusi bumi?

Siapa penulis cerita Robohnya Surau Kami dan sinopsisnya?

4 Jawaban2026-05-04 03:32:19
Ada satu cerita pendek dari Indonesia yang selalu bikin aku merinding setiap kali dibaca—'Robohnya Surau Kami' karya A.A. Navis. Ini bukan sekadar kisah tentang seorang kakek penjaga surau, tapi tamparan keras tentang hypocrisy dalam beragama. Navis dengan jenius menggambarkan Kakek penjaga surau yang taat beribadah tapi akhirnya dihukum di akhirat karena selama hidup hanya sibuk dengan ritual tanpa pernah melakukan kebaikan nyata untuk sesama.

Yang bikin cerita ini timeless adalah bagaimana Navis mengkritik mentalitas 'asal rajin ibadah, pasti selamat' tanpa peduli tanggung jawab sosial. Endingnya yang twist—Sang Kakek justru dimasukkan ke neraka karena suraunya roboh akibat kelalaiannya—bikin pembaca tercengang. Aku sering merekomendasikan ini ke teman-teman yang suka sastra berat tapi penuh makna.

Bagaimana ending cerita Robohnya Surau Kami?

4 Jawaban2026-05-04 19:03:07
Cerita 'Robohnya Surau Kami' oleh A.A. Navis berakhir dengan ironi yang sangat dalam. Tokoh utama, Kakek, adalah seorang yang taat beribadah namun justru dihukum oleh Tuhan karena hanya mementingkan urusan akhirat tanpa peduli pada kehidupan sosial. Kakek merasa dirinya suci karena selalu berdoa di surau, tapi ketika di akhirat, Tuhan menolaknya karena tidak pernah membantu sesama.

Akhirnya, surau yang menjadi simbol kesalehan Kakek roboh, menggambarkan betapa ibadah tanpa amal nyata adalah sia-sia. Ending ini menyindir orang-orang yang terlalu fanatik pada ritual agama tapi lupa pada kewajiban sosial. Aku selalu terpikir, bagaimana jika kita semua seperti Kakek? Dunia pasti akan hancur karena egoisme spiritual.

Bagaimana alur cerita dalam 'Robohnya Surau Kami'?

3 Jawaban2026-05-06 14:54:49
Cerita 'Robohnya Surau Kami' dimulai dengan gambaran kehidupan tenang di sebuah surau kecil yang menjadi pusat spiritual bagi warga sekitar. Tokoh utamanya, seorang kiai tua, digambarkan sebagai sosok yang dihormati dan menjadi panutan. Namun, kedamaian itu perlahan retak ketika modernisasi mulai merambah desa, membawa perubahan nilai dan gaya hidup yang bertentangan dengan tradisi. Konflik batin sang kiai menjadi inti cerita, di mana ia harus memilih antara mempertahankan ajaran lama atau menyesuaikan diri dengan arus baru.

Puncak dramatis terjadi ketika surau itu sendiri—simbol kepercayaan dan stabilitas—mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik, seiring dengan merosotnya pengaruh sang kiai. Adegan robohnya surau bukan hanya peristiwa literal, tapi juga metafora untuk runtuhnya sebuah tatanan sosial yang dulu dianggap abadi. Endingnya meninggalkan rasa getir, membuat kita merenung tentang betapa rapuhnya fondasi budaya di hadapan perubahan zaman.

Di mana latar tempat cerita Robohnya Surau Kami terjadi?

3 Jawaban2025-11-20 09:18:51
Membaca 'Robohnya Surau Kami' selalu mengingatkanku pada suasana pedesaan Sumatera Barat yang begitu kental. A.A. Navis, sang penulis, dengan mahir menggambarkan latar kampung Minangkabau yang sederhana namun sarat nilai-nilai tradisi. Surau dalam cerita ini bukan sekadar bangunan fisik, tapi pusat kehidupan spiritual masyarakat. Aroma tanah basah selepas hujan, gemericik air di sungai kecil dekat surau, dan gemuruh suara azan yang menggema di antara pepohonan - semua detail ini membangun imajinasi yang hidup tentang setting cerita.

Yang menarik, latar tempat ini juga berfungsi sebagai metafora. Kehancuran surau mencerminkan erosi nilai-nilai luhur di tengah perubahan zaman. Deskripsi Navis tentang atap surau yang bocor dan dinding kayu yang lapuk seakan simbol dari kerapuhan keyakinan manusia. Setting geografis yang spesifik ini justru membuat cerita terasa universal, karena setiap pembaca bisa merasakan relevansinya dengan konteks masyarakat mereka sendiri.

Bagaimana analisis struktur cerita Robohnya Surau Kami?

4 Jawaban2025-11-21 08:14:58
Membaca 'Robohnya Surau Kami' selalu bikin aku merenung panjang. Karya AA Navis ini punya struktur yang sederhana tapi dalam, seperti cerita rakyat yang dibalut kritik sosial. Narasinya linear—dimulai dari penggambaran surau yang rapuh, tokoh Kakek yang taat tapi terbelenggu ritual kosong, hingga ironi akhirnya. Yang menarik, konflik batin tokoh utama justru jadi tulang punggung cerita, bukan plot twist atau aksi spektakuler.

Navis piawai menyelipkan simbolisme: surau sebagai metafora kehancuran nilai tradisi, atau angin yang 'menertawakan' kesia-siaan. Ending tragisnya bukan sekadar shock value, tapi tamparan halus tentang bahaya fanatisme sempit. Aku sering membandingkannya dengan gaya Kafka—absurditas yang pahit tapi relevan di masyarakat mana pun.

Apa sinopsis cerpen 'Robohnya Surau Kami' karya A.A. Navis?

3 Jawaban2026-05-06 15:30:30
Cerpen 'Robohnya Surau Kami' karya A.A. Navis selalu bikin aku merenung setiap kali membacanya. Kisahnya dimulai dengan seorang penjaga surau tua bernama Kakek, yang setia merawat tempat ibadah itu meski sudah lapuk. Suatu hari, datanglah seorang pemuda bernama Ajo Sidi yang mempertanyakan kepercayaan buta Kakek terhadap nasib. Ajo Sidi dengan argumentasi rasionalnya mengguncang keyakinan Kakek, sampai akhirnya sang penjaga surau memilih bunuh diri ketika suraunya roboh.

Yang menarik, cerita ini bukan sekadar tentang konflik generasi, tapi juga kritik sosial terhadap mentalitas pasrah yang menghambat kemajuan. A.A. Navis dengan jenius memakai simbol surau sebagai representasi kepercayaan kolot yang rapuh. Adegan terakhir ketika mayat Kakek ditemukan bersujud di reruntuhan selalu bikin bulu kuduk merinding - seperti peringatan bahwa fanatisme buta hanya membawa kehancuran.

Di mana bisa baca cerpen Robohnya Surau Kami lengkap?

5 Jawaban2025-11-21 10:44:01
Cerpen klasik 'Robohnya Surau Kami' karya A.A. Navis sebenarnya cukup mudah ditemukan di berbagai platform online. Beberapa situs literasi Indonesia seperti 'Sastra Indonesia' atau 'Buku Virtual' sering mengarsipkan cerpen-cerpen legendaris semacam ini. Kalau mau versi yang lebih terjamin kualitasnya, coba cek situs resmi penerbit seperti Gramedia Digital atau eBook lokal.

Sebagai orang yang sering mencari bahan bacaan klasik, aku lebih suka salinan fisik karena ada nuansa nostalgianya. Tapi kalau terpaksa digital, pastikan formatnya rapi dan ada tanda kutip untuk dialog—kadang versi online suka berantakan typonya. Oh ya, jangan lupa baca juga karya Navis lainnya seperti 'Datangnya dan Perginya' untuk memahami gayanya yang khas!

Bagaimana ending cerpen 'Robohnya Surau Kami'?

6 Jawaban2026-05-06 20:07:49
Cerpen 'Robohnya Surau Kami' karya A.A. Navis menyimpan ending yang pahit sekaligus memukau. Tokoh utama, Haji Saleh, seorang yang taat beribadah namun hidup dalam kemiskinan, akhirnya diusir dari surga karena dianggap tidak pernah berbuat baik kepada sesama selama hidup di dunia. Surga yang ia bangun sendiri—suraunya—runtuh secara simbolis ketika ia menyadari kesombongan spiritualnya. A.A. Navis dengan jenius menggunakan ironi: orang yang merasa paling suci justru gagal memahami esensi kemanusiaan. Ending ini meninggalkan pertanyaan mendalam tentang makna ibadah sejati—apakah cukup hanya ritual tanpa aksi nyata?

Yang bikin cerpen ini timeless adalah cara Navis membongkar hipokrisi religius tanpa terkesan menggurui. Surau yang roboh bukan sekadar bangunan, tapi representasi kehancuran nilai-nilai semu. Aku pertama kali baca cerpen ini pas SMA, dan sampai sekarang masih sering kepikiran. Endingnya seperti tamparan: kebaikan harus konkret, bukan sekadar doa di surau.

Apa pesan moral dari cerita Robohnya Surau Kami?

4 Jawaban2026-05-04 04:50:15
Cerita 'Robohnya Surau Kami' dari A.A. Navis selalu bikin aku merenung setiap kali membacanya. Kisah tentang Kakek yang begitu setia menjaga surau, tapi akhirnya dihukum karena 'terlalu sibuk beribadah hingga lupa kehidupan nyata', itu sindiran tajam banget. Pesannya jelas: agama bukan cuma ritual, tapi juga bagaimana kita berbuat baik pada sesama. Kakek dihukum bukan karena rajin salat, tapi karena selama puluhan tahun nggak pernah ngasih makan anak yatim di depan suraunya. Itu tamparan buat kita yang kadang lebih peduli simbol agama ketimbang substansinya.

A.A. Navis pinter banget bikin pembaca tersentak. Lewat ironi Kakek yang justru masuk neraka, dia ngajarin kita bahwa ibadah tanpa empati itu kosong. Surau yang roboh mungkin metafora untuk agama yang cuma jadi tembok, bukan jembatan. Cerita ini selalu relevan, apalagi di zaman sekarang di mana orang bisa ribut soal hal-hal teknis agama tapi cuek sama kesenjangan sosial di sekitarnya.

Pencarian Terkait

Populer
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status