Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rotate

Rotate

“Hahaha… kau sakit ya?, sepertinya kau tertular penyakitku” Tawa Six benar benar terdengar seperti sedang mengejekku. Aku mendengus sebal, “Berhenti tertawa! Aku bersungguh sungguh, apa kau seorang vampir?”. “Hei, kau lihat ini?” katanya sambil menunjukkan tato di tanganya. “Mana ada vampir yang mendapat tato dengan angka nol di dalamnya? Dan lagi dengan rambut hitam dan mata coklat seperti ini, kau masih bisa mengiraku sebagai vampir? Hahaha… leluconmu sangat lucu Three” kata Six, untungnya saat ini tanganya sedang terluka, jika tidak, sedari tadi ia sudah menepuk tepuk pundakku dan mengejekku sejadi jadinya.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as 2 u
Read
+Library
BUNGA KEDUA

BUNGA KEDUA

pinta Tasya dengan manja. Vera pun hanya mengangguk sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan mereka. Setelah menunggu kurang lebih lima belas menit, Vera pun keluar dari dalam kamarnya. Nathan sangat terpesona saat melihat penampilan Vera yang menggunakan gaun berwarna ungu dan sedikit polesan rias di wajahnya. “Cantik, sempurna!” batin Nathan. “Wah .... Tante cantik sekali." Tasya memuji penampilan Vera.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as 2 u
Read
+Library
Antara Dua Hati

Antara Dua Hati

Rasa mual sering dialaminya setiap pagi selama dua minggu ini. “Hana, coba ini.” Fatimah menyodorkan sebuah bungkusan kecil. Hana menautkan kedua alisnya lalu mengangguk dan kembali ke kamar mandi. Hana sedikit deg-degan menunggu tanda apa yang akan muncul di benda pipih panjang itu. Lalu, dua garis muncul di tespack yang diberikan Fatimah. Air mata bahagia menggenang di pelupuk matanya. Namun, di dalam sana, ada kesedihan yang hingga saat ini masih belum terobati.
107.1K viewsOngoingAdded to Library 141 Times as 2 u
Read
+Library
UNSTABLE RELATE

UNSTABLE RELATE

Sehingga dia mengajakku makan ke sebuah restoran dengan penuh bunga seperti ini. Kami berdua masuk dan disambut hangat oleh pelayan. Di dalam rupanya tidak lah begitu ramai pengunjung, mungkin karena waktu yang sudah malam sehingga para pengunjung mulai sepi. "Kita duduk di sini ya?" meja makan tersebut bernomor 29. Angka ini merupakan angka istimewaku, sebab 29 adalah tanggal lahirku. Stefan mungkin hanya kebetulan memesan meja dengan bernomor tanggal lahirku.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as 2 u
Read
+Library
Broken

Broken

ujar Reina menolak memberikan nomor ponselnya. “Gak bisa, gue perlu nomor lo. Supaya kalau gue butuh bantuan lo pas lagi gak di sekolah gue tetap bisa hubungin lo.” “Ya udah, iya, iya, iya...” Dengan terpaksa, Reina pun segera memberikan nomor ponselnya pada remaja itu. Flashback off
1013.6K viewsCompletedAdded to Library 313 Times as 2 u
Read
+Library
Exit

Exit

tanyaku, menyender di dinding toilet, capek saja rasanya padahal tidak sedang mengerjakan hal berat. April berdehem, terlihat sedang berpikir keras, menopang dagu, matanya memutari ruangan toilet kecil ini. Ada tiga wastafel, empat bilik toilet, dan satu cermin kaca yang menempel di dinding dekat bilik paling ujung. “Kalau lantai kelas atas nggak akan beresiko, kan?” April bergumam, entah sedang bertanya padaku atau berbicara dengan dirinya sendiri.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as 2 u
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status