Selubung Memori
Firdaus Callistasaat air mataku mengalirtangan di sayat berdarahdia jantung hatikujingga tentang aku
aku mendesis, “tenanglah, kita pasti bisa keluar, jadi jangan menangis. Kumohon, atur napasmu. Kita pasti baik-baik saja. Oke? Mengangguk kalau kau mengerti. Nah, bagus, kau sudah mengangguk. Aku bisa melihatmu. Tenanglah.”
“Kau seperti penyihir,” sebut Haswin.
“Kabar buruknya juga sudah kusebut,” kataku. “Kita perlu keluar. Dan aku tidak yakin bagaimana cara kita bisa keluar. Kemampuan Dalton sulit dilakukan—aku juga yakin dia takkan bisa mengangkat puing-puing di celah sempit seperti ini. Satu-satunya yang bisa kita lakukan—saranku, kita turun ke bawah. Sekitar enam meter ke bawah ada dasar tanah lubang ini. Kita bisa ke sana dengan ranting yang kubuat di bawah lapisan ranting. Begitu samp
Beliebte Kapitel