Adik Angkat
Windaibumu mengetuk pintu kamar membawa sarapansebening embun pagibibir bengkak saat bangun tidurpelukan sambil tidur
aku menautkan alis keheranan.
"Aku mau, Mbak Tia yang menjadi pendamping hidup aku nanti!" ucapan Bimo membuat aku tercengang.
Ku menanggapinya dengan senyuman, mungkin dia hanya bergurau, dasar anak kecil, apa yang ada dalam fikirannya, aku ini kakaknya kenapa dia bicara seperti itu.
"Bimo, kamu ngomong apa sih Dek?"
"Aku mau, Mbak jadi pendamping hidup aku! jikalau aku sudah dewasa nanti." Dia mengulangi ucapannya lagi, hadeeh... aku mendadak atsma mendengarnya.