Cinta, Dendam, dan Takdir
Saat seluruh keluarga merayakan ulang tahun adikku, aku dikunci di pabrik terbengkalai, dengan darah yang terus mengalir.
Adikku menyewa empat preman, menyiksaku hingga nyaris mati.
Dengan sisa tenaga, aku merangkak sedikit demi sedikit mengambil ponsel, lalu menelepon suamiku.
"Laurent, aku terluka parah, cepatlah datang selamatkan aku ... di pabrik yang nggak jauh, nggak akan menyita banyak waktumu."
Mendengar suaraku yang rendah hati dan lemah, suamiku mencibir,
"Elena, menangis nggak mempan, sekarang mulai jual kasihan, ya?"
"Kamu sampai tak segan melakukan apa pun demi merusak pesta ulang tahun adikmu. Cepat bawa hadiah dan